26 May 2019

Amalan Malam Lailatul Qadr

Amalan Malam Lailatul Qadr

Al-Habib Mohammad bin Alawi al-Idrus atau bisa juga dijuluki habib Sa’ad (ulama yang sangat produktif berkebangsaan Yaman) dalam bukunya yang berjudul Lailatu al-Qadar: Fadhluha wa Alamaatuha wa Ma Yustahab Fi’luha halaman 25 hingga 28 menjelaskan bahwa ada sekitar delapan amalan sunnah yang bisa kita lakukan untuk menyambut malam Lailatul Qadar / Malam Seribu Bulan.

Petama: meluruskan dan membulatkan niat dan juga tekad untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Usaha yang kuat serta penuh kesabaran sangat dituntut dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis berikut:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَاًبا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“ Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau. ”dari (HR Bukhari dan Muslim)

Beliau juga menegaskan bahwa dari pemahaman hadis diatas bahwa seseorang yang tidak berniat untuk menyambut malam lailatul Qadar dia tidak akan mendapatkan pahala, keberkahan dan keutamaan malam Lailatul Qadar. Karena Nabi Muhammad dalam hadis diatas mensyaratkan  adanya niat yang disertai keimanan dan keikhlasan dalam menyambutnya.

Kedua: disunnahkan untuk berpenampilan terbaik dalam menyambut Malam Lailatul Qadr, dengan cara mandi, memakai pakaian terbaik, dan memakai wangi-wangian yang bisa dilakukan setelah salat magrib hingga selesainya salat tarawih, Cara ini menurut beliau didasarkan pada cara penyambutan para sahabat dan juga para tabi’in.

Ketiga: disunahkan untuk jangan terlalu banyak makan dalam berbuka puasa. Karena akan menyebabkan datangnya rasa kantuk dan lemah serta tidak bersemangat dalam menyambut malam lailatul qadr khususnya dalam melaksanakan ibadah tarawih.

Keempat: yang paling disunahkan pada malam yang diyakini sebagai malam datangnya lailatul qadr adalah banyak berdoa dengan cara memohon ampunan dan keselamatan dunia akhirat sebagaimana dialog antara sayyidah A’isyah dengan Nabi Muhammad Saw berikut:

عن عائشةَ رضِيَ اللهُ عنها قالت: قلتُ: يا رسولَ الله، أرأيتَ إنْ علمتُ أيَّ ليلةٍ  ليلة القدْر  ما أقول فيها؟ قال: قولي: اللَّهُمَّ إنَّك عفُوٌّ تحبُّ العفوَ، فاعفُ عنِّي – رواه الترمذي وصححه

“ Dari sayyidah A’isyah RA berkkata: wahai Rasulullah apa yang akan saya lakukan jika saya mendapati malam Lailatul Qadr? Rasulullah menjawab: bacalah doa Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbu al-‘afwa ( ya Allah engkau maha pengampun yang menginginkan ampunan dari hamba-Mu maka ampunilah dosa kami). (HR Turmudzi: 3513)

Kelima: disunnahkan membangunkan sanak famili dan keluarga baik yang besar atau yang kecil. Karena menurut beliau berdasarkan hadis sahih Rasulullah Saw melakukan hal yang sama terhadap keluarganya dimalam Lailatul Qadar.

Keenam: menjaga salat berjamaah khususnya salat Magrib, Isya’ Tarawih dan Subuh dimalam yang disangka kuat sebagai malam lailatul Qadr menurut tanda dan tips yang disampaikan oleh ulama pada artikel saya sebelumnya.

Ketujuh: memperbanyak membaca al-Qur’an. Beliau menyebutkan bahwa Imam al-Nukha’i menghatamkan al-Qur’an dalam setiap tiga malam bulam Ramadhan dan apabila sudah memasuki pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Imam al-Nukha’i menambah bacaannya dengan menghatamkannya tiap dua malam sekali.

Kedelapan: memperbanyak menebar kebaikan khususnya shadaqah dan amal shaleh lainnya. Karena menurut beliau hal ini didasarkan pada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik RA berikut:

العمل في ليلة القدر والصدقة والصلاة والزكاة أفضل من ألف شهر

“ Perbuatan baik seperti shadaqah, salat dan zakat yang dilakukan pada malam lailatul Qadar lebih utama daripada perbuatan baik yang dilakukan selama seribu bulan.”

Itulah delapan hal yang disunahkan serta dianjurkan dilakukan pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan khususnya dimalam-malam ganjil yang diyakini sebagai malam lailatul Qadar seseuai dengan petunjuk hadis tentang tanda-tanda kedatangan malam Lailatul Qadar.

Selanjutnya, perlu diindahkan bahwa kedelapan hal perbuatan ini tidak hanya dilakukan khusus pada malam kesepuluh hari terakhir bulan Ramdhan. Akibatnya di malam-malam lain yang tergolong bulan Ramadhan sama sekali sepi dari kedelapan amalan yang disunnahkan diatas.

Maksudnya disini adalah lebih meningkatkan kedelapan amalan diatas pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dari malam-malam biasanya dengan harapan menyambut kedatangan dan bisa mendapatkan lailatul qadr yang disinyalir dengan malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *