JENIS BAHAYA DALAM K3

JENIS BAHAYA DALAM K3

Nusantara Traisser – Dalam dunia Safety (K3) terkadang kita sering mendengar tentang Hazard, namun tahukah kalian apa itu Hazard ?

Hazard adalah semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja (PAK).

Hazard dapat berupa bahan – bahan kimia, bagian – bagian mesin, bentuk energi, metode kerja atau situasi kerja.

KONSEP BAHAYA DALAM K3

Jenis Bahaya K3

Secara umum terdapat 5 (lima) faktor bahaya K3 di tempat kerja, antara lain : faktor bahaya biologi(s), faktor bahaya kimia, faktor bahaya fisik / mekanik, faktor bahaya biomekanik serta faktor bahaya social – psikologis.

  1. Biomechanical Hazard ( Bahaya Ergonomi )

Jenis bahaya ini berasal dari ketidak sesuaian desain layout kerja /  mesin, gerakan yang berulang serta postur / posisi kerja yang dapat mengakibatkan adanya gangguan kesehatan seperti musculoskeletal disorders (MSDs), carpal turner syndrome (CTS), badan menjadi mudah pegah dan lelah serta gangguan lainnya

.

  1. Physical Hazard ( Bahaya Fisik )

Bahaya fisik merupakan potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan – gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar secara terus menerus oleh faktor fisik.

Faktor fisik adalah faktor di dalam tempat kerja yang bersifat fisika antara lain kebisingan, penerangan, getaran, iklim kerja, gelombang mikro dan sinar ultra ungu. Faktor – faktor ini mungkin berasal dari bagian tertentu yang dihasilkan dari proses produksi atau produk samping yang tidak diinginkan.

Contoh kasusnya adalah mesin las, speaker, atau suara kendaraan yang sudah di modifikasi sehingga mengeluarkan suara yang terlalu bising diatas nilai ambang batas yang memekakan telinga. Jika terlalu lama terpapar oleh bising, pekerja dapat mengalami gangguan pendengaran seperti penurunan pendengaran hingga tuli.

Contoh kasus kedua adalah memegang peralatan yang bergetar sering mempengaruhi tangan dan lengan pengguna sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan sirkulasi di tangan. Sebaliknya, mengemudi traktor di jalan bergelombang dengan kursi yang dirancang tidak sesuai dengan antoprometri pekerja sehingga menimbulkan getaran ke seluruh tubuh dapat mengakibatkan nyeri punggung bagian bawah.

  1. Chemical Hazard ( Bahaya Kimia )

Bahaya kimia adalah bahaya yang berasal dari bahan bahan kimia dari mulai yang ber substansi cair, padat, ataupun juga gas yang berada di tempat kerja.

Risiko kesehatan timbul dari pajanan berbagai bahan kimia. Banyak bahan kimia yang memiliki sifat beracun dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh dan organ lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara utama yaitu :

  • Inhalasi (menghirup) : Dengan bernapas melalui mulut atau hidung, zat beracun dapat masuk ke dalam paru-paru. Seorang dewasa saat istirahat menghirup sekitar lima liter udara per menit yang mengandung debu, asap, gas atau uap. Beberapa zat, seperti fiber / serat, dapat langsung melukai paru – paru. Lainnya diserap ke dalam aliran darah dan mengalir ke bagian lain dari tubuh.
  • Pencernaan (menelan) : Bahan kimia dapat memasuki tubuh jika makan makanan yang terkontaminasi, makan dengan tangan yang terkontaminasi atau makan di lingkungan yang terkontaminasi. Zat di udara juga dapat tertelan saat dihirup, karena bercampur dengan lendir dari mulut, hidung atau tenggorokan.
  • Penyerapan ke dalam kulit atau kontak invasif : beberapa diantaranya adalat zat yang melewati kulit dan masuk ke pembuluh darah, biasanya melalui tangan dan wajah.

 

 

  1. Biological Hazard ( Bahaya Biologi )

Bahaya biologi adalah bahaya yang berasal dari tanaman, binatang, organisme atau mikro organisme yang kemudian masuk kedalam tubuh kita yang dapat mengancam kesehatan serta dapat juga dari pekerja yang menderita penyakit tertentu yang dapat menularkan virusnya kepada pekerja lain seperti TBC, Hepatitis A/B.

 

  1. Psychosocial Hazard ( Bahaya psikologi )

Jenis bahaya ini dari beberapa ahli menyebutnya sebagai bahaya dalam pengorganisasian pekerjaan, merupakan bahaya yang berasal dari konflik batin dengan lingkungan yang ada di tempat kerja, baik itu dengan rekan kerja maupun dengan fasilitas yang ada di lingkungan kerja dimana kemudian dapat menganggu aspek psikologis pekerja sehingga dapat menyebabkan produktivitas pekerja menurun.

Contohnya: aksi bullying, kekerasan, pelecehan, pengucilan, tekanan dan himpitan pekerjaan, tuntutan deadline pekerjaan, persaingan kerja tidak sehat, pekerjaan yang monoton, jenjang karir tidak bagus, alat bantu kerja yang tidak memadai dan lainnya.

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3

Nusantara Traisser – K3 memiliki 3 aspek berbeda yang juga saling berhubungan 3 aspek tersebut yaitu Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan. Tugas K3 tidak jauh dari 3 aspek tersebut, sementara pekerja K3 di dalam perusahaan biasa di sebut dengan HSE, SHE, EHS, OHS, SAFETY OFFICER, safety Man dll.

Keselamatan kerja merupakan usaha dari HSE (Health Safety Environment) untuk menghindarkan pekerja dari kecelakaan atau Accident. Kecelakaan ini dalam dunia K3 disebut potensi bahaya / lebih dikenal dengan Hazard, potensi bahaya terdiri atas 88% kelalaian manusia, 8% faktor alam, 8% mesin, dan 2 % dari kehendak Tuhan atau nasib.

Kita akan fokus pada presentase tentang betapa besarnya kelalaian manusia, dalam presentase angka tersebut kita melihat bahwa Manusia adalah penyumbang tertinggi dalam factor accident / Hazard.

Manusia adalah tempatnya lalai dan juga salah, dalam peranan ini maka K3 sangat dibutuhkan untuk para Pekerja, tujuannya adalah untuk mengurangi potensi bahaya yang mengancam para Pekerja, untuk pengurangan potensi bahaya bisa dilakukan dengan berbagai macam hal, contohnya adalah dengan Hierarki Pengendalian Resiko:

  • Eliminasi
  • Substitusi
  • Rekayasa Engineering
  • Administrasi
  • APD

 

Kesehatan kerja meliputi faktor-faktor yang mengancam kesehatan pekerja. Di antaranya:

  1. Faktor Biologis : hewan bakteri virus dll
  2. Faktor Fisika : panas, suhu udara, kelembaban dll
  3. Faktor Kimia : debu fum partikulat
  4. Faktor Psikilogis : mental pekerja, beban kerja dll
  5. Gizi Pekerja

Tujuan K3 dalam aspek ini adalah untuk menyehatkan pekerja dengan program dan usaha yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan. Contoh dengan memberi usulan kepada atasan di Perusahaan mengenai gizi yang baik untuk pekerja, adanya pemeriksaan rutin kesehatan pekerja dll. Yang ketiga adalah lingkungan, baik lingkungan perusahaan maupun dampak lingkungan akibat proses, produk dan layanan yang mempengaruhi lingkungan hidup.

Contohnya adalah HSE yang berusaha meminimalkan dampak limbah akibat proses produksi, sosialisasi warga sekitar Perusahaan mengenai cara hidup sehat, menanam pohon di area lingkungan, membuat sistem tanggap darurat dll. Tentunya 3 aspek tersebut sangat sulit di lakukan oleh hanya satu orang saja, maka dari itu dalam sebuah Perusahaan sering membentuk P2K3 atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang tujuannya untuk melaksanakan sistem manajemen K3, Sistem manajemen lingkungan dan upaya lain mengenai Keselamatan dan Kesehatan kerja.

ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

FUNGSI ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

NT - ALAT PELINDUNG DIRI

Nusantara Traisser – Alat Pelindung Diri adalah sebuah peralatan yang “ WAJIB “ digunakan, tujuan dari APD ini adalah untuk melindungi dan juga untuk menjaga keselamatan Pekerja di tempat yang memiliki resiko dalam pekerjaan mereka.

Tujuan lainnya adalah untuk meminimalkan dampak dan juga potensi bahaya terhadap Pekerja di tempat kerja.

Alat Pelindung Diri dapat dibagi menjadi 3 Bagian yaitu :

  1. Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass (Kacamata Pengaman), Masker, Ear Plugs / Ear Muff (Penutup Telinga).
  2. Pelindung Badan antara lain : Coverall
  3. Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).

 

Helmet

Safety Helmet

Helmet atau Topi Pelindung digunakan untuk melindungi Kepala dari paparan bahaya seperti kejatuhan benda ataupun paparan bahaya aliran listrik.

Pemakaian Topi Pelindung (Safety Helmet) harus sesuai dengan lingkar kepala sehingga nyaman dan efektif melindungi pemakainya.

 

Safety Glass ( Kacamata Pelindung )

Safety Glassses

Safety Glass adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari cahaya matahari yang langsung masuk ke mata atau bahaya loncatan benda tajam, partikel-partikel kecil, debu, mengurangi sinar yang menyilaukan serta percikan bahan kimia.

Safety Glass terdiri dari 2 Jenis yaitu :

  1. Safety Spectacles, berbentuk Kacamata biasa dan hanya dapat melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil dan mengurangi sinar yang menyilaukan. Biasanya dipakai pada Proses menyolder dan Proses pemotongan komponen.
  1. Safety Goggles, Kacamata yang bentuknya menempel tepat pada muka. Dengan Safety Goggles, mata dapat terlindung dari bahaya percikan bahan kimia, asap, uap, debu dan loncatan benda tajam. Biasanya dipakai oleh Teknisi Mesin Produksi.

 

Ear Muff ( Penutup Telinga )

Ear Muff

Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk melindungi telinga dari berbagai macam Intensitas Suara yang tinggi.

Ear Muff dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan busa sehingga dapat melindungi bagian luar telinga (daun telinga).

 

Ear plug ( Penyumbat Telinga )

Ear Plug

Ear plug adalah alat yang digunakan untuk melindungi telinga dari berbagai macam Intensitas Suara yang tinggi.

Digunakan untuk melindungi alat pendengaran yaitu telinga dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat dikurangi hingga 10 ~ 15 dB. Ear Plug  digunakan oleh Pekerja yang bekerja di daerah produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount Technology) ataupun Mesin Produksi lainnya.

 

Masker ( Penutup Hidung )

Masker Safety

Masker digunakan untuk melindungi saat kita bernafas atau lebih tepatnya untuk melindungi alat pernafasan kita.

Seperti misalnya jika kita bekerja di tempat yang cukup berdebu kita akan kesulitan bernafas karena banyak partikel yang masuk ke hidung kita, maka masker digunakan untuk memfilter partikel tersebut.

 

Coverall

Coverall

Fungsi Coverall umumnya untuk melindungi tubuh dari hal yang dapat membahayakan atau mengakibatkan kecelakaan saat bekerja, Tingkat perlindungan yang diberikan pun beragam sesuai dengan kebutuhan.

Selain berfungsi sebagai alat pelindung, Coverall kerja juga mempunyai fungsi lain yaitu sebagai identitas. Fungsi identitas bertujuan untuk menyeragamkan pekerja dan menunjukkan identitas jabatan. Misalkan pakaian kerja dengan warna berbeda antara pekerja las dengan pekerja elektrik.

 

Handglove ( Sarung Tangan )

Coverall

Sarung Tangan adalah APD yang berfungsi untuk melindungi tangan dari kontak bahan kimia, sengatan listrik dan goresan benda runcing atau tajam.

Sarung tangan memiliki beberapa jenis dan spesifikasi sebagai berikut :

  1. Sarung Tangan Katun (Cotton Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  2. Sarung Tangan Kulit (Leather Gloves), digunakna untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  3. Sarung Tangan Karet (Rubber Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan bahan kimia seperti Oli, Minyak, Perekat dan Grease.
  4. Sarung Tangan Electrical, digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan arus listrik yang bertegangan rendah sampai tegangan tinggi.

 

Safety Shoe ( Sepatu Safety )

Safety Shoe

Sepatu Pelindung atau Safety Shoes adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda, benda-benda tajam seperti kaca ataupun potongan baja, larutan kimia dan aliran listrik. Sepatu Pelindung dilengkapi baja diujungnya dengan dibalut oleh karet.

Tentang K3 Dan Tujuannya

Tentang K3 Dan Tujuannya

Tentang K3

K3

NUSANTARA TRAISSER – K3 atau yang sering disebut dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja / Occupational Health and Safety (OHS) adalah sebuah filosofi dasar yang digunakan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaanya melalui  upaya – upaya pengendalian potensi bahaya yang ada di tempat kerja untuk meminimalisir adanya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja.

Terwujudnya K3 di tempat kerja dapat menciptakan kondisi lingungan kerja yang aman, sehat dan efisien untuk mendorong produktivitas kerja.

K3 Safety First Sign

Definisi / Pengertian K3

K3 Adalah sebuah kondisi yang WAJIB diwujudkan di setiap tempat kerja dengan berbagai macam upaya dan juga harus sesuai dengan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk melindungi para pekerja dan juga lingkungan ataupun peralatan bekerja yang digunakan.

Aturan K3 ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar menjadi budaya kerja yang sesuai dengan Perundanga dan standar yang berlaku di perusahaan di tempat kita bekerja.

Secara etimologis, K3 adalah memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi perlu dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.

Secara Filosofi, K3 adalah suatu konsep berfikir dan upaya nyata untuk menjamin kelestarian tenaga kerja dan setiap insan pada umumnya beserta hasil karya dan budaya dalam upaya mencapai adil, makmur dan sejahtera.

Secara Keilmuan, K3 adalah suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapan yang mempelajari tentang cara pencegahan penanggulangan kecelakaan di tempat kerja.

Target / Sasaran K3

  • Menjamin keselamatan para pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja
  • Menjamin keamanan dari peralatan yang digunakan saat bekerja
  • Menjamin terjadinya proses produksi yang aman dan efisien
  • Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja disemua lapangan pekerjaan ketingkat yang setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun kesejahteraan sosial
  • Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan / kondisi lingkungan kerjanya seperti kecelakaan akibat kerja

Norma Tentang K3

  • Aturan berkaitan dengan keselamatan dan juga kesehatan kerja
  • Digunakan untuk melindungi para pekerja
  • Resiko kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan

Dasar Hukum tentang K3

  • UU No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan Kerja
  • UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • PP No. 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja