12 December 2018

Perlindungan Terhadap Bahaya Bising

Perlindungan Terhadap Bahaya Bising

Nusantara Traisser – Sebelum kita masuk ke materi tentang cara perlindungan bahaya terhadap bising kita akan membahas terlebih dahulu apa yang dinamakan dengan Bising.

Apa Itu Bising

Bising adalah Suara atau Bunyi yang timbul dengan tidak di kehendaki yang memiliki sifat untuk mengganggu dan menurukan daya tangkap suara pada pendengaran orang lain (WHS,1993)

Bagaimana Cara Telinga Manusia Mendengar

Getaran, menimbulkan gelombang bunyi yang kemudian ditangkap oleh daun telinga lalu masuk dalam liang telinga kemudian menggetarkan gelombang telinga dan diubah menjadi gelombang mekanik.

Pada bagian telinga terdapat tulang pendengaran di telinga tengah: malleus, incus, dan stapes. Gendang telinga menggetarkan tulang pendengaran dan kemudian meneruskannya ke telinga dalam.

Getaran Cairan di dalam koklea/rumah siput merangsang sel-sel rambut menghasilkan impuls bio elektrik,Impuls listrik dari sel-sel rambut diteruskan ke otak oleh syaraf pendengaran,
Di otak, impuls dari kedua telinga tersebut diartikan sebagai suara.

NT - Bahaya Kebisingan

Berbagai Macam Jenis Kebisingan

  • Bising Kontinyu merupakan bising di mana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus – putus. Bising Kontinyu dibagi menjadi 2 (da) yaitu :
    • Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut : Suara kipas angin, mesin, dll
    • Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500, 1000, 4000) misalnya gergaji sirkuler, katup gas
  • Bising Intermitten (Putus – Putus) yaitu bising yang berlangsung secara tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api .
  • Bising Impulsif (Mendadak) yaitu jenis bising yang memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon, meriam.
  • Bising Impulsif Continue sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang, misalnya mesin tempa.

Berbagai Macam Sumber Kebisingan

Nilai Ambang Batas Kebisingan Berdasarkan Waktu Pemaparan

Sumber : Permenaker No. 5 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja

Sumber : Kepmen Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996

Jenis Pengaruh / Gangguan Kebisingan Pada Pekerja

  • Gangguan Psikologis
  • Gangguan Fisiologis
  • Gangguan Pada Komunikasi
  • Gangguan Pada Bagian Pendengaran

 

Proteksi Terhadap Bising

Pada bagian ini kita akan membahas tentang cara bagaimana agar kita bisa mengurangi resiko dari kebisingan yang terjadi pada area kerja, penjelasan ini akan dibagi menjadi 3 bagian:

  • Sumber
  • Medium
  • Pekerja

Pada Sumber:

  • Mengganti peralatan yang menjadi sumber bising dengan yang lebih tenang.
  • Memasang peredam pada sumber.
  • Mengisolir sumber bising

Pada Medium:

  • Menambah jarak antara orang dengansumber.
  • Mengurangi durasi paparan
  • Memasang barrier antara sumber dengan

Pada Pekerja:

  • Menggunakan pelindung pendengaran pada pekerja di area bising
  • Pelindung pendengaran di tempat kerja berupa ear plug atau ear muff

 

Mari kita jaga fungsi tubuh kita dengan baik mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *