21 March 2019

APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR merupakan akronim dari Alat Pemadam Api Ringan. Apar adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, umumnya dalam situasi darurat.

Ada dua jenis utama alat pemadam kebakaran : yaitu bertekanan di dalam dan dioperasikan oleh cartridge. Dalam unit bertekanan di dalam, gas penyembur disimpan pada ruang yang sama dengan bahan pemadam kebakaran tersebut. Tergantung pada bahan yang digunakan, jika berbeda maka bahan pendorong yang digunakan juga berbeda. Pada alat pemadam berisi bahan kimia kering, umumnya digunakan nitrogen; alat pemadam air dan busa biasanya menggunakan udara. Alat pemadam api bertekanan di dalam adalah jenis yang paling umum. Sedangkan jenis Alat pemadam yang dioperasikan Cartridge gas penyembur berisi dalam cartridge yang terpisah yang harus ditekan lebih dulu sebelum mengalir keluar, mendorong bahan pemadam.

Jenis ini tidak seperti biasa, digunakan terutama untuk fasilitas industri, di mana memerlukan penggunaan dengan kemampuan yang lebih tinggi dari yang biasa. serta memiliki keuntungan karena lebih sederhana sehingga memungkinkan pemakai untuk cepat melaksanakan pemadaman, hingga mampu mengendalikan api dalam kurun waktu yang cepat. Tidak seperti jenis bertekanan di dalam yang menggunakan nitrogen, alat pemadam ini menggunakan pendorong karbon dioksida bukan nitrogen, meskipun model cartridge nitrogen juga kadang digunakan pada temperatur rendah.

Jenis alat pemadam yang digunakan di seluruh dunia dioperasikan oleh Cartridge tersedia dalam bahan kimia kering dan jenis serbuk kering serta berbahan basah seperti air, busa, kimia kering (kelas ABC dan BC), dan bubuk kering (kelas D), berikut penjelasannya:

  1. APAR Dry Chemical.Dry Chemical atau ABC Powder bekerja memecah rantai kimia berantai antara bahan bakar, udara dan sumber panas pada tetrahedron kebakaran sehingga api cepat padam. Dry chemical yang umum digunakan adalah monoammonium phosphate untuk kebakaran A, B, dan C.
  2. APAR CO2(Karbon dioksida). Karbon dioksida adalah senyawa kimia alamiah yang menghalangi kontak oksigen dengan bahan yang terbakar dan menyerap panas sehingga cocok untuk kebakaran B dan C. Selain itu, APAR CO2 cocok untuk digunakan untuk pemadaman kebakaran di dalam ruangan dan tidak menimbulkan residu.
  3. APAR Foam/AFFF (Aqueous Film-Forming Foam).APAR Foam berfungsi menyelimuti permukaan area dan benda yang terbakar dengan lapisan busa, sehingga memisahkan oksigen dengan bahan bakar (smothering). Untuk kebakaran A dan B.
  4. Gas Pengganti Hallon Non CFC (HCFC-141B).Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu. Sangat efektif untuk digunakan pada semua risiko kelas kebakaran A, B dan C. Tidak menghantarkan listrik (non konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

 

Alat pemadam api selanjutnya terbagi lagi menjadi pemadam genggam yang juga disebut alat pemadam genggam dengan massa antara 0,5-14 kilogram, karena mudah dibawa dengan tangan. Berikutnya adalah alat pemadam api beroda biasanya memiliki massa lebih besar. Model beroda ini yang paling sering ditemukan di lokasi bangunan, bandar udara, heliports, Serta Dok dan pelabuhan.

Kita juga perlu mengenali APAR ini, karena kita tidak pernah tahu kapan bencana kebakaran akan muncul. Mental siap sedia itu bukan hanya perlu ditanamkan kepada petugas Satpam saja, tetapi harus dan perlu dimulai dari kita.

Writer: AW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *