5 CARA AGAR PRESENTASI TIDAK MEMBOSANKAN

5 CARA AGAR PRESENTASI TIDAK MEMBOSANKAN

Sebagai seorang profesional, presentasi merupakan bagian dari pekerjaan anda.

Apakah selama ini presentasi anda sudah cukup bagus?

Apakah presentasi anda mengena di telinga peserta?

Coba perhatikan apakah peserta terlihat terkantuk-kantuk dan tidak antusias mendengarkan presentasi anda?

Kalau ya, berarti presentasi anda sama sekali tidak menarik. Sehingga mereka merasa jenuh dan tidak bersemangat mendengarnya.

Nah, agar presentasi anda menarik dan tidak menjemukan, anda perlu memperhatikan beberapa faktor berikut ini:

  1. Singkat dan jelas

Presentasi yang terlalu lama, panjang, dan bertele-tele membuat peserta jenuh mendengarnya. Usahakan agar waktu yang dipergunakan cukup singkat, yaitu sekitar 25 menit. Hindari kalimat-kalimat yang tidak efektif dan ucapkan data yang terdiri dari angka-angka secara lebih jelas.

  1. Berlatih

Bacalah bahan presentasi sampai anda yakin bahwa anda sudah menguasainya. Perhatikan kata-kata yang agak sulit kemudian ucapkan dengan benar. Hal ini akan membantu kelancaran anda dalam presentasi di depan orang banyak. Kalau perlu sewaktu latihan ajaklah seseorang untuk mendengarkan presentasi anda dan mintalah masukan darinya.

  1. Gunakan Gambar & Video

Gunakan gambar-gambar dan video untuk memperjelas presentasi anda. Dengan gambar dan video presentasi anda akan lebih mudah dicerna. Tetapi jangan lupa jelaskan kembali dengan kata-kata untuk memperjelas gambar dan video tersebut tersebut.

  1. Lakukan Eye Contact

Jangan lupa, saat presentasi lakukan kontak mata dengan peserta presentasi. Sambil berbicara sesekali lemparkan pandangan anda ke arah peserta meliputi sisi kanan, tengah, dan kiri. Dengan demikian, anda akan mengetahui apakah peserta tertarik mendengarkan atau tidak.

  1. Selipkan Humor

Selipkan beberapa humor yang relevan dengan topik presentasi anda. Hal ini akan membantu menyegarkan dan menghidupkan suasana. Asal jangan keblablasan, karena humor yang berlebihan juga akan membuat presentasi anda kehilangan maknanya. Di akhir presentasi buatkan ringkasan atau rangkuman tentang presentasi anda kepada peserta, dan Bermaksud agar peserta kembali mempelajari presentasi yang anda sampaikan.

Semoga presentasi anda sukses !!!

 

Perlindungan Terhadap Radiasi UV

Perlindungan Terhadap Radiasi UV

Istilah sinar UV masih belum banyak diberitakan dengan benar, rata-rata menghububungkannya dengan kerusakan kulit. Padahal radiasi sinar UV (Ultraviolet) adalah salah satu sumber yang Vitamin D terbaik dan dapat diandalkan. Walaupun demikian, terlalu banyak terkena paparan radiasi sinar UV juga memiliki resiko dan bahaya, yaitu:

  1. Kanker kulit
  2. Sunburn (terbakar matahari)
  3. Kerusakan mata akibat sinar UV
  4. Penuaan dini pada kulit
  5. Photosensitivity (sensitif terhadap cahaya)

Jenis Radiasi Sinar UV

Radiasi sinar UV dibagi menjadi 3 kategori:

  • Sinar UVA yang dapat menembus hingga ke dalam kulit, mempercepat penuaan sel kulit, dan merusak sel-sel DNA kulit. Sinar UVA erat hubungannya dengan kerusakan kulit jangka panjang seperti kerutan dan dapat menyebabkan kanker kulit.
  • Sinar UVB adalah penyebab utama terjadinya sunburn. Sinar ini juga dapat merusak langsung sel-sel DNA kulit. Sinar ini juga merupakan penyebab terjadinya kanker kulit.
  • Sinar UVC terhalang oleh lapisan ozone sehingga biasanya tidak mencapai ke permukaan bumi.

Melindungi dari Paparan Sinar UV

Hampir tidak mungkin dan sangat tidak praktis untuk menghindari paparan radiasi sinar UV di setiap kesempatan dan tempat. Walaupun demikian, ada beberapa cara untuk memastikan agar kulit tetap terlindung dari efek berbahaya sinar UV.

  • Sunscreen– Gunakan sunscreen yang memiliki perlindungan sinar UV untuk mencegah radiasi sinar ultraviolet menyentuh kulit.
  • Pakaian– Berpakaian dengan benar adalah cara yang efektif untuk melindungi dan menutupi kulit dari paparan sinar UV yang berlebihan.
  • Kacamata hitam– Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV.

Waktu – Sangat dianjurkan untuk mengurangi kegiatan yang bisa terkena paparan sinar UV paling kuat yaitu di antara jam 10 pagi hingga 4 sore.

Hand Signal

Hand Signal

Hand Signal  (Aba-aba Tangan)

Adalah salah satu cara komunikasi yang dilakukan signalman / banksman dengan operator  crane  dengan berkelanjutan selama proses aktivitas lifting sebagai instruksi untuk menentukan pergerakan crane.

Tetapi sering di jumpai di area kerja aba-aba tangan (hand signal) yang digunakan tidak sesuai standard yang berlaku. Hal ini dapat berakibat fatal apabila terjadi miss communication karena aba-aba yang digunakan tidak standard atau crane operator tidak mengikuti instruksi dari signalman/banksman.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan saat pemberian hand signal atau aba-aba tangan,

Di antaranya :

  • Apabila dalam prakteknya aba-aba tangan yang diberikan oleh signalman / banksman kurang jelas, operator crane berhak menghentikan aktivitas sementara sampai aba-aba tangan yang diberikan oleh signalman / banksman dapat dimengerti oleh operator crane.

 

  • Jika crane operator merasa pergerakan crane yang di instruksikan oleh signalman/banksman meragukan ataupun membahayakan , crane operator dapat menghentikan pergerakan crane sementara dan melakukan diskusi/kesepakatan dengan signalman / banksman untuk gerakan crane selanjutnya.

 

  • Aba-aba tangan hanya dapat diberikan oleh satu signalman/banksman yang ke operator crane, untuk menghindari perbedaan gerakan apabila dilakukan lebih dari satu signalman, meskipun dalam aktivitas lifting menggunakan lebih dari satu alat angkat (Crane) dalam satu pengangkatan (Tandem Lift).

Hand signal atau aba-aba tangan hanya digunakan ketika jarak antara signalman/banksman dengan crane operator memiliki tingkat visibilitas yang jelas, apabila tidak terpenuhi maka yang dapat dilakukan dengan menggunakan radio untuk komunikasi dan memberikan instruksi.

Yang perlu ditekankan bahwa personil yang melakukan aktivitas lifting terutama sebagai signalman dan operator crane harus telah bersertifikat, memiliki pengalaman, memahami cara kerja crane, wajib memahami hand signal / aba-aba tangan sesuai standard internasional dan bertanggung jawab dalam aktivitas lifting mulai dari persiapan sampai berakhirnya aktivitas linfting dengan berjalan aman dan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan.

Standard aba-aba tangan, Sumber : ASME B30. 5

1 2

Apa Itu Line Of Fire

Apa Itu Line Of Fire

Apa Itu “Line Of Fire”???

Istilah “Line of fire” sering kita dengar dalam beberapa aktivitas kerja, tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Penting untuk memahami apa “Line of Fire” itu dan bagaimana cara menghindarinya untuk menghindari cedera.

“Line of fire” dapat diartikan jalur benda yang bergerak yang ketika bersinggungan dengan tubuh pekerja dapat menyebabkan cidera ataupun kematian.

Dapat diambil contoh “Line of Fire” dalam aktivitas pengangkatan (Lifting Activity)

  • Berada dibawah beban yang diangkat. Dalam setiap aktivitas pengangkatan sangat dihindari personil berada dibawah beban ataupun alat angkat itu sendiri yang dapat mengakibatkan personil kejatuhan beban atas kegagalan operasi pengangkatan, meskipun alat angkat (Crane, forklift, hoist, dll) atau alat bantu angkat (Lifting gear) dinyatakan dalam kondisi layak pakai. Untuk pencegahan personil yang terlibat dalam aktivitas memastikan tidak adanya personil yang berada atau lalu lalang di bawah beban yang sedang diangkat, melakukan pemeriksaan alat angkat ataupun alat bantu angkat sebelum dioperasikan, aktivitas sesuai dengan rencana kerja.
  • Berada di lintasan jalur swing dari alat angkat (Crane). Personil dapat tertabrak, terbentur, terjepit beban ataupun komponen alat angkat apabila berada di jalur lintasan swing. Untuk pencegahan dapat dilakukan pemasangan barricade pada jalur swing, komunikasi yang baik antar personil pengangkatan.
  • Berada dijalur alat bantu angkat dengan tegangan (tension). Dapat terkena peralatan yang memiliki tension berlebih dan tidak terkontrol. Untuk pencegahan tidak berada di samping peralatan yang memiliki tension berlebih saat aktivitas lifting.
  • Menaruh tangan atau anggota badan di peralatan yang berputar. Dapat terjepit pada benda yang berputar, salah satu contoh dapat terjadi saat maintenance peralatan lifting yang dapat berputar (swing gear, winch, sheave, engine ). Untuk pencegahan apabila memiliki sumber energi lakukan Log out tag out (LOTO), apabila tetap dengan benda berputar lakukan komunikasi yang baik dengan rekan kerja hindari anggota tubuh kontak langsung dengan peralatan yang berputar.

 

Poin diatas dapat sebagai tambahan yang perlu diperhatikan saat aktivitas lifting selain dari personil yang memiliki kompetensi, peralatan lifting yang layak pakai, prosedur dan rencana kerja yang telah diterapkan dan kondisi lingkungan yang memungkinan. Diharapkan apabila poin-poin keselamatan telah di laksanakan dengan benar operasi pengangkatan dapat berjalan lancar dan aman tanpa adanya incident.

 

Pengertian Safety Talk

Pengertian Safety Talk

Safety Talk

Safety talk adalah suatu cara untuk mengingatkan perkerja mengenai pentingnya kesehatan dan keselamtan kerja di tempat kerja. Materi – materi yang diberikan dalam safety talk bersifat spesifik yang ada di tempat kerja dan tidak harus dilakukan di ruang khusus. Misalnya tentang peralatan, bahan, material dan proses pekerjaan yang sering dilakukan setiap hari. Safety Talk biasanya dilakukan selama 5 – 10 menit.

 

Kenapa kita memberikan Safety Talk?

Safety talk digunakan sebagai pengenalan dan kontrol hazard dalam kegiatan di tempat kerja. Safety talk bisa dilakukan oleh, Supervisor, HSE Officer, anggota P2K3 atau orang yang paham mengenai pekerjaannya. Kita memberikan Safety talk karena merupakan tanggungjawab kita untuk memastikan pekerja mengenali dan mengetahui bahaya – bahaya yang ada di tempat kerjanya. Safety talk juga sebagai bentuk komitmen perusahaan dan karyawan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di tempat kerja.

 

Bagaimana melakukan Safety Talk?

  1. Topik bahasan sesuai dengan lokasi dan jenis pekerjaannya
  2. Menggunakan bahasa yang jelas agar lebih mudah dipahami oleh pekerja.
  3. Jelaskan bahwa yang anda bicarakan itu penting bagi mereka.
  4. Berikan informasi yang berkaitan dengan keselamtan / contoh kasus kecelakaan, namun sedapat mungkin menggunakan bahasa sendiri.
  5. Berikan informasi tentang jalur evakuasi , jalur emergency.
  6. Bicarakan tentang bagaimana mongontrol atau mencegah bahaya yang ada jika perlu gunakan peralatan yang nyata sebagai contoh agar lebih di mengerti.
  7. Ajukan pertanyaan – pertanyaan dan berikan jawaban yang mudah dipahami sesuai dengan pengetahuan anda.
  8. Catat dalam form setiap diskusi yang terjadi saat safety talk termasuk tanggal, topic dan nama – nama peserta.