Membangun Kepercayaan Diri Saat Bekerja

Membangun Kepercayaan Diri Saat Bekerja

Anda tentu ingin dihargai oleh kolega dan atasan di kantor serta memiliki perkembangan karir yang baik, ‘kan Rekan Kerja? Nah untuk itu, Anda harus menunjukkan kinerja baik di tempat kerja serta meningkatkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri bersumber pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri. Orang yang percaya diri tidak akan mudah putus asa dan patah semangat karena dia tahu jika dirinya mampu.

Namun, masih banyak orang yang merasa kurang percaya diri saat bekerja, mungkin karena mereka belum mempunyai pengalaman atau masih berstatus karyawan baru sehingga merasa belum memiliki kemampuan yang baik. Padahal jika Anda percaya diri di tempat kerja, Anda akan cenderung lebih tegas dan memiliki banyak inisiatif. Hal ini tentu juga akan menguntungkan perusahaan, karena kontribusi Anda akan lebih positif terhadap kemajuan bersama.

Merasa tidak percaya diri akan membuat Anda cenderung untuk berpikir berlebihan, menunda-nunda sesuatu, merasa tidak berdaya dan lepas kendali. Efeknya dapat memengaruhi kredibilitas Anda di tempat kerja karena orang lain akan melihat Anda sebagai pribadi yang lemah, kurang mampu dan kurang dapat diandalkan. Tentu Anda tidak mau ‘kan hal ini terjadi? Well, ada tujuh cara yang dapat mengatasi kurangnya percaya diri di tempat kerja. Apa saja? Yuk, kita simak.

1. Tonjolkan kelebihan

Setiap orang tentu mempunyai kelebihannya masing-masing. Jika Anda termasuk orang yang pemalu dan introvert, Anda dapat menonjolkan kelebihan yang lain seperti ketelitian dan kecepatan kerja Anda. Fokuslah pada kelebihan, keterampilan dan bakat yang Anda miliki. Fokuskan pada ketiga hal tadi dibandingkan memikirkan segala kelemahan Anda. Ketika fokus pada kelebihan yang dimiliki, maka Anda akan lebih percaya diri dan dapat mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Jangan memikirkan standar yang ditetapkan orang lain

Terlepas dari situasi apapun yang membuat Anda merasa kurang percaya diri, Anda harus tetap berpegang pada standar yang Anda miliki. Orang lain pasti akan mempunyai nilai-nilai yang berbeda dengan Anda, dan sekeras apapun Anda mencoba, Anda tidak akan pernah bisa memuaskan keinginan semua orang. Jangan khawatir jika ada orang yang menyebut Anda pemalas, konyol, tidak masuk akal, atau yang lainnya. Jangan sampai pendapat orang lain terhadap diri Anda memengaruhi kinerja dan kepercayaan diri Anda.

3. Ketahui kemampuan diri

Menurut seorang ahli personal branding, Arruda, salah satu cara terbaik untuk membangun rasa percaya diri adalah dengan mengenali kekuatan Anda dan menemukan bagaimana caranya untuk mengintegrasikan kekuatan itu ke setiap apa yang Anda lakukan setiap hari. Jangan lupa ya, Anda diterima di perusahaan tempat Anda bekerja karena kualitas yang Anda miliki. Jadi hargailah kemampuan diri Anda dengan menunjukkan kinerja terbaik di tempat kerja.

4. Minta pendapat orang lain

Untuk mengetahui kemampuan dan kekurangan diri Anda, mintalah penilaian orang lain tentang tiga kekuatan besar diri Anda. Dr. Katharine Brooks, direktur Liberal Arts Career Services at The University of Texas di Austin berpendapat bahwa dengan mendapatkan umpan balik dari koelga, teman, atau atasan tentang bagaimana kualitas kerja, dapat mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan Anda. Terkadang orang lain melihat bakat kita lebih dalam daripada diri kita sendiri, lho.

5. Bangun hubungan yang baik dengan sesama kolega

Berhubungan baik dengan kolega (Sumber: madonielive.com)

Cara ini merupakan cara paling mudah untuk membangun rasa percaya diri Anda di tempat kerja. Menjalin hubungan baik dengan kolega akan membuat Anda semakin nyaman dan percaya diri dalam bekerja. Jika Anda menjalin hubungan baik, Anda akan lebih paham dengan siapa Anda bekerja, sehingga akan timbul rasa saling percaya dan tidak ada lagi alasan untuk saling menjatuhkan antara satu dengan lainnya. Selain itu, Anda juga dapat lebih memahami mereka jika ada tindakan kolega yang dapat memengaruhi kepercayaan diri Anda.

6. Miliki integritas

Integritas merupakan cara Anda memandang dan menilai diri Anda sendiri. Tentu masing-masing orang mempunyai penilaian mengenai diri mereka sendiri. Nah, agar Anda dapat lebih percaya diri, Anda harus mempunyai integritas. Integritas yang dimaksud di sini adalah nilai-nilai yang Anda percayai, yakini dan perjuangkan. Semakin kuat integritas Anda, maka Anda tidak akan mudah goyah atau terpengaruh dengan omongan orang lain. Selain itu, kepercayaan orang lain terhadap diri Anda juga akan semakin besar.

7. Rayakan prestasi

Tentu Anda memiliki prestasi yang berhasil Anda raih dengan susah payah ‘kan? Saat kepercayaan diri Anda hilang, maka ingatlah kembali segala perjuangan yang pernah Anda lakukan untuk meraih setiap prestasi yang sudah pernah dicapai sebelumnya. Cara ini dapat memicu kinerja dan kepercayaan diri Anda semakin meningkat sehingga karir yang didapat juga semakin berkembang.

Jangan meremehkan kemampuan yang Anda punya dan jangan pula terus menerus memikirkan kekurangan Anda. So, percayalah pada diri Anda dan orang lain juga akan lebih menghargai Anda.

Manfaat Dari Sebuah Team Work

Manfaat Dari Sebuah Team Work

Meringankan Beban Kerja – Pembagian kerja dalam tim akan diperlukan untuk mencapai satu tujuan, semestinya bobot pekerjaan ini harus dibagi sama rata dan sesuai kemampuan masing-masing orang. Dalam sebuah perusahaan atau organisasi memberikan tugas atau pekerjaan sesuai dengan kemampuan akan sangat efisien dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Di dalam tim juga akan muncul sebuah kerja sama dimana orang yang telah menyelesaikan tugasnya lebih dulu dapat membantu teman yang belum selesai.

Melahirkan Sebuah Ide – Dari sebuah tim akan lahir inspirasi, ide serta solusi yang optimal dimana biasanya tim ini terdiri dari orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

Saling Mendukung dan Rasa Memiliki – Sebuah teamwork biasanya akan saling bahu-membahu dan saling membangun kepercayaan satu sama lain. Hal ini juga sangat berguna saat menghadapi situasi sulit pada sebuah pekerjaan atau project. Ketika seseorang bekerja sendiri maka cenderung akan mengambil keputusan yang tidak rasional, namun solusi akan mudah di dapatkan dengan adanya sebuah tim.

Mendapat Pengetahuan Baru – Ketika kita bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan pengalaman di sebuah tim maka pengetahuan kita akan bertambah. Kita bias belajar dan meningkatkan skill dari pengetahuan teman yang lain.

Jika selama ini masih ada yang berpikiran bekerja dalam sebuah tim di nilai hanya menguntungkan perusahaan atau organisasi semata, sebenarnya tidak seperti yang kita pikirkan. Nah sahabat, bekerja dalam sebuah tim ternyata banyak memberi manfaat untuk diri sendiri.

Membangun Teamwork Yang Solid

Membangun Teamwork Yang Solid

Dalam dunia kerja dan usaha, tidak dikenal istilah single fighter. Semua merupakan hasil kerja tim. Semua anggota saling membantu dan mendukung demi tercapainya tujuan yang dicanangkan.

Sayangnya, untuk membuat sebuah tim yang solid dan kompak memang tidak mudah. Karena ada banyak kepala di dalamnya yang pasti punya pemikiran yang berbeda. Pikiran-pikiran para anggota tim ini punya kecenderungan saling berbenturan.

Perselisihan adalah sesuatu yang wajar terjadi di dalam tim kerja. Ini merupakan dinamika yang tidak bisa ditolak. Inilah yang akhirnya membuat sebuah tim sulit untuk mencapai kerja maksimal.

Tapi jangan khawatir. Sesuatu yang sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan. Selama Anda tahu caranya, pasti bisa membangun kerja tim yang solid dan efektif. Ingin tahu caranya? Simak ulasan berikut ini.

1. Punya Visi dan Misi yang Sama

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan baik dan efektif jika setiap anggotanya memiliki visi dan tujuan yang berbeda.

Sebagai contoh, Si A ingin ke utara, B maunya ke selatan, C justru memilih ke tenggara. Dapat dipastikan, tim yang berisi orang-orang seperti itu tidak akan bisa mencapai target.

Karena itu, dari mulai pimpinan hingga anggota tim harus memiliki visi dan misi yang sama. Sehingga dalam setiap tindakan yang diambil merupakan pengejawantahan dari visi dan misi tim. Bukan visi dan misi individu.

2. Bangun Rasa Saling Percaya

Rasa saling percaya menjadi syarat mutlak untuk bisa membangun kerja tim yang solid. Karena tidak akan ada kerja tim yang sukses jika anggotanya tidak saling percaya. Akhirnya seluruh anggota hanya bekerja masing-masing secara individual.

Rasa percaya ini akan menegaskan bahwa tugas yang diemban setiap orang pasti berbeda kadarnya. Setiap anggota tim akan yakin bahwa tugas yang dibebankan kepada rekan satu tim akan terlaksana dengan baik dan sesuai kemampuan masing-masing.

3. Komunikasi Intensif

Jangan pernah anggap sepele masalah komunikasi. Ketika komunikasi sesama angota tim macet, dipastikan kerja tim akan berantakan. Karena setiap orang tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Karena itu lakukan komunikasi secara intensif. Baik melalui meeting pagi atau pertemuan lain yang dilakukan oleh seluruh anggota tim kerja. Sehingga setiap orang akan mengerti tugas dan target yang harus dilaksanakan.

Komunikasi antaranggota tidak perlu harus selalu bertatap muka. Saat ini sudah banyak aplikasi komunikasi yang bisa digunakan.

Seperti WhatsApp, BBM, Line, atau yang lainnya. Manfaatkan fasilitas tersebut untuk menjalin komunikasi intensif antarsesama anggota tim.

4. Adakan Kegiatan Bersama

Tak kenal maka tak sayang. Bagaimana bisa menjalin kerja sama dalam tim jika setiap orang yang ada di dalamnya tidak saling mengenal?

Karena itu, dalam usaha membangun kerja tim yang solid, mutlak harus sering melakukan kegiatan bersama. Khususnya hal-hal di luar pekerjaan.

Mulailah dari yang ringan seperti makan siang bersama. Bisa dilakukan di kantin kantor, atau pergi ke rumah makan yang disepakati bersama.

Adakan kegiatan olahraga bersama yang melibatkan seluruh anggota tim. Mungkin bisa langsung diterapkan dengan berjalan kaki di hari Minggu di acara Car Free Day.

Bisa juga dengan bermain badminton dengan menyewa satu lapangan untuk beberapa jam di luar jam kantor.

Kegiatan di luar pekerjaan ini akan membentuk chemistry kerja sama yang kuat di antara sesama anggota tim.

5. Buat Sistem Penghargaan

Pacu motivasi bekerja seluruh tim dengan membuat sistem penghargaan. Siapa pun yang punya prestasi, laik diganjar dengan reward.

Inti dari pemberian penghargaan ini adalah agar seluruh tim merasa kerja keras mereka dihargai oleh perusahaan.

Selain itu, dengan sistem penghargaan, anggota tim yang lain pun akan terpacu untuk memberi yang terbaik. Sehingga diharapkan nantinya, semuanya akan bekerja secara optimal dan mampu mencapai tujuan secara bersama-sama.

Ada banyak bentuk penghargaan yang bisa diterapkan. Dari mulai membuat label “karyawan terbaik bulan ini”, “karyawan dengan penjualan terbanyak”, atau bahkan pemberian bonus di luar upah yang diterima setiap bulan.

6. Pahami Peran dan Tanggung Jawab

Laiknya sebuah tim sepak bola, setiap anggota tim juga punya peran dan tanggung jawab yang berbeda. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh seluruh anggota tim.

Jangan sampai semuanya ingin jadi kiper atau semuanya ingin jadi striker. Bisa berabe.

Membangun kerja tim yang kompak dan efektif pasti butuh pemahaman tentang peran dan tanggung jawab. Sehingga mereka bisa lebih fokus dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

7. Tingkatkan Kompetensi Tim

Seperti halnya peran dan tanggung jawab, tingkat kompetensi yang dimiliki tim pun pasti berbeda. Jika ternyata tingkat kompetensi antaranggota tim terlalu jauh perbedaannya, saatnya untuk meningkatkannya melalui pelatihan.

Pastikan kompetensi yang dimiliki setiap anggota tim memang sesuai dengan pekerjaan dan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka.

Kalau memang kemampuan yang dimiliki masih belum memenuhi ekspektasi, bisa menghubungi departemen SDM untuk mencari pelatihan yang sesuai.

Ingat, kerja tim akan bisa berjalan dengan baik dan sukses jika masing-masing anggota memang punya kompetensi yang sesuai dengan pekerjaannya.

8. Saling Menghormati dan Menghargai

Perbedaan pendapat dan perselisihan adalah sebuah hal yang jamak terjadi dalam  sebuah tim. Justru dari perbedaan itu, tim akan semakin kaya dengan ide dan pemikiran yang bisa memudahkan jalan menuju target yang dicanangkan.

Tentu saja, selama masing-masing anggota bisa saling menghormati dan menghargai. Menghormati pendapat orang lain yang berbeda. Menghargai hak-hak orang lain dalam mengemukakan pendapat.

Rasa hormat ini nantinya akan membentuk semacam rantai penghubung yang kuat di antara sesama anggota tim.

Sebesar apa pun perbedaan yang terjadi tak akan mampu mengikis kekompakan tim jika rasa saling menghargai dan menghormati sudah tertanam mendalam di dalam diri seluruh anggota.

9. Komitmen yang Kuat

Untuk membentuk sebuah kerja tim yang kompak dan solid dibutuhkan komitmen yang kuat dari setiap anggota. Karena setiap orang akan saling menopang kerja anggota yang lain. Satu orang pincang, maka proses kerja pun tidak akan maksimal.

Pincang bukan hanya dalam hal fisik. Tapi lebih kepada spirit juang dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan. Ketika ada anggota yang menurun semangatnya, hal ini bisa berimbas buruk kepada anggota yang lain.

Karena itu, setiap anggota tim harus bisa saling menyemangati rekannya yang tengah menurun performanya. Sehingga mereka bisa selalu berada dalam level yang sama dalam menjalani tugas yang dibebankan.

Tidak ada lagi yang tertinggal karena tidak mendapat perhatian dari rekan kerjanya.

10. Evaluasi Rutin

Kunci sukses sebuah kerja tim adalah evaluasi. Dari evaluasi ini bisa dilihat mana yang sudah berjalan sesuai rencana, mana yang harus mendapat suntikan motivasi, atau kekurangan apa yang harus diperbaiki.

Evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan. Tapi lebih memberi arahan dan masukan agar proses kerja selalu bisa berada di jalur yang direncanakan. Kalaupun ada perubahan, itu merupakan hasil yang sudah disepakati bersama.

Dengan evaluasi, tingkat kesuksesan kerja tim bisa dipantau dan diawasi dengan baik.

Manfaat Percaya Diri Saat Bekerja

Manfaat Percaya Diri Saat Bekerja

Banyak manfaat yang didapatkan seseorang jika memiliki sikap atau rasa percaya diri dengan baik. Percaya diri sendiri merupakan bentuk keyakinan untuk menyakini segala sesuatu yang berkaitan erat dengan kemampuan yang dimiliki dirinya. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi adalah hal yang dibutuhkan untuk dapat meraih sebuah kesuksesan dan cita-cita yang Anda impikan.

Tidak semua orang mampu menunjukkan sikap percaya diri yang baik, karena diantara mereka kurang memahami apa itu rasa percaya diri. Orang menganggap jika sikap percaya diri itu dianggap sebagai sikap orang yang sombong dan tidak mau bekerja sama dengan orang lain, padahal anggapan itu semua salah. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang baik, akan menunjukkan kedewasaan yang baik, serta memiliki kualitas diri yang baik. Berikut ciri-ciri dari orang yang memiliki rasa percaya diri dengan baik:

  1. Percaya dan yakin akan kemampuan dan potensi diri sendiri, sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, ataupun rasa hormat dari orang lain.
  2. Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok.
  3. Berani untuk menerima dan menghadapi penolakan orang lain.
  4. Mempunyai pengendalian diri yang baik (tidak mudah marah dan emosi).
  5. Memandang keberhasilan atau kegagalan tergantung dari usaha dan kerja keras diri sendiri.
  6. Tidak mudah menyerah pada nasib, keadaan serta tidak mudah tergantung pada orang lain.
  7. Memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap dirinya sendiri.
  8. Memiliki cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi sekitar.
  9. Memiliki tujuan hidup dan harapan yang pasti, sehingga melakukan dan menerima segala sesuatu dilihat dari sisi positif dan negatifnya.

Selain sikap diatas, banyak sikap positif lainnya yang menjadi ciri-ciri dari orang yang memiliki percaya diri dengan baik. Bedahalnya dengan orang yang tidak memiliki rasa percaya diri dengan baik, karena kebanyakan diantara mereka hanya mencari cara supaya diakui dan diterima oleh orang lain atau kelompok. dan juga apa yang mereka lakukan terkadang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Banyak orang yang ingin memiliki kemampuan untuk selalu tampil percaya diri dengan baik, karena memang jarang orang yang sejak lahir memiliki kemampuan untuk percaya diri. Untuk memiliki kepercayaan diri yang baik, Anda bisa melakukan banyak hal, sepert: mencoba untuk berani, menjadi diri sendiri, berorganisasi dan banyak yang lainnya. Jika Anda memiliki kepercayaan diri yang baik, maka Anda akan mendapatkan banyak manfaat dari kepercayaan diri Anda tersebut.

Berikut manfaat dari percaya diri:

  1. Anda berani menjadi individu yang sesuai dengan jati diri Anda
  2. Selalu optimis dalam menjalani semua hal
  3. Akan mudah untuk meraih kesuksesan
  4. Tidak ragu-ragu dalam melakukan sesuatu
  5. Anda mampu untuk mengembangkan kemampuan yang Anda miliki
  6. Anda akan mampu untuk mengekspresikan diri Anda secara positif
  7. Anda akan mudah berfikir secara realistis
  8. Anda akan memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin
  9. Anda siap mengkritik dan dikritik
  10. Punya semangat yang kebih tinggi
  11. Mentalitas Anda akan kuat

Banyak orang yang mencari cara untuk menambah dan meningkatkan rasa percaya diri atas semua yang dia miliki dengan melakukan berbagai cara. Memang banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri yang Anda miliki, namun belum tentu cara tersebut bisa efektif merubah diri Anda dari seseorang dengan rasa percaya diri yang lemah menjadi orang dengan rasa kepercayaan tinggi yang baik.

KEBIASAAN BURUK YANG HARUS DIHINDARI

KEBIASAAN BURUK YANG HARUS DIHINDARI

Disaat bicara soal kesehatan, umumnya kita akan langsung tertuju pada pola makan dan olahraga. Meski dua hal itu krusial,  alangkah baiknya kita  menghentikan segala kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukan baik secara sadar maupun tidak. Pasalnya, bila kebiasaan yang buruk bagi kesehatan tetap dilakukan, diet sehat dan olahraga juga tidak akan memberikan manfaat yang maksimal.

Berikut hal-hal yang perlu dihindari dalam aktifitas sehari-hari :

  1. Menahan Kencing.

Menahan kencing terlalu lama adalah hal yang kurang bagi kesehatan, karena akan membuat aliran urine terhenti dan memberi kesempatan bakteri untuk tumbuh di kandung kemih, lalu bakteri itu akan pindah ke ginjal yang bisa beresiko terkena penyakit seperti infeksi kandung kemih dan sakit ginjal.

  1. Terlalu lama mengunyah permen karet

Mengunyah permen terlalu lama dan setiap saat bisa menekan rahang. Kegiatan mengunyah berlebih itu akan menimbulkan cedera sendi dan nyeri setelahnya. Tak cuma itu, terlalu lama mengunyah permen karet juga membuat udara tertelan terlalu banyak dan bisa menyebabkan perut kembung.

  1. Menggigit kuku

Menggigit kuku dapat menyebabkan kerusakan pada kuku dan meningkatkan resiko infeksi kulit di sekitarnyajuga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atau infeksi lainnya karena masuknya kuman dari jari ke mulut dan dalam tubuh.

  1. Seharian menatap layar komputer

Menatap layar komputer terlalu lama tanpa jeda istirahat dapat menyebabkan masalah visual, termasuk ketegangan mata dan kerusakan retina.

  1. Duduk terlalu lama

Terlalu lama duduk dan tidak bergerak secara aktif dapat mengarah ke semua risiko kesehatan, termasuk kenaikan berat badan, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, orang yang keseringan duduk juga biasanya mengalami ketegangan otot punggung dan leher.

  1. Membawa tas berat hanya di satu pundak

Saat Anda membawa tas berat di satu sisi, anda memberikan tekanan pada saraf yang akan memicu pegal, kaku serta nyeri di antara leher, bahu, dan tulang belakang. Bila hal tersebut dilakukan secara konsisten, postur tubuh pun akan terganggu.

 

  1. Memakai sepatu yang terlalu sempit

Hal ini biasanya paling sering terjadi pada wanita. Karena alasan estetika, wanita kerap mengorbankan kenyamanan dan kesehatannya sendiri. Padahal, memakai alas kaki yang salah dapat mempengaruhi kesehatan kaki, lutut, pinggul dan, punggung.

  1. Jadwal tidur yang tidak menentu

Dapat dipahami bahwa semakin bertambah usia dan semakin banyak hal yang mesti dikerjakan, kemungkinan untuk memiliki jadwal tidur yang tidak menentu semakin besar. Namun, kebiasaan tidur yang buruk seperti ini dapat menurunkan kesehatan fisik secara umum di kemudian hari.

  1. Memencet komedo dengan tangan

Saat memencet komedo menggunakan tangan, akan mengantarkan kotoran baru yang masuk ke dalam pori-pori. Kuman di tangan akan berpindah ke wajah. Kotoran yang masuk ke melalui pori-pori tadi akan membentuk infeksi bakteri dan terbentuklah jerawat.

Kebiasaan buruk di atas mungkin terlihat sepele. Namun, bila sering  dilakukan, bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan di masa mendatang. Jadi, jangan sia-siakan usaha mengatur pola makan dan olahraga hanya karena kebiasaan tersebut. Bila perlu, mintalah bantuan orang terdekat untuk selalu mengingatkan dan menghentikan bila kebiasaan buruk itu terulang kembali.

Stress di tempat kerja ? Begini Cara Mengatasinya

Stress di tempat kerja ? Begini Cara Mengatasinya

Pekerjaan yang seakan tidak ada habisnya, tekanan kerja serta jenuh terhadap rutinitas pekerjaan yang itu-itu saja seringkali menjadi pemicu stres di tempat kerja. Bukan tidak mungkin, hal ini akan berdampak pada performa kerja.

Apapun penyebab stres yang Anda miliki, Anda bisa mengurangi atau mengatasi stres di tempat kerja. Berikut 8 cara menghilangkan stres yang dapat Anda coba :

1. Ajukan pertanyaan lebih banyak

Jika Anda telah diberi sebuah proyek tapi tidak tahu bagaimana cara melakukannya sebaiknya jangan ragu mengajukan pertanyaan. Hal ini dikarenakan untuk menyingkirkan kesalahpahaman dan mengurangi kemungkinan miskomunikasi, sehingga dapat dengan mudah mengurangi stres.

2. Lepaskan perangkat digital

Jika Anda terus-menerus harus bekerja dengan menggunakan telepon, email, dan akun media sosial buatlah jadwal untuk mengistirahatkan diri Anda dari gadget.

3. Atur diri Anda lebih baik

Selalu panik dan khawatir cenderung menyebabkan burnout. Jadi atur diri Anda sebaik mungkin saat bekerja. Buatlah daftar rincian tentang apa yang harus Anda lakukan pada hari itu dan cobalah untuk mencapainya.

4. Pergi keluar untuk makan siang

Pergi keluar untuk mendapatkan udara segar dan bersantai bisa membantu menghilangkan tekanan dan memberi waktu untuk Anda memulihkan diri dan menyegarkan pikiran.

5. Minum air yang cukup

Bila Anda stres, kemungkinan Anda lupa akan pentingnya hidrasi. Disarankan minum air yang cukup untuk mencegah sakit.

6. Ambil istirahat sejenak

Penting mengambil waktu untuk beristirahat sejenak di sela-sela pekerjaan Anda. Entah itu jalan kaki ke pantry untuk mengambil minum atau melakukan latihan sederhana di meja kantor.

7. Bersantai sepulang kantor

Ambilah beberapa waktu untuk menenangkan pikiran Anda, bisa dengan latihan pernapasan atau dengan ritual meditasi sederhana.

8. Berhenti overthinking

Memikirkan sesuatu secara berlebihan akan membuat mental Anda kacau sehingga Anda mengalami insomnia dan makin stres dari sebelumnya.

Pengertian Burnout Syndrome

Pengertian Burnout Syndrome

Apa Itu Syndrom Burnout ?

Sindrom Burnout  awal diperkenalkan pertama kali di tahun 1980 oleh seorang psikoanalis terkemuka Amerika Serikat yang bernama Freudenberger.  Meski kata – kata ini sudah diperkenalkan sejak 48 tahun yang lalu, burnout belum dikenal dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar masyarakat dunia modern.  Kita sering mendengar keluhan- keluhan seperti ini : ‘’ aku kelelahan, seperti kehabisan baterai’’ atau ‘’aku seperti mesin tua yang tak bertenaga’’. Keluhan-keluhan tersebut sering terdengar di sekitar kita tapi sebagian besar kita akan menganggap bahwa ucapan seperti itu hanyalah keluhan akibat kurang tidur atau kurang berolahraga malah justru sebagian lagi berpikir keluhan semacam itu bisa jadi alasan untuk bermalas-malasan.

Padahal hal tersebut merupakan sebuah analaogi Jika sebuah baterai kehabisan energinya, maka baterai tersebut tidak akan bisa bekerja. Secara metafora, sindrom Burnout ialah kehabisan energi seperti baterai kehabisan energinya. Namun secara medis, hingga kini definisi burnoutmasih didiskusikan oleh ahli kedokteran jiwa dan kedokteran okupasi.  Tapi satu yang pasti sindrom burnout sudah menjadi masalah dan karena itu diagnosis burnout dapat ditemukan di ICD 10 (International Classification Of Disease 10) yakni pada kode diagnosis Z.73.0.

Lalu, apa sih sebenarnya Sindrom Burnout itu?

Sindrom Burnout ialah kelelahan berlebihan secara fisik, mental dan emosi akibat stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Ketika kita mengalami  satu stres dan aktivitas pekerjaan yang berlebihan kemudian dibebani oleh stres lain lagi dan tuntutan baru lagi secara naluriah kita akan berusaha memenuhi semua tuntutan tersebut dan kemudian dibebani oleh jadwal pekerjaan dan juga beban lain dan jika hal tersebut terjadi berkepanjangan maka stres tersebut dapat menyerap energi fisik dan emosi hingga mental kita secara perlahan.

Apa Penyebab yang menyebabkan Sindrom Burnout?

Awalnya sindrom burnout dikaitkan dengan stres pekerjaan namun menurut penelitian terbaru sindrom burnout bukan hanya mengenai stres pekerjaan melainkan ada beberapa faktor antara lain:

  1. Ekonomi : stres akibat permasalahan ekonomi yang semakin meningkat pada era modern menghasilkan manusia modern yang akan bekerja keras untuk memenuhi tuntutan ekonomi sehingga mengesampingkan kebutuhan untuk beristirahat atau mengambil libur.

  2. Lingkungan Pekerjaan: Jika pekerjaan kita memiliki stres yang tinggi namun ketika lingkungan bekerja kita kondusif dan mendukung maka umumnya pekerjaan terasa lebih ringan. Namun jika lingkungan pekerjaan begitu kompetitif, rekan kerja yang kurang fleksibel, mekanisme kerja yang tinggi hingga ketidakpastian posisi di pekerjaan disebutkan menjadi salah satu faktor sindrom burnout.

  3. Kehidupan sosial: Kehidupan sosial meliputi hubungan ditengah keluarga, pertemanan hingga masyarakat secara luas. Stres yang dialami oleh manusia bisa berasal dari lingkungan sosial ini. Hubungan keluarga yang tak harmonis atau tidak hangat,  hubungan yang kurang terbuka dengan teman akrab ditambah lagi kehidupan di era modern dimana manusia lebih terpaku kepada sosial media dan gadget sehingga kurang berkomunikasi dengan teman di sekitar.
    Ketiga faktor diatas akan menyebabkan stres psikososial  dan stres psikomental  yang akhirnya menyebabkan sindrom burnout.

    1. Gejala fisik Sindrom Burnout
    a. Mudah lelah
    b. Gangguan masalah imun, mudah terserang flu
    c. Sering mengeluh sakit kepala dan nyeri otot
    d. Gangguan pola tidur dan pola makan

    2.Gejala Emosi Sindrom Burnout:
    a. Pesimis dan menjadi mudah ragu
    b. Merasa mudah menyera
    c. Tidak termotivasi
    d. Menjadi lebih sinis, sensitif dan agresif

    3.Gangguan Prilaku yang sering pada Sindrom Burnout :
    a. Menarik/Menghindari tanggung jawab
    b. Menarik diri dari pergaulan
    c. Menjadi lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan
    d. Mencari pengalihan kepada penggunaan alkohol, obat-obatan atau makanan

 

Sindrom burnout yang tidak diselesaikan dengan baik bisa mengarah kepada depresi, gangguan cemas hingga prilaku percobaan bunuh diri.

Stres dan Sindrom burnout berbeda. Sindrom burnout adalah stres yang berkepanjangan dan tidak terselesaikan dengan baik. Orang yang mengalami stres masih menaruh harapan pada apa yang ia kerjakan dan stres lebih cenderung kepada gejala fisik. Namun Sindrom burnout ialah stres yang pada akhirnya berakibat bukan hanya kepada gejala fisik melainkan juga mental dan emosi sehingga diikuti dengan perasaan tidak ada harapan, agresif dan depresif. Seringnya seseorang yang mengalami sindrom burnout tidak menyadari ia mengalami gangguan tersebut tetapi orang disekitar mulai melihat penurunan kualitas pekerjaan, perubahan prilaku dan gangguan kesehatan seperti kelelahan yang berkepanjangan.

Bagaimana menjaga agar stres tidak menjadi Sindrom Burnout?

  1. Evaluasi kembali prioritas hidup kita. Pikirkan secara terbuka apa yang menjadi prioritas, tujuan dan harapan kita. Belajarlah mengatakan ‘’tidak’’ jika beban yang Anda terima sudah melelahkan dan Anda butuh istirahat.

  2. Berikanlah jeda pada kehidupan teknologi Anda, jika Anda kelelahan hindarilah kebiasaan berseluncur di dunia sosial media, hindari kebiasaan duduk didepan televisi dan komputer.

  3. Kembalikan sisi kreatif Anda, ingat kembali hobi Anda. Jika Anda masih bingung apa yang ingin Anda lakukan, ambilah jeda untuk berlibur, lebih dekat dengan alam menurut penelitian sangat baik bagi kesehatan fisik dan emosi.

  4. Berikan waktu untuk relaksasi, olahraga dan tidur yang cukup dapat membantu otot-otot Anda yang tegang akibat stress yang berlebihan. Yoga, meditasi, pilates hingga lari dapat membantu Anda rileks dan mendapatkan kualitas tidur yang baik.

  5. Makanlah makanan yang sehat, makanan yang sehat dan rendah gula akan membantu tubuh Anda untuk rileks karena berpengaruh pada kadar hormon stres (kortisol).  Hindari alkohol dan kopi yang belebihan, alkohol dan kopi baik diminum secukupnya saja, pada saat stres berlebihan tidak disarankan mengkomsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan karena mengganggu pola tidur, regulasi gula hingga peningkatan hormon stres.

 

Sangat penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan fisik, mental dan emosi demi kualitas hidup yang lebih baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat jika Anda mengalami kecurigaan kelelahan atau stres yang berlebihan.

Macam Macam Jenis Alat Pemadam Kebakaran

Macam Macam Jenis Alat Pemadam Kebakaran

Alat Pemadam Api Ringan (Fire Extinguisher) yang biasanya disingkat dengan APAR adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya berbentuk tabung yang diisikan dengan bahan pemadam api yang bertekanan tinggi. Dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), APAR merupakan peralatan wajib yang harus dilengkapi oleh setiap Perusahaan dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan asset perusahaannya.

Jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Berdasarkan Bahan pemadam api yang digunakan, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dapat digolongkan menjadi beberapa Jenis. Diantaranya terdapat 4 jenis APAR yang paling umum digunakan, yaitu :

1. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Cairan/Water

APAR Jenis Air (Water) adalah Jenis APAR yang disikan oleh Air dengan tekanan tinggi. APAR Jenis Air ini merupakan jenis APAR yang paling Ekonomis dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet, Plastik dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan Instalasi Listrik yang bertegangan (Kebakaran Kelas C).

2. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Busa/Foam (AFFF)

APAR Jenis Busa ini adalah Jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran. APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak, Alkohol, Solvent dan lain sebagainya (Kebakaran Jenis B).

3. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Serbuk Kimia/Dry Chemical Powder

APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR Jenis Dry Chemical Powder ini merupakan Alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

APAR Jenis Dry Chemical Powder tidak disarankan untuk digunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada mobil.

4. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)

APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah Jenis APAR yang menggunakan bahan Karbon Dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya.  APAR Karbon Dioksida sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (Instalasi Listrik yang bertegangan).

Jenis-jenis atau Kelas-kelas Kebakaran

Kita perlu mengetahui kelas-kelas kebakaran atau penyebab terjadinya api supaya jenis APAR yang dipergunakan efektif dalam mengendalikan kebakaran tersebut.

Berikut ini adalah Kelas-kelas Kebakaran :

Kebakaran Kelas A

Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu, Karet dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas A adalah APAR jenis Cairan (Water), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

Kebakaran Kelas B

Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar, Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas B adalah  APAR jenis Karbon Diokside (CO2), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

Kebakaran Kelas C

Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh Instalasi Listrik yang bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis Karbon Diokside (CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).

Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium, aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini perlu APAR khusus dalam memadamkannya.

Kebakaran Kelas K

Kebakaran Kelas K merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh minyak masak (minyak sayur, minyak hewan) ataupun lemak yang biasanya dipergunakan dalam dapur masak. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan Kebakaran Kelas K adalah  APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Karbon Diokside (CO2).

Begini Cara Penggunaan Fire Extinguisher Secara Benar

Begini Cara Penggunaan Fire Extinguisher Secara Benar

Begini cara menggunakan Fire Extinguisher dengan benar yang merupakan sebuah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh karyawan pada sebuah perusahaan.

Fire Extinguisher atau alat pemadam kebakaran bisa menyelamatkan nyawa dan inventaris dalam sebuah Perusahaan, dengan melakukan pemadaman kebakaran yang apinya masih kecil alat pemadam api ringan atau yang biasa disebut dengan portable fire extinguishher dapat dipergunakan terlebih dahulu untuk memadamkan kebakaran, sampai mobil kebakaran datang untuk membantu proses pemadaman lebih lanjut, alat pemadam api ringan mempunyai keterbatasan karena api dapat menyebar begitu cepat.

Jika kebakaran tidak dapat di kendalikan dengan alat pemadam api atau karena anda tidak mengetahui cara menggunakan alat pemadam api sebaik nya segera lakukan evakuasi, segera panggil petugas kebakaran.

Cara menggunakan Fire Extinguisher yang perlu di ketahui adalah :

  1. Tarik kunci pengaman.Saat mencabut kunci pengaman yang perlu di perhatikan jangan menekan kedua tuas ( tuas atas dan tuas bawah secara bersamaan hal ini akan membuat pin atau kunci pengaman susah dilepas karena pin tertekan.
  2. Pegang bagian ujung selang. Jangan sekali kali menekan bagian tengah atau pangkakl selang. karena akan mengakibatkan media tidak terarah dengan baik.
  3. Arahkan selang ke sumber api. Mengarahkan selang tepat ke sumber api akan mempercepat proses pemadaman, kesalahan yang sering dilakukan, pengguna mengarahkan ke bagian atas sumber api atau tepatnya yang di tembak bagian lidah apinya sehingga kebakaran lama padam bahkan resiko terburuk api tidak padam.
  4. Tekan tuas ( katup ) bagian atas sepenuhnya. Lakukan hal ini dengan benar karena dengan menekan tuas secara penuh akan lebih cepat mengeluarkan seluruh isi media alat pemadam kebakaran, sehingga api segera padam.
  5. Sapukan dari satu sisi ke sisi lainya. hal ini dilakukan agar media merata dan kebakaran dapat dipadamkan dengan segera.

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api dengan benar harus ditanamkan kepada calon pengguna agar mereka dapat melakukan proses pemadaman dengan segera, kasus kebakaran terjadi karena pada umumnya tidak memiliki alat pemadam kebakaran yang memadai

Tips Cara Menggunakan Alat Pemadam Api :

  • Gunakan alat pemadam api ringan saat api masih kecil, pastikan api tidak cepat menyebar, lakukan evakuasi kepada semua orang yang ada di dalam gedung, hubungi petugas kebakaran, dan pastikan ruangang tidak penuh dengan asap.
  • Gunakan media pemadam api yang dapat memadamkan segala jenis kebakaran dengan kapasitas memadai dan tidak terlalu besar sehingga alat pemadam kebakaran tidak terlalu berat saat digunakan.
  • Pilih alat pemadam api yang sudah memiliki sertifikat pengetesan dari lembaga terkait.
  • Baca instruksi penggunan yang melekat pada tabung dan pastikan anda telah memahaminya dengan benar, pelatihan penggunaan alat pemadam api sangat dibutuhkan.
  • Letakkan alat pemadam api pada tempat yang mudah dijangkau, tinggalkan dengan segera jika ruangan di penuhi dengan asap.
  • Setiap gedung diwajibkan untuk mempesiapkan jalur evakuasi.

Dengan memahami Cara Menggunakan Alat Pemadam Api yang benar  dan latihan secara berkala anda akan dapat menghadapi musibah kebakaran kebakaran dengan lebih tenang dan kebakaran akan lebih cepat terkendali sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih besar.

Teknologi Penyelamat: Mesin CPR Portable Otomatis ( AutoPulse )

Teknologi Penyelamat: Mesin CPR Portable Otomatis ( AutoPulse )

Saat jantung seseorang berhenti, kita hanya memiliki beberapa detik untuk bergerak melakukan tindakan Cardiopulmonary ResuscitationCPR , hal ini dilakukan untuk membantu sirkulasi oksigen kepada orang yang sedang tidak sadarkan diri.

Dengan bantuan Portable CPR Automatic Machine ( AutoPulse ) kita bisa melakukan pertolongan CPR secara lebih akurat dan juga lebih terkontrol agar korban tetap bisa bernafas dengan bantuan alat tersebut, mesin ini sendiri sudah cukup teruji dalam pemakaiannya dan juga membantu banyak korban.

Fungsi Automatic CPR Machine ( AutoPulse )

Jika CPR dilakukan dengan benar maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai salah satu metode penyelamat saat menunggu korban tidak sadarkan diri mendapat pertolongan dari tenaga medis, namun tahukah kalian bahwa CPR sendiri adalah gerakan yang cukup berbahaya dilakukan jika kita tidak berpengalaman dalam melakukan hal tersebut dan malah beresiko menyakiti korban yang tidak sadarkan diri tersebut.

Dengan adanya bantuan AutoPulse kini Citizen pada umumnya / bukan tenaga medis bisa melakukan pertolongan CPR kepada korban lainnya, hal ini dikarenakan AutoPulse mampu bekerja secara otomatis dan mampu membaca diameter tubuh dari korban.

Nantinya ketika AutoPulse membaca diameter tubuh korban, Alat tersebut akan mengikat tubuh korban secara otomatis dan memberikan bantuan CPR secara terus menerus dan tidak berhenti, jika manusia yang melakukan CPR tenaga yang dibutuhkan terkadang terlalu besar, atau bahkan terlalu kecil.

Untuk Video dokumentasi bisa kalian lihat pada Video dibawah ini tentang cara penggunaan dan juga cara kerja dari Device AutoPulse ini.

Meskipun benefit yang ditunjukan cukup besar, namun tidak sebagian juga yang menolak untuk menggunakan Device ini, ini dikarenakan adalah harganya yang terlalu mahal untuk sebagain orang, harga 1 unit Device ini sehara $10.000.

Makanya lebih banyak orang menggunakan teknologi CPR manual dibandingkan dengan device ini, padahal secara statistik Mesin ini mampu memberikan presentase angka yang cukup tinggi dalam menyelamatkan korban seperti yang kalian lihat pada grafik yang ada dibawah ini sebagai perbandingan antara Manual CPR vs Automatic CPR.

autopulse-rosc-graph-wfootnotes