Pelatihan Sertifikasi Operator K3 Diesel ( Genset )

Pelatihan Sertifikasi Operator K3 Diesel ( Genset )

Nusantara Traisser mengadakan Pelatihan Sertifikasi Operator K3 Diesel ( Genset ) , Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi operator genset, dimana bahwa semakin meningkatnya pembangunan dengan penggunaan alat – alat  modern kenyataannya banyak terjadi kecelakaan pada pekerjaan pesawat tenaga kerja dan produksi oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk membina perlindungan kerja, Disamping itu lebih terjamin seiring dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomer : PER/04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga dan produksi.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek Lapangan

 

Materi Pelatihan : 

  • Peraturan dan Perundangan
  • Pengetahuan Dasar Penggerak Mula
  • Dasar Dasar Kelistrikan ( Instalasi )
  • Dasar Dasar Perhitungan Produksi
  • Lingkungan Kerja dan Pengendaliannya
  • Dasar Dasar Perhitungan Kapasitas
  • Perangkat Keselamatan Kerja ( Safety Device )
  • Trouble Shooting
  • Sebab Sebab Kecelakaan pada Penggerak Mula
  • Sistem Pengendalian dan Pengoperasian Aman
  • Pemeliharaan, Pemeriksaan dan Pengujian
  • Evaluasi Praktek & Teori

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 3.750.000, 

  • Materi Pelatihan ( Hand out )
  • Alat Tulis
  • Tas
  • Kaos
  • Topi
  • Makan Siang & 2x Coffe Break

 

Durasi Pelatihan : 4 Hari

Contact Person :

  • Bagus       : 0812 9124 8969
  • Mita          : 0811 3185 601
  • Sugianto : 0812 3172 933

 

WhatsApp Image 2019-06-20 at 8.44.51 AM

Training Pembinaan Dan Sertifikasi Operator Forklift

Training Pembinaan Dan Sertifikasi Operator Forklift

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan Pembinaan dan Sertifikasi Operator Forklift  dengan Metodologi Pembelajaran :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek Lapangan

 

Materi yang akan disampaikan meliputi hal :

  • Peraturan dan Perundangan
  • Keselamatan Kerja Pengoperasian Forklift
  • Pengetahuan Forklift Beserta Faktor yang Terkait
  • Memperkirakan Berat, Aba Aba dan Simbol Barang
  • Pengukuran Kapasitas dan Beban Forklift
  • Pengerak Bagian Bawah ( Power Train )
  • Prinsip Kerja dan Perlengkapan Sistem Hidrolik
  • Prosedur dan Pengoperasian yang aman
  • Pemeliharaan dan Pemeriksaan yang aman
  • Tanggung Jawab Operator
  • Praktek Lapangan
  • Evaluasi Teori

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 3.500.000, 

  • Materi Pelatihan ( Hand out )
  • Alat Tulis
  • Tas
  • Kaos
  • Topi
  • Makan Siang & 2x Coffe Break

 

Durasi Pelatihan: 3 Hari

Contact Person:

  • Bagus: 0812 9124 8969
  • Mita   : 0811 3185 601

WhatsApp Image 2019-06-20 at 8.44.53 AM

Semua Pekerja Berperan Sebagai Safety Officer

Semua Pekerja Berperan Sebagai Safety Officer

Banyak diantara para Pekerja mengaitkan sebuah kecelakaan dengan Tindakan Tidak Aman ataupun dikarenakan Kondisi Tidak Aman, untuk pembaca yang tidak tahu tentang kedua hal yang disebutkan nantinya Admin akan membuat thread tersendiri untuk hal tersebut, namun dibawah ini dalah Summary singkat dari 2 hal yang Admin sebutkan.

Tindakan Tidak Aman merupakan sebuah perilaku yang dilakuan oleh seseorang atau sekelompok orang yang kemudian dapat membahayakan jiwa orang tersebut dan juga orang yang berada disekitarnya.

Sedangkan untuk Kondisi Tidak Aman adalah sebuah keadaan dimana sebuah lingkungan yang kita gunakan untuk bekerja tersebut memiliki kondisi berbahaya, seperti contohnya bekerja pada ketinggian dan juga lain lainnya.

Nah disinilah peran setiap Pekerja untuk memantau setiap pekerja lainnya agar saling menjada satu sama lainnya, hal ini sendiri bukanlah tanggung jawab Safety Officer seorang, namun Seluruh pekerja wajib memiliki peran sebagai Safety Officer, Para pekerja ini paling tidak memiliki 2 peran yang harus dilakukan untuk membuat pekerjaan menjadi aman.

  • Setiap pekerja harus selalu mentaati, mematuhi, mengikuti instruksi dari prosedur kerja yang sebelumnya sudah ditetapkan untuk kebaikan bersama, nah jika misalnya Prosedur yang kita ikuti tersebut misalnya sudah tidak relevan dengan aturan terbaru maka setiap pekerja wajib juga memberikan opini mereka ke atasan untuk meminta pembaharuan terhadap prosedur kerja yang ada.
  • Setiap Pekerja wajib untuk saling menjaga satu sama lainnya, misalnya saat kita bekerja jika kita melihat rekan kerja kita melakukan suatu tindakan tidak aman atau rekan kita berada dalam kondisi tidak aman maka Wajib untuk kita mengingatkan rekan tersebut agar Rekan kita terhindar dari kondisi yang tidak di inginkan.

 

Maka dari ini setiap Pekerja memiliki tanggung jawab yang sama – sama besar, tidak perduli apapun posisi kalian dalam sebuah pekerjaan, tentunya kita menginginkan kondisi kerja yang aman, maka lakukanlah 2 hal diatas untuk membuat suasana aman dalam bekerja tetap terjaga.

Apa Itu Safety Sign

Apa Itu Safety Sign

Safety Sign merupakan sebuah media yang digunakan untuk memvisualisasikan sebuah kondisi / keadaan yang harus diperhatikan ketika kita memasuki wilayah kerja, hal ini dimaksudkan agar para pekerja tersebut untuk memperhatikan berbagai macam aspek keselamatan dan juga kesehatan yang wajib di ikuti oleh setiap pekerja.

Safety sendiri memiliki berbagai macam rambu saat ini ada 3 macam Kategory Safety Sign:

  • Rambu Simbol
  • Rambu Tulisan & Simbol
  • Rambu Pesan Tulisan

 

Warna Safety Sign & Penjelasannya

Warna Safety Sign

Biru Muda: Dalam area yang memiliki safety sign dengan warna Biru muda kita diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri kontras dari warna biru biasanya dibarengi dengan warna putih sebagai simbolnya.

Kuning : Untuk area kerja ini satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan warna biru muda, disini pekerja bukan hanya perlu untuk menggunakan Alat Pelindung Diri, melainkan juga harus berhat – hati dengan berbagai macam resiko yang ada pada area kerja, kontras dari warna kuning dibarengi dengan warna hitam sebagai simbolnya.

Hijau: Untuk area kerja dengan Safety Sign berwarna hijau ini menandakan bahwa tempat tersebut merupakan area aman, biasanya Safety Sign berwarna hijau digunakan untuk menandakan arah seperti jalur evakuasi, emergency Lamp, Daerah Bebas Rokok dan semacamnya.

Merah: Untuk area dengan simbol safety Sign merah ini artinya tanda bahaya,  Berarti Larangan Melakukan sesuatu, misalnya tanda stop dan sebagainya, Tetapi khusus untuk Pencegahan Kebakaran, baik berupa petunjuk, perintah, peringatan maupun larangan, tetap dipakai warna merah (kontrasnya warna merah adalah putih).

Kegunaan / Manfaat Safety Sign

  • Menarik perhatian terhadap adanya keselamatan dan kesehatan kerja
  • Memberikan informasi tentang adanya sebuah potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat
  • Memberitahukan informasi umum dan juga digunakan untuk memberikan pengarahan.
  • Memberikan peringatan  kepada para karyawan untuk menggunakan peralatan perlindungan diri
  • Memberitahukan tempat di mana peralatan darurat keselamatan berada.
  • Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang atau perilaku yang tidak diperbolehkan.

 

Landasan Hukum Tentang Safety Sign

1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 (Undang-Undang Keselamatan Kerja)

“ Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja “

2. Permenaker No. 05/MEN/1996 (SMK3)

“ Rambu-rambu mengenai keselamatan dan tanda pintu darurat harus dipasang sesuai dengan standar dan pedoman “