29 November 2018

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3

Nusantara Traisser – K3 memiliki 3 aspek berbeda yang juga saling berhubungan 3 aspek tersebut yaitu Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan. Tugas K3 tidak jauh dari 3 aspek tersebut, sementara pekerja K3 di dalam perusahaan biasa di sebut dengan HSE, SHE, EHS, OHS, SAFETY OFFICER, safety Man dll.

Keselamatan kerja merupakan usaha dari HSE (Health Safety Environment) untuk menghindarkan pekerja dari kecelakaan atau Accident. Kecelakaan ini dalam dunia K3 disebut potensi bahaya / lebih dikenal dengan Hazard, potensi bahaya terdiri atas 88% kelalaian manusia, 8% faktor alam, 8% mesin, dan 2 % dari kehendak Tuhan atau nasib.

Kita akan fokus pada presentase tentang betapa besarnya kelalaian manusia, dalam presentase angka tersebut kita melihat bahwa Manusia adalah penyumbang tertinggi dalam factor accident / Hazard.

Manusia adalah tempatnya lalai dan juga salah, dalam peranan ini maka K3 sangat dibutuhkan untuk para Pekerja, tujuannya adalah untuk mengurangi potensi bahaya yang mengancam para Pekerja, untuk pengurangan potensi bahaya bisa dilakukan dengan berbagai macam hal, contohnya adalah dengan Hierarki Pengendalian Resiko:

  • Eliminasi
  • Substitusi
  • Rekayasa Engineering
  • Administrasi
  • APD

 

Kesehatan kerja meliputi faktor-faktor yang mengancam kesehatan pekerja. Di antaranya:

  1. Faktor Biologis : hewan bakteri virus dll
  2. Faktor Fisika : panas, suhu udara, kelembaban dll
  3. Faktor Kimia : debu fum partikulat
  4. Faktor Psikilogis : mental pekerja, beban kerja dll
  5. Gizi Pekerja

Tujuan K3 dalam aspek ini adalah untuk menyehatkan pekerja dengan program dan usaha yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan. Contoh dengan memberi usulan kepada atasan di Perusahaan mengenai gizi yang baik untuk pekerja, adanya pemeriksaan rutin kesehatan pekerja dll. Yang ketiga adalah lingkungan, baik lingkungan perusahaan maupun dampak lingkungan akibat proses, produk dan layanan yang mempengaruhi lingkungan hidup.

Contohnya adalah HSE yang berusaha meminimalkan dampak limbah akibat proses produksi, sosialisasi warga sekitar Perusahaan mengenai cara hidup sehat, menanam pohon di area lingkungan, membuat sistem tanggap darurat dll. Tentunya 3 aspek tersebut sangat sulit di lakukan oleh hanya satu orang saja, maka dari itu dalam sebuah Perusahaan sering membentuk P2K3 atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang tujuannya untuk melaksanakan sistem manajemen K3, Sistem manajemen lingkungan dan upaya lain mengenai Keselamatan dan Kesehatan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *