Fungsi Safety Glass Dalam Tempat Kerja

Fungsi Safety Glass Dalam Tempat Kerja

Kacamata pelindung atau disebut juga kacamata safety adalah kacamata yang berfungsi melindungi area mata dari pengaruh yang berbahaya bagi kesehatan indera penglihatan kita saat berada atau bekerja di dalam area tertentu.

Bahkan saat ini para aparat penegak hukum dan anggota angkatan bersenjata juga sudah menggunakan kacamata pelindung sebagai bagian dari perlengkapan tempur standar mereka. Kacamata pelindung military grade ini berfungsi melindungi mata dari cahaya, percikan api dan juga pecahan peluru serta serpihan benda-benda yang melesat di udara saat terjadi pertempuran. Jadi bukan hanya untuk tampil menarik atau gaya-gayaan saja!

Kacamata pelindung juga digunakan oleh para atlet pada beberapa cabang olahraga seperti renang, balap sepeda, hoki es, berkuda, dan sebagainya.

Ada beberapa jenis kacamata pelindung yang umum digunakan: kacamata safety, kacamata laboratorium, dan safety goggles.

Kacamata pelindung berguna melindungi mata dan sekitarnya dari:

  1. Terkena benturan dengan material yang melayang atau melesat di udara.

 

  1. Terkena benturan benda-benda keras.

 

  1. Terpaan angin dan aliran udara yang kencang yang menyulitkan penglihatan.

 

  1. Partikel-partikel kecil yang berbahaya seperti debu, asap dan gas.

 

  1. Terkena percikan zat cair yang berbahaya bagi mata kita.

 

  1. Terkena percikan bola api yang melesat di udara.

 

  1. Paparan sinar yang menyilaukan mata seperti saat melakukan pekerjaan mengelas atau saat berada di bawah terik matahari atau bahkan salju.

 

Keistimewaan kacamata pelindung adalah pada material pembuatnya. Lensa kacamata pelindung terbuat dari polycarbonate yang bening tetapi kuat. Lensa kacamata pelindung dapat diberi warna sesuai kebutuhannya. Frame kacamata safety umumnya terbuat dari plastik polimer yang dikombinasikan dengan logam.

Kadangkala kesadaran kita yang rendah akan perlindungan keselamatan adalah faktor terbesar dalam terjadinya kerusakan jasmani saat terjadi kecelakaan. Kadang kita enggan ditertawakan oleh orang lain saat menggunakan kacamata pelindung saat melakukan suatu pekerjaan, baik di rumah maupun di tempat lain. Tetapi ingat, kita sendirilah yang rugi jika kita cacat! Bukan orang lain! Kita sendiri! Maka, mulailah membangun kesadaran akan penggunaan Alat Pelindung Diri.

Kegunaan Safety Vest Dan Kepentingannya Dalam Area Kerja

Kegunaan Safety Vest Dan Kepentingannya Dalam Area Kerja

Rompi merupakan salah satu dari alat pelindung diri yang dampaknya tidak dirasakan langsung akan tetapi berkontribusi besar terhadap keselamatan pekerja khususnya bagi mereka yang bekerja dengan mobilitas tinggi di dekat alat-alat berat dan kendaraan besar.

Beberapa kejadian kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pekerja yang tidak menggunakan safety vest kerap terjadi pada pekerja yang sering berkontak langsung dengan pekerja alat berat dan kendaraan besar pada lingkungan proyek pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit. Beberapa contoh kecelakaan kerja yang kerap terjadi seperti berikut ini:

  1. Pekerja di perusahaan A yang sedang mengoperasikan alat berat tidak melihat partner kerjanya dalam keadaan mengambil beberapa sampel bahan tambang yang akan diteliti saat itu berada di depan alat berat yang dioperasikan olehnya sehingga menyebabkan kematian akibat terhantam garpu alat berat.
  2. Supir truk pengangkut hasil tambang tidak melihat adanya pekerja di samping kendaraan yang sedang ia kendarai sehingga sang supir menyerempet pekerja tersebut.
  3. Pekerja tambang yang tertinggal di daĺam galian dikarenakan strip reflektor pada rompi tidak memantulkan cahaya pada saat dalam kondisi gelap sehingga pekerja tersebut kekurangan oksigen dan jasadnya sulit ditemukan.

Hal-hal mengerikan di atas mampu kita cegah dengan upaya pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri yang sesuai dengan standar serta memperhatikan masa pakai alat pelindung diri yang diberikan oleh perusahaan. Rompi pengaman sudah didesain dengan sangat nyaman agar memudahkan pekerja melakukan aktivitas operasional mereka.

Pemilihan safety vest yang dapat digunakan juga tidak bisa asal dan sembarangan. Aspek warna dan jenis bahan juga harus diperhatikan. Penting bagi perusahaan untuk paham dengan spesifikasi bahan safety vest yang akan digunakan pekerjanya karena pemilik perusahaan sendirilah yang mampu menyesuaikan bahan safety vest yang dipilih apakah telah sesuai atau tidak dengan kondisi lapangan.

Pekerja juga wajib menanyakan tentang penyediaan safety vest saat mereka melakukan kegiatan dan pekerja juga boleh menolak atau protes kepada atasan jika rompi pengaman yang disediakan tidak memenuhi standar karena dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi.

Safety vest yang baik dan sesuai dengan standar  adalah sebagai berikut:

  1. Safety vest sebaiknya menggunakan reflektor yang dapat memantulkan cahaya baik dalam kondisi siang maupun malam.
  2. Pantulan cahaya dari reflektor yang terdapat pada safety vest sebaiknya diuji secara berkala, sehingga fungsi dan kegunaannya mampu bekerja secara maksimal. Pastikan pantulan cahaya dari pita reflektor dapat terlihat jelas. Jika strip reflektor pada rompi sudah tidak bekerja dengan maksimal maka Anda tidak perlu khawatir dan cemas akan kehilangan biaya yang lebih besar jika harus mengganti rompi yang fitur reflektornya sudah tidak berfungsi dengan baik. Anda cukup mengganti strip reflektornya saja kemudian dijahit kembali pada rompi yang akan digunakan. Sudah banyak toko alat safety yang menyediakan reflektor safety vest yang dijual secara terpisah.
  3. Ukuran safety vest yang menyesuaikan bentuk tubuh penggunanya sehingga membuat pekerja lain mudah dalam mengenali serta melihat pergerakannya.

Ada 3 warna yang dapat dipakai sebagai warna material dasar dan material kombinasi. Warna tersebut adalah kuning-hijau, fluorescent oranye, dan fluorescent merah.

Pengguna harus memilih warna sesuai dengan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan untuk memastikan warna yang digunakan sudah sangat terlihat.

Tidak ada yang sulit dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan outdoor yang memiliki mobilitas tinggi dalam kontak langsung dengan alat dan kendaraan berat. Be careful everyday because safety has no holiday. Keep safety!

Pentingnya Pencahayaan Di Tempat Kerja

Pentingnya Pencahayaan Di Tempat Kerja

Mungkinkah kalian pernah merasakan lelah di sekitar bagian mata atau bahkan hingga mengalami sakit kepala saat sedang bekerja? Sebenarnya kondisi Itu adalah tanda bahwa penerangan di ruangan Anda tidak cukup baik.

Dengan tingkat penerangan yang terlalu tinggi atau malah terlalu rendah bisa membuat para pekerja terpaksa untuk membungkuk badan mereka dan mencoba memfokuskan penglihatan mereka.

Hal ini dapat menimbulkan masalah pada punggung dan mata dalam jangka panjang dan dapat memperlambat pekerjaan mereka.

Untuk mencegah atau mengurangi potensi kerugian dari penerangan yang buruk, maka penerangan di tempat kerja harus memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan. Penerangan yang baik dan sesuai sangat penting untuk peningkatan kualitas dan produktivitas.

Dalam jurnal ILO yang berjudul “Improving Working Condition and Productivity in the Garment Industry”, menunjukkan bahwa perbaikan penerangan di tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas (10%) dan pengurangan kesalahan kerja (30%).

Penerangan yang baik adalah penerangan yang memungkinkan tenaga kerja melihat pekerjaan dengan teliti, cepat dan tanpa upaya yang tidak perlu. Penerangan yang cukup dan diatur secara baik juga akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

 

#1 Mengapa penerangan yang baik di tempat kerja sangat penting?

Dilansir ilo.org, mayoritas pekerja mengaku penerangan yang buruk di tempat kerja mengakibatkan mata lelah, kelelahan kerja (fatigue), sakit kepala, stres, dan kecelakaan kerja. Di sisi lain, penerangan berlebih juga berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan pekerja seperti silau, sakit kepala dan stres.

Seperti sudah dibahas pada paragraf sebelumnya, berbagai studi menunjukkan bahwa pencahayaan yang baik di tempat kerja dapat berdampak baik pada peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan pengurangan kesalahan kerja. Inilah yang membuat penerangan yang baik di tempat kerja sangat penting diperhatikan manajemen.

Perlu Anda pahami, dalam perbaikan penerangan di tempat kerja bukan berarti Anda harus memasang banyak lampu di setiap ruangan kerja karena hal itu belum tentu efektif. Kebanyakan industri atau pabrik mengombinasikan penerangan alami dan buatan untuk menciptakan penerangan yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak juga manajemen yang kurang memperhatikan bahwa setiap jenis pekerjaan atau area kegiatan memerlukan tingkat penerangan yang berbeda pula.

 

#2 Siapa yang bertanggung jawab atas penerangan di tempat kerja?

Menurut Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), manajemen puncak dan tim manajemen memiliki kewajiban untuk memastikan penerangan di tempat kerja sudah memadai dan tidak menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan bagi pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja.

Pihak manajemen juga bertanggung jawab untuk mengontrol, mengawasi, dan melakukan penilaian risiko dalam menyediakan penerangan yang baik di tempat kerja. Peninjauan ulang dan melakukan perbaikan sangat penting untuk memastikan penerangan di tempat kerja tetap memadai dan tidak menimbulkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan.

Tidak hanya jajaran manajemen, pekerja juga bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaannya dengan aman, dalam arti tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan diri sendiri atau orang lain selama di tempat kerja.

 

#3 Faktor apa saja yang memengaruhi penerangan di tempat kerja?

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi penerangan di tempat kerja antara lain:

  • Ukuran ruangan − ruangan yang luas akan lebih efisien dalam pemanfaatan cahaya daripada ruang yang sempit.
  • Kontras − perbedaan antara kecerahan benda yang kita lihat dengan kecerahan permukaan di sekitarnya. Semakin besar kontras, semakin mudah kita melihat atau mengenali benda tersebut. Di ruang dengan tingkat penerangan rendah, kontras semakin berkurang pula.
  • Luminensi (luminance) − intensitas cahaya yang dipancarkan, dipantulkan, dan diteruskan oleh satu unit bidang yang diterangi. Luminensi yang terlalu besar akan menimbulkan kesilauan pada mata.
  • Ketajaman penglihatan − kemampuan mata untuk membedakan bagian detail dari objek permukaan yang halus. Ketajaman penglihatan akan bertambah bersamaan dengan meningkatnya perbedaan luminensi antara objek dan lingkungan sekitar. Ketajaman penglihatan akan lebih baik jika objek yang diamati berwarna gelap dan latar belakangnya berwarna terang.

 

#4 Apa dampak penerangan yang kurang atau berlebih bagi pekerja?

Efek intensitas penerangan yang kurang maupun berlebih terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, antara lain :

  • Kelelahan mata − ditandai iritasi pada mata, penglihatan ganda, daya akomodasi menurun, sakit kepala, ketajaman melihat menurun, kepekaan kontras dan kecepatan persepsi menurun.
  • Kelelahan syaraf − ditandai gerakan yang lamban, gangguan pada fungsi motorik dan psikologis.
  • Kesilauan (glare) − cahaya yang tidak diinginkan yang berada dalam jangkauan penglihatan, yang menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan, kelelahan mata atau gangguan penglihatan. Terdapat tiga jenis kesilauan yang mengakibatkan gangguan penglihatan, yakni disability glarediscomfort glare, dan reflected glare.
  • Masalah kesehatan lainnya seperti kelelahan kerja (fatigue), stres, kelelahan mental (sakit kepala, menurunnya daya konsentrasi dan kecepatan berpikir).
  • Meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

 

#5 Apakah penerangan di tempat kerja memiliki Nilai Batas Ambang (NAB)? Tingkat penerangan seperti apa yang dianjurkan untuk setiap area kerja atau jenis kegiatan?

Ya, sama seperti kebisingan, getaran, dan bahaya faktor fisik lainnya, penerangan atau pencahayaan juga memiliki Nilai Batas Ambang (NAB). Kep-Menkes RI No. 1405/Menkes/SK/XI/2002 menentukan intensitas cahaya di ruang kerja minimal 100 lux.

#6 Apakah setiap perusahaan harus menyediakan penerangan darurat?

Setiap bangunan/ gedung bertingkat atau industri, terutama yang terdapat aktivitas pada malam hari harus menyediakan penerangan darurat. Penerangan darurat bukan hanya digunakan saat kebakaran tetapi untuk menerangi jalan keluar ketika terjadi kondisi darurat lainnya dan kegagalan daya/ listrik atau pencahayaan.

Penerangan darurat sangat penting ketika ada kegagalan pada pencahayaan normal. Diperlukan penerangan yang cukup cerah, menerangi dalam waktu yang cukup lama dengan posisi tertentu, sehingga penghuni gedung dapat dievakuasi dengan aman dalam keadaan darurat. Kebutuhan penerangan darurat ini tergantung pada penilaian risiko yang Anda lakukan.

Setiap penerangan darurat harus mempunyai kekuatan paling sedikit 5 lux dan diletakkan pada tempat-tempat yang tidak mungkin menimbulkan bahaya. Sistem penerangan darurat sebaiknya tersedia pada tempat-tempat berikut:

  • Setiap pintu keluar gedung
  • Tanda-tanda keluar darurat
  • Semua rute keluar darurat
  • Lift
  • Alat pemadam kebakaran
  • Titik/kotak telepon darurat
  • Setiap peralatan keselamatan atau mesin yang perlu ditutup dalam keadaan darurat
  • Setiap jalur keluar gedung.

 

#7 Tindakan apa yang harus dilakukan agar penerangan memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan?

Berikut tindakan yang sebaiknya Anda lakukan untuk menciptakan sistem penerangan yang baik di tempat kerja:

  • Pencahayaan alami maupun buatan diupayakan agar tidak menimbulkan kesilauan dan memiliki intensitas sesuai dengan peruntukannya
  • Kontras sesuai kebutuhan, hindarkan terjadinya kesilauan atau bayangan
  • Untuk ruang kerja yang menggunakan peralatan berputar dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu neon
  • Penempatan bola lampu dapat menghasilkan penyinaran yang optimum dan bola lampu harus sering dibersihkan
  • Menghindari penggunaan cat yang mengkilat (glossy paint) pada mesin atau meja dan tempat kerja
  • Menggunakan cahaya difusi (cahaya merata) untuk menyediakan atmosfer pekerjaan terbaik
  • Memilih tipe dan daya lampu yang tepat untuk ruang atau area kerja. Perihal tipe lampu, pilih tipe fluorescent untuk perkantoran dan tipe high pressure sodium atau metal halide untuk industri/ pabrik.  Gunakan lebih banyak lampu dengan daya kecil, daripada menggunakan lebih sedikit lampu dengan daya besar.
  • Lakukan modifikasi sistem pencahayaan yang sudah ada (bila diperlukan) seperti mengubah ketinggian lampu berdasarkan objek kerja, mengubah posisi lampu, menambah atau mengurangi jumlah lampu, mengganti jenis lampu, dll.
  • Lakukan modifikasi pekerjaan (bila diperlukan) seperti mengubah posisi kerja untuk menghindari bayangan, kesilauan, dan pantulan, membawa pekerjaan lebih dekat dengan mata sehingga objek terlihat jelas, dll.

 

Selalu ingat, pastikan setiap pekerja mendapatkan tingkat penerangan yang sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak bekerja dengan posisi membungkuk atau memicingkan mata, yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Fungsi Dan Penting Safety Shoe Bagi Pekerja

Fungsi Dan Penting Safety Shoe Bagi Pekerja

Salah satu anggota tubuh yang memiliki peranan penting dalam kehidupan kita adalah Kaki, Dengan adanya kaki, kita dapat melakukan aktifitas apa pun misalnya melangkah, bekerja dan lainnya hingga kita perlu melindunginya dari beragam bahaya. Salah satunya dengan memakai sepatu Safety.

Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib dipakai oleh seseorang ketika bekerja guna menghindari resiko kecelakaan salah satunya adalah dengan menggunakan Sepatu Safety (Safety Shoes). Bukan hanya melindungi bagian tubuh pekerja terhadap adanya resiko kecelakaan saja, Tetapi dengan memakai sepatu septi pekerja semakin lebih leluasa bergerak hingga dapat meningkatkan efektivitas dan hasil produksi yang diharapkan.

Safety Shoe ini terbuat dari kulit yang dipadukan dengan metal, kemudian pada bagian bawahnya terbuat dari karet yang tebal. Dengan bahan itu, pekerja akan aman dari berbagai kecelakaan pada kakinya. Banyak manfaat yang didapat dengan memakai sepatu safety sebagai salah satu dari kesehatan dan keselamatan kerja.

Apa sajakah Manfaat dari Sepatu Safety,

Dibawah ini terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dari pemakaian sepatu safety :

  • Melindungi dari Benda Tajam dan Berbahaya
    Untuk seseorang yang bekerja di area beresiko, Sepatu Safety adalah salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib dipakai oleh pekerja yang kemungkinan dapat terkena pecahan kaca, besi ataupun serpihan lainnya yang pastinya sangat membahayakan telapak kaki.
  • Mencegah Kecelakaan Kerja yang Fatal
    Sepatu Safety bukan hanya melindungi telapak kaki saja, pun dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja fatal seperti kejatuhan benda-benda berat. Safety Shoes ini memiliki kekuatan yang cukup kuat dalam menahan berat, hingga resiko patah tulang atau masalah lainnya dapat diminimalisir.
  • Melindungi dari Benda Panas
    Di bagian atas dan samping sepatu safety bukan hanya terbuat dari bahan kulit saja, namun juga di buat dari bahan metal yang tebal. Dengan begitu sepatu ini dapat melindungi kaki terhadap benda-benda yang panas. Benda-benda yang panas banyak dibuat di area seperti pabrik las listrik, pengelolaan lampu dan yang lain.
  • Melindungi dari Cairan Kimia Berbahaya
    Cairan kimia sangat berbahaya apabila mengenai kulit. Maka diwajibkan memakai sepatu safety untuk menghindari slip dll.
  • Buat Pengguna Tidak Terpeleset
    Sepatu safety terbuat dari bahan karet yang didesain sedemikian rupa, hingga sepatu ini dapat di andalkan pada permukaan licin.

Fungsi & Pentingnya Hand Glove Saat Di Lokasi Kerja

Fungsi & Pentingnya Hand Glove Saat Di Lokasi Kerja

Apakah kalian pernah mendengar pernyataan seperti dibawah ini saat kalian berada di area kerja ?

Kenapa sih kita harus menggunakan Hand Glove saat bekerja di area kerja? Memangnya sepenting itukah harus menggunakan Hand Glove? Ribet kalau harus menggunakan Hand Glove, toh tanpa pakai Hand Glove jauh lebih nyaman dan juga lebih mudah dalam melakukan berbagai macam aktifitas kerja

Jadi tujuan utama kita menggunakan Hand Glove saat  bekerja  adalah untuk melindungi tangan kita pada saat kita melakukan aktifitas bekerja di tempat atau situasi tertentu yang nantinya berpotensi untuk mengakibatkan cedera pada tangan milik kita.

Hand Glove atau yang biasanya sering juga disebut dengan sarung tangan pelindung/safety gloves merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi seluruh bagian tangan kita hingga ke jari-jari selama melakukan sebuah pekerjaan.

Safety Glove ini berfungsi untuk melindungi tangan kita dari berbagai macam bahaya contohnya adalah dari api, suhu panas dan dingin, radiasi, arus listrik, benturan dan pukulan, tergores benda tajam/kasar.

Selain itu juga melindungi tangan dari kontak biologis atau bahan kimia dan infeksi virus ataupun juga bakteri.

Selain kita harus mengetahui fungsi dan juga tujuan dari menggunakan sarung tangan kerja/pelindung, kita juga harus tahu pentingnya memilih jenis dan bahan Safety Glove yang tepat dan sesuai dengan pekerjaan yang akan kita lakukan untuk mengurangi cedera tangan jika kita beraktifitas nantinya.

Dibawah ini adalah faktor utama yang perlu di identifikasi dan juga memerlukan pertimbangan saat memilih sarung tangan kerja/pelindung:

  • Memahami bahaya dan resiko yang akan dihadapi saat menangani bahan/benda/barang tertentu, misalnya jenis bahan kimia atau bahan biologis, durasi kontak dalam menangani bahan/benda/barang, sifat kontak bahan/benda/barang (benturan, percikan, goresan, gesekan).

 

  • Memahami bahan dan jenis sarung tangan dengan lapisan pelindung untuk melindungi terhadap suhu yang ekstrem, arus listrik, jenis bahan: kering, basah, berminyak.

 

  • Memilih sarung tangan yang pas dan tepat sesuai ukuran tangan (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Sarung tangan yang tidak pas akan membuat tangan menjadi tidak nyaman, kram ataupun terluka sehingga menghambat pekerjaan dan bahkan bisa membahayakan.

 

 

Jenis dan Bahan Sarung Tangan Kerja/Pelindung

Sarung tangan kerja dibuat dari berbagai macam bahan antara lain bahan kain, kulit, wol, lateks, karet, karet nitril, vinil, neoprene atau logam. Bahan-bahan tersebut dirancang untuk banyak jenis bahaya di tempat kerja. Secara umum, bahan pembuat sarung tangan kerja terbagi menjadi empat kelompok:

 

  1. Bahan Kulit, Kanvas atau Jaring Logam (Leather, Canvas or Mesh Metal Gloves)

Berfungsi untuk melindungi tangan dari permukaan yang kasar, perlindungan terhadap luka dan luka bakar, serta melindungi suhu yang esktrem (panas/dingin).

 

  1. Bahan Katun dan sejenisnya (Fabric and Coated Fabric Gloves)

Berfungsi untuk melindungi tangan dari benda atau permukaan yang tajam bergelombang dan kotor.

 

  1. Bahan Karet khusus yang tahan akan bahan kimia/cairan (Chemical and Liquid Resistant Gloves)

Sarung tangan yang dibuat dari bahan karet seperti butyl, latex, vinyl, neoprene dan nitrile berfungsi untuk melindungi tangan dari bahan kimi atau biologis yang beracun dan berbahaya.

 

  1. Bahan Karet (Rubber Gloves or Insulated Rubber Gloves)

Berfungsi untuk melindungi tangan saat sedang berhadapan dengan arus listrik tegangan rendah maupun tegangan tinggi.

 

 

Tips Penggunaan dan Perawatan Sarung Tangan Kerja/Pelindung:

 

  • Periksa kondisi sarung tangan sebelum digunakan untuk memastikan bahwa sarung tangan tersebut aman dan layak pakai.

 

  • Bersihkan sarung tangan secara teratur setelah digunakan.

 

  • Simpanlah sarung tangan pada tempatnya setelah digunakan.

 

  • Jangan menggunakan kembali sarung tangan yang terkena bahan kimia atau bahan biologis.

 

  • Buanglah sarung tangan yang sudah robek, rusak, berubah warna dan kaku.

 

 

Setelah kita mengerti pentingnya sarung tangan pelindung, jangan lupa memperlengkapi diri Anda saat bekerja demi keselamatan Anda sendiri. Selamat bekerja!

Alat Yang Wajib Ada Di Kotak P3K

Alat Yang Wajib Ada Di Kotak P3K

Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) Merupakan sebuah perlengkapan yang WAJIB disediakan di berbagai macam instansi atau area dimana kita bekerja, alasan dari perlunya ada Kotak P3K adalah untuk mengantisipasi dan juga penanganan pada orang yang terluka ataupun Cidera.

Luka atau  Cedera bisa saja terjadi secara tiba-tiba dan juga penanganannya pun harus dilakukan secara cepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada korban. Inilah alasan mengapa kotak P3K sangat diperlukan diberbagai macam instansi atau tempat. Letakkan kotak P3K ini di tempat yang mudah digapai oleh orang dewasa, namun juga harus jauh dari jangkauan anak-anak, pastikan pula kotak P3K terkunci pada tempat yang aman dan berada di tempat yang sejuk dan kering dan juga pastikan obat – obatnya tidak ada yang Expired.

Alat Wajib Di Kotak P3K

Dibawah ini merupakan komponen peralatan pertolongan pertama yang biasanya digunakan untuk mengobati cedera atau luka ringan, seperti teriris, tergores, tersengat serangga, terkilir, dan luka bakar ringan, kalian juga disarankan untuk mempersiapkan obat dan peralatan berikut di dalam kotak P3K :

  • Gunting.
  • Perban.
  • Pinset.
  • Sarung tangan lateks.
  • Peniti.
  • Kain kasa gulung dan steril.
  • Larutan povidone-iodine ( disinfektan luka ).
  • Plester luka.
  • Cairan untuk membersihkan benda asing pada luka, seperti larutan garam atau air steril.
  • Tisu pembersih bebas alkohol.
  • Salep luka bakar.
  • Krim atau salep antiseptik.
  • Obat pereda gatal akibat gigitan serangga atau alergi.
  • Obat antinyeri, seperti paracetamol. Obat ini juga bisa digunakan sebagai pereda demam.
  • Obat flu dan batuk.
  • Obat tetes mata.
  • Termometer.

Apa itu First Aid / P3K

Apa itu First Aid / P3K

PERTOLONGAN PERTAMA (THE FIRST AID / P3K)

First Aid adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk Pemberian Pertolongan segera kepada korban sakit ataupun cedera atau kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar.

Pengertian Medis Dasar sendiri adalah merupakan Tindakan perawatan berdasarkan dari ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam ataupun orang yang terlatih secara khusus, batasannya sendiri adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki pada Pelaku Pertolongan Pertama.

Lalu siapakah Pelaku Pertolongan Pertama tersebut ? Pelaku Pertolongan Pertama tersebut adalah penolong atau orang yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang TELAH memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar (seperti misalnya paramedik, para pelaku pertolongan pertama Palang Merah Indonesia dan juga lain-lain).

Dasar Hukum First Aid / P3K

Di Indonesia dasar hukum tentang Pertolongan Pertama (PP) dan pelaku belum disusun dengan baik seperti halnya Negara maju walau begitu dalam KUHP sendiri ada beberapa pasal yang juga mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama.
Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong sendiri sudah diatur dalam pasal 531 KUHP yang berisikan :
“Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dakam bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya kurungan selama-lamanya tiga bulan atau dengan sebanyak-banyaknya Rp. 4.500, – jika orang perlu ditolong itu mati, diancam dengan KUHP 45, 165, 187, 304 S, 478, 522, 566”
Pasal ini berlaku, bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanap membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain, Juga ada beberapa pasal lagi antara lain :
1. Pasal 351 KUHP tentang kewajiban menolong
2. Pasal 322 KUHP tentang menjaga rahasia pasien

Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama

1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
2. Dapat menjangkau penderita
3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
4. Meminta bantuan/rujukan
5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
6. membantu pelaku PP lainnya
7. Ikut menjaga kerahasiaan dengan petugas lain yang terlibat
8. Mempersiapkan untuk ditransportasikan

Alat Pelindung Diri yang diperlukan oleh Pelaku Pertolongan Pertama

1. Sarung tangan lateks
2. Kacamata pelindung
3. Baju pelindung
4. Masker penolong
5. Masker resusitasi
6. Helm

Untuk kalian yang memiliki atau ingin mengikuti Sertifikasi P3K kalian bisa mengunjungi Link

SERTIFIKASI PETUGAS P3K

Pentingnya P3K Di Tempat Kerja

Pentingnya P3K Di Tempat Kerja

Meskipun pertolongan pertama bukanlah pengobatan yang begitu sempurna yang langsung berefek, kehadiran P3K di tempat kerja akan memiliki banyak manfaat dalam mencegah keparahan cidera, mengurangi penderitaan, bahkan menyelamatkan nyawa para korban.

Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan di tempat kerja, konsekuensinya dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan kematian.

Kecelakaan kerja memang bukan sesuatu yang diinginkan siapa pun, termasuk pekerja. Namun, perusahaan harus menyediakan berbagai fasilitas yang memadai untuk mengantisipasi kecelakaan di tempat kerja.

Bagi perusahaan yang peduli dengan keselamatan dan kesehatan pekerjanya, maka perusahaan harus menyediakan fasilitas dan petugas pertolongan pertama. Dengan adanya fasilitas dan petugas pertolongan pertama, perusahaan dapat mengurangi berbagai konsekuensi yang disebabkan oleh kecelakaan kerja.

Fasilitas P3K di Tempat Kerja

1. Ruang pertolongan pertama

Merupakan ruangan yang harus ada dan dirancang khusus oleh perusahaan untuk penanganan pertama pada pekerja yang mengalami kecelakaan. Tidak hanya digunakan untuk menangani pekerja yang mengalami kecelakaan saja. Tempat perawatan ini juga dapat dimanfaatkan bagi pekerja yang sakit saat bekerja.

2. Lemari atau Kotak P3K dan isinya

Kotak P3K merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan dan obat-obatan P3K. Selain dipasang di ruang pertolongan pertama, kotak-kotak ini biasanya juga dipasang di beberapa tempat yang mudah dilihat dan dijangkau oleh para pekerja.

Adapun isi dalam kotak K3 biasanya terdiri dari kasa dibungkus steril, perban, plester, kapas, kain mittela, gunting, peniti, sarung tangan, masker, pinset, senter, kantong plastik, alkohol 70%, manual P3K, tensimeter, stetoskop, obat-obatan, dan kebutuhan P3K lainnya.

3. Alat Evakuasi dan Transportasi

Peralatan evakuasi yang dimaksud merupakan peralatan yang digunakan untuk memindahkan korban kecelakaan kerja dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara sederhana.

4. Petugas Pertolongan Pertama

Ketersediaan petugas pertolongan pertama yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menangani korban kecelakaan kerja sangatlah dibutuhkan perusahaan. Petugas yang profesional dan terlatih biasanya mampu menghadapi berbagai situasi kecelakaan kerja sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan.

Berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Per.15/Men/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja menyebutkan bahwa jumlah ideal petugas P3K bagi perusahaan yang memiliki resiko rendah terhadap kecelakaan adalah sejumlah 1 (satu) petugas P3K untuk menangani 150 tenaga kerja.

5. Fasilitas tambahan

Selain berbagai fasilitas pertolongan pertama yang disebutkan di atas, perusahaan tertentu juga membutuhkan berbagai fasilitas tambahan untuk memastikan kegiatan pertolongan pertama dapat berjalan dengan baik.

Fasilitas tambahan ini dapat berupa peralatan perlindungan pribadi atau peralatan khusus yang digunakan di tempat kerja yang menangani potensi bahaya yang memerlukan penanganan khusus.

Prinsip-prinsip Dasar Pertolongan Pertama dalam Kecelakaan

Ketika kecelakaan kerja terjadi, pekerja pertolongan pertama harus segera membantu korban. Untuk kebaikan bersama, pekerja pertolongan pertama harus memperhatikan prinsip-prinsip dasar pemberian pertolongan pertama untuk kecelakaan, yaitu:

1. Pastikan Anda bukan korban berikutnya

Ketika kecelakaan kerja terjadi, situasi panik biasanya akan muncul. Sebagai petugas pertolongan pertama, cobalah untuk tetap tenang dan perhatikan situasi korban beserta lingkungan dengan cermat sehingga Anda bukan korban kecelakaan berikutnya. Pastikan Anda berada dalam posisi yang aman untuk dapat membantu orang lain.

2. Gunakan metode bantuan yang cepat, mudah, dan efisien

Untuk menangani pertolongan pertama dalam suatu kecelakaan, lakukan sesegera mungkin dengan berbagai peralatan dan sumber daya.

3. Catat semua upaya bantuan yang telah dilakukan

Rekaman ini berfungsi untuk memberikan data yang valid kepada pihak lain (misalnya rumah sakit / rujukan) tentang identitas korban, kronologi kejadian, serta gejala penyakit yang diderita.

Pertolongan Pertama Sistematis untuk Korban Kecelakaan

Membantu orang yang mengalami kecelakaan di area kerja memang membutuhkan keterampilan mental dan pertolongan pertama yang kuat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja:

1. Jangan panik

Meskipun situasi dan kondisi selama kecelakaan berlangsung tegang, cobalah untuk tetap tenang dan segera mengambil tindakan dengan benar dan cepat.

2. Jauhkan korban dari kecelakaan berikutnya

Menjauhkan korban kecelakaan dari tempat semula berfungsi untuk menghindari kecelakaan susulan yang mungkin terjadi. Selain itu, dengan menghindari lokasi kecelakaan, pekerja pertolongan pertama akan dapat lebih fokus dalam merawat para korban.

3. Perhatikan pernapasan, detak jantung, perdarahan, dan tanda-tanda syok

Jika korban kecelakaan mengalami masalah pernapasan, pendarahan, dan tanda-tanda syok, segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

4. Jangan memindahkan korban dengan tergesa-gesa

Jangan pindahkan korban sebelum diketahui persis jenis dan tingkat keparahan cidera yang dialami, kecuali jika tempat itu tidak lagi memungkinkan untuk melakukan perawatan.

Jika korban mengalami pendarahan dan harus dibawa menuju rumah sakit, hentikan pendarahan terelebih dahulu dan pastikan korban mendapat penanganan terbaik sebelum dipindah ke rumah sakit.

5. Segera merujuk ke pusat medis terdekat

Pertolongan pertama pada kecelakaan pada prinsipnya adalah bantuan sementara. Jika korban terluka parah, jangan ragu untuk merujuk ke pusat medis terdekat seperti fasilitas kesehatan, dokter spesialis, maupun rumah sakit.

SERTIFIKASI PETUGAS P3K DITEMPAT KERJA

SERTIFIKASI PETUGAS P3K DITEMPAT KERJA

Nusantara Traisser mengadakan SERTIFIKASI PETUGAS P3K DITEMPAT KERJA dengan tujuan untuk memenuhi Standar (Permenaker No:PER.15/MEN/VIII/2008) selanjutnya disebut dengan P3K Di Tempat Kerja, adalah upaya memberikann pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja / buruh / orang lain yang berada di tempat kerja, yang mengalami sakit atau cidera di tempat kerja.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Undangg-Undang No.1 Tahun 1970
  • PER-15-MEN-VII-2008 Tentang P3K di Tempat Kerja
  • Dasar-Dasar P3K di Tempat Kerja
  • Bahaya dan Penanganan Terhadap Kejang, Pajanan Suhu lingkungkan dan Bahan Kimia
  • Anatomi dan Faal Tubuh Manusia
  • Pertolongan Pertama Pada Ganggungan Lokal dan Praktek
  • Tanggap Darurat dan Evakuasi Korban dalam Pertolongan Pertama dan Praktek
  • Pertolongan Pertama Pada Gangguan Umum dan Praktek
  • Resusitasi Jantung Paru
  • Pre Test & Post Test

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 4.250.000,- / Orang

  • Materi Pelatihan ( Hand out )
  • Alat Tulis
  • Tas
  • Kaos
  • Topi
  • Makan Siang & 2x Coffe Break
  • Sertifikat, Lisensi K3 dari KEMNAKER RI

 

Durasi Pelatihan : 3 Hari

Contact Person :

  • Mita          : 0811 3185 601

SERTIFIKASI PETUGAS P3K DITEMPAT KERJA

Tips Menjaga Kesehatan Di Musim Kemarau

Tips Menjaga Kesehatan Di Musim Kemarau

Belakangan ini kondisi cuaca sepertinya sedang tidak Stabil, contohnya adalah di Jakarta dan sekitarnya dimana kadang suasana siang sangat panas terik terkena sinar matahari kemudian sore atau malamnya cuaca menjadi dingin dikarenakan hujan, dikarenakan cuaca ini cukup tidak stabil maka Admin akan membahas tentang Tips Menjaga Kesehatan di musim kemarau ini yuk simak ulasannya dibawah.

1. Hindari Dehidrasi

Pada musim panas ini yang paling penting kita perhatikan adalah cairan didalam tubuh kita, jangan sampai kita terkena yang namanya dehidrasi, ini dikarenakan metabolisme tubuh kita bekerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan pada saat musim penghujan, apalagi jika kita bekerja diluar kantor cuaca yang panas membuat kita mudah kehilangan cara pada tubuh.

Jika kalian sampai terkena dehidrasi efeknya bisa parah loh, mulai dari pusing, pingsan, gangguan pencernaan bahkan kasus paling fatalnya adalah kematian, wow cukup berbahaya bukan hanya karena kekurangan cairan saja efeknya bisa sampai kematian, namun cara mengatasi hal ini juga cukup mudah karena kalian hanya perlu menjaga kadar minuman saja, di musim panas ini sebaiknya kalian minum banyak air untuk menjaga cairan tubuh.

2. Tidur Yang Cukup

Orang dewasa membutuhkan setidaknya 8 jam untuk mengistirahatkan diri mereka, dengan tidur setidaknya 8 jam tubuh kita akan melakukan regenerasi untuk memperbaiki sel – sel rusak yang ada pada tubuh kita, dengan tidur yang cukup kita juga bisa membuat pikiran kita jauh lebih tenang, terkadang jika orang yang mengalami gangguan dalam tidur mereka misalnya adalah kurangnya jam tidur, bisa membuat tubuh kita mudah lelah, tempramen menjadi lebih naik dan menyebabkan perilaku agresif, maka dari itu jaga tidur kalian ya.

3. Gunakan Pakaian Yang Dingin

Nah musim panas begini bagusnya adalah kita menggunakan pakaian yang memiliki bahan yang dingin, contohnya adalah Katun, kita tidak ingin baju kita terlihat basah dikarenakan tidak bisa menyerap keringat dengan baik bukan, nah pemilihan baju yang tidak panas ini juga membantu kita agar lebih menjaga kondisi tubuh kita.

Tips Jaga Kesehatan Di Musim Panas

4. Konsumsi Banyak Buah & Sayuran

Kondisi cuaca panas alangkah lebih baiknya kita menjaga kadar makanan kita, lebih kita memilih makanan yang sehat contohnya adalah buah – buahan, buah – buahan sendiri memiliki banyak kandungan air didalamnya sehingga konsumsi cairan tubuh kita juga terjaga, dan jangan lupa juga untuk memakan sayuran untuk menjaga kesehatan tubuh kita.