13 March 2019

Apa Itu Perancah / Scaffolding

Apa Itu Perancah / Scaffolding

Scaffolding adalah suatu struktur atau rangka sementara yang dipasang khusus dan digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau pekerjaan sebagai mendukung lantai kerja (working platform) sehingga mampu dijangkau pekerja.

Scaffolding digunakan sebagai tempat bekerja dimana pekerja tidak dapat mencapai suatu ketinggian dari lantai atau landasan. Konstruksi scaffolding / perancah harus mampu menjamin keselamatan pekerja yang menggunakannya.

Rancang bangun scaffolding harus mengacu pada:

  • Stabilitas : Daya dukung tanah / landasan
  • Kekuatan : Beban berat, sedang, ringan
  • Kekokohan : Penguat pada structur¬† permanen / konstruksi
  • Keamanan : Handrail, tangga, toe board.

Berikut istilah yang sering digunakan dalam scaffolding:

  • Sole plate :

Papan tebal yang dipasang sebagai alas base plate yang berfungsi sebagai ganjal khusus pada landasan yang lunak.

  • Base plat :

Plat landasan sebagai dukungan standard, bila dilengkapi dengan stelan disebut adjustable plate.

  • Standard :

Pipa tegak lurus pada perancah yang meneruskan berat beban terhadap lantai atau landasan.

  • Transom / Putlog:

Pipa melintang pada perancah yang terikat rata pada bagian dalam standard.

  • Ledger :

Pipa membujur pada perancah yang terikat rata pada bagian dalam standard.

  • Brace :

Pipa menyilang yang terikat pada bagian luar standard atau transom atau ledger untuk mengkokohkan perancah.

  • Guard Rail :

Pipa atau jala pengaman yang dipasang pada tepi lantai kerja (platform).

  • Platform :

Lantai kerja dari papan atau aluminium sebagai tempat pijakan para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

  • Board Bearer :

Pipa melintang yang terikat diatas ledger sebagai tempat dudukan lantai kerja.

  • Toe Board :

Papan yang dipasang sebagai pengaman pada tepi lantai kerja.

  • Bay :

Luas bidang mendatar dibatasi oleh 4 buah standard yang saling berdekatan.

  • Lift :

Luas bidang tegak lurus dibatasi oleh 2 buah ledger dan 2 buah transom yang berdekatan.

Istilah beban yang mempengaruhi kapasitas scaffolding:

  • Beban Mati (Dead Loads)

Adalah berat Scaffolding dan perlengkapannya, seperti : landasan, pengamanan, hand rail, komponen pengikat, dan juga tangga.

  • Beban Tambahan (Environmental Loads)

Adalah beban yang timbul akibat pengaruh dari luar terhadap scaffolding, seperti :kekencangan angin, hujan, beban salju.

  • Beban Hidup (Live Loads)

Adalah berat pekerja, berat material, berat perkakas, dan beban benturan.

Ada beberapa jenis ukuran dalam scaffolding:

  • Scaffolding penggunaan ringan (Light Duty) dengan beban maksimum 225 kg/Bay.
  • Scaffolding penggunaan sedang (Medium Duty) dengan beban maksimum 450 kg/Bay.
  • Sccaffolding penggunaan berat (Heavy Duty) dengan beban maksimum 675 kg/Bay.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun scaffolding:

  • Ketinggian tidak boleh lebih dari 30 meter atau tidak lebih dari 3 kali panjang rangka melintang.
  • Dua buah rangka menyilang (brace) dipasang pada setiap lantai antara rangka yang berhadapan dengan tujuan untuk mencegah scaffolding terpelintir..
  • Tidak boleh lebih dari dua lantai yang dibebani pada waktu yang bersamaan.
  • Putlog atau ujung pipa harus ditempatkan menonjol keluar sekitar 5 cm dari tiang vertikal atau batang memanjang.
  • Palang penguat (Diagonal Brace) dipasang dengan arah memanjang harus dipasang pada sisi luar dari perancah, yaitu pertemuan pada jarak horizontal dan jarak vertikal dalam dua arah persilangan. Palang penguat dekat dengan titik persilangan antara tiang vertikal dengan batang memanjang,jadi setiap palang penguat dengan tiang vertikal saling bersilangan.

 

Demikian sedikit pengetahuan tentang scaffolding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *