Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Overhead Crane

Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Overhead Crane

Pemeriksaan dan pengujian pesawat angkat (crane) dilakukan oleh inspektur pesawat angkat (crane inspector) yang berkualifikasi bersama dengan inspektur Ditjen yang terkait (misal Migas) untuk menyakinkan bahwa crane dapat dioperasikan dengan baik dan aman. pada saat uji beban.

Pemeriksaan dan pengujian dilakukan berdasarkan peraturan, standard sebagai berikut :

  1. Permen ESDM No. 18 Tahun 2018 (untuk Migas Sertfikasi dan Resertifikasi)
  2. ANSI Standard :
    1. B30.2 Overhead and Gantry Crane
    2. B30.11 Monorails and Underhung Crane
    3. B30.16 Overhead Hoist (Underhung)
    4. B30.9 Sling
    5. B30.10 Hook

Lingkup Pemeriksaan dan Pengujian :

Penelaahan atau review dokumen :

Hal ini bertujuan sebagai landasan atau referensi untuk pemeriksaan dan pengujian selanjutnya. Penelaahan atau review dokumen ini meliputi :

  1. Buku Petunjuk pengoperasian & perawatan (Operating manual & maintenance)
  2. Ijin Operasi Operator
  3. Log Book dan History report
  4. Gambar Pesawat Angkat
  5. Sertifikat Bahan
  6. Laporan Inspeksi & Pengujian
  7. Buku Pedoman untuk perawatan & penggunaan yang dikeluarkan oleh pabrik/pemilik
  8. Sertifikat / Legalitas yang lama dari Migas ( Jika ada )

Pemeriksaan visual (visual Inspection) :

Tujuan dari pemeriksaan visual (visual inspection) adalah untuk memferivikasi bahwa pesawat angkat (crane) tersebut terpasang sesuai dengan data-data atau spesifikasi dari fabrik pembuat atau standard. Pemeriksaan ini meliputi :

  1. Struktur : Girder, Gantry, Railway dan Rel
  2. Mesin Derek (winch) : Drum, Rem/brake pada drum
  3. Tali kawat baja (wire rope)
  4. Rantai pengerek (chain hoist)
  5. Hook (pancing) dan Puli (sheave)
  6. Sambungan-sambungan
  7. Piranti pengaman (safety devices) dan peralatan control
  8. Mekanisme pengangkat
  9. Alat penggerak dan Tenaga penggerak
  10. Pendant push botton (Alat pengontrol dari lantai)
  11. Kabin operator (jika ada)
  12. Bolts & Nuts (strength of tying)

Visual Inspection Crane

Pemeriksaan dengan Uji Tanpa Rusak ( NDT /Non Destructive Test) :

Pengujian tidak merusak (Non Destructive Testing) yaitu dilakukan dengan metode pengujian Magnetic Particle Test (MPT)/Dye Penetrant Test (DPT) dan Wire Rope Tester terhadap bagian-bagian yang kritis. Pemeriksaan dengan NDT dilakukan oleh perusahaan NDT (NDT Company) Crane Inspector hanya menyaksikan (witnessed). Pengujian ini meliputi :

  1. Hook
  2. Block
  3. Wedge Socket
  4. Pin
  5. Span atau Girder
  6. Sambungan-sambungan (pada daerah kritis) dan bagian/komponen konstruksi yang pada saat pemeriksaan visual ditemukan kemungkinan adanya cacat-cacat atau keretakan-keretakan
  7. Wire rope test untuk memastikan tidak adanya defect/kelain pada wire rope (tali kawat baja), metode ini menggunakan Wire rope tester.

Pemeriksaan wire rope crane menggunaka Wire rope tester

Pengujian fungsi (function Test) :

Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan apakah semua alat Pengaman pada pesawat angkat ini dapat bekerja dengan baik. Pengujian ini meliputi :

  • Uji Kecepatan

Untuk mengetahui dan memastikan kecepatan hoisting dan lowering serta berjalan (travelling dan traversing) sesuai dengan data yang ada

  • Uji Alat Pengaman & Penunjuk

Untuk mengetahui dan memastikan fungsi dari :

  • Limit Switch dan Anti two block crane
  • Penunjuk tekanan & temperature
  • Rem hoisting & lowering rem berjalan (travelling dan traversing)
  1. Peralatan control

Untuk memastika bahwa Pendant push botton (Alat pengontrol dari lantai) berfungsi dengan baik dan layak digunakan.

Pengujian Dengan Beban (Load Test)

Pastikan bahwa data mengenai pesawat angkat yang diperlukan sudah di periksa atau di review, serta tidak ada kelainan baik pada saat pengujian menggunakan metode NDT dan uji fungsi. Sebelum pelaksanaan uji beban pengecekan berikut ini harus dilaksanakan :

  • Pengecekan peralatan uji beban (loadcell shackle), beban uji dan peralatan uji optik yang
    digunakan untuk mengukur defleksi main girder saat uji beban meliputi rekaman kalibrasi
    (sertifikat kalibrasi alat).
  • Pastikan alat bantu angkat (lifting gear) yang digunakan layak
  • Sertifikat dan kualifikasi operator crane.
  • Pengecekan area operasi pengujian crane harus bersih dari minyak, baja sraping ataupun kotoran dan halangan lainnya yang membahayakan.

Pengujian dengan beban meliputi :

  • Uji Dynamis

Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan semua alat pengamannya tetap bekerja dengan baik pada saat mengangkat beban.

Pengujian ini dilaksanakan sewaktu pesawat angkat sedang menaikan, menurunkan atau  mengangkat dan memindahkan beban/barang dengan beban sebesar 25%, 50% dan kurang dari 100% dari beban kerja aman (SWL/Safe Working Load).

Uji Beban Dinamis

Uji Statis

Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan kekuatan struktur pesawat angkat aman.  Untuk jenis pesawat angkat atas kepala (overhead crane) besar beban maksimum 125%  x  beban aman (SWL/Safe Working Load). Pada pengujian statis beban ditempatkan ditengah girder dan defleksi maksimum yang terjadi tidak boleh lebih besar dari 1/800 x panjang girder (span).

Pada pengujian beban statis, beban ditempatkan pada jarak sekitar 10 Cm di atas tanah (release), kemudian ditahan selama 10 menit dan dilakukan pengecekan kemungkinan terjadinya perubahan bentuk, turun karena kurang berfungsinya sistem mekanikal atau karena breaking sistem tidak berfungsi, dan penyimpangan-penyimpangan terhadap komponen-komponen crane.

Hindari memposisikan beban dengan tinggi yang berlebih pada saat pengujian ini, hal ini bertujuan jika terjadi kegagalan fungsi saat pengujian tidak menyebabkan fatality yang parah.

 

Pengujian yang tersebut pada point (a) dan (b) harus menggunakan Load Cell/Load indicator jika beban yang digunaka tidak diketahui beratnya secara pasti. Beban untuk pengujian tersebut dapat menggunakan Water bag, Concreate atau Pipa yang disesuaikan dengan kondisi pesawat angkat itu berada.

Pemeriksaan Akhir

Tujuan pemeriksaan akhir adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi pesawat angkat setelah dilakukan uji dengan beban. Pemeriksaannya meliputi

1. Pemeriksaan Visual :

  1. Struktur
  2. Kondisi runway & rel
  3. Kondisi gantry
  4. Kondisi girder
  5. Tali Kawat Baja ( Wire Rope )
  6. Periksa semua tali kawat baja yang digunakan pada pesawat angkat ini.

2. Mesin Derek ( Winch ) :

  1. Kondisi drum
  2. Kondisi rem dan drum

3. Pancing ( Hook )

Pemeriksaan Uji Tanpa Rusak ( NDT )

Untuk memeriksa bagian-bagian pada pragraf (6) yang mengalami deformasi atau kerusakan (defect) setelah dilakuakan pengujian beban.

Catatan :

Peraturan, Standard dan Code sebagai acuan sewaktu waktu dapat berubah atau direvisi. Selalu mengacu pada Peraturan, Standard dan Code terbaru.

Writer: Cas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *