11 February 2020

TIPS SEDERHANA MENGURANGI KECELAKAAN KERJA

TIPS SEDERHANA MENGURANGI KECELAKAAN KERJA

Insiden, kecelakaan kerja dan nearmiss adalah merupakan tolak ukur yang sangat crucial dalam mengukur tingkat kinerja K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja) secara umum. Semua kejadian yang berkaitan dengan ketiga hal di atas perlu dicatat dan diselidiki guna menentukan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja K3 di tempat kerja. Tidak dapat dipungkiri lagi ketiga hal di atas tersebut memilik dampak besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam industri tersebut, terlebih bagi pekerja yang terdampak langsung dari ketiga hal yang telah kita bahas di atas.

Berbagai inovasi dari praktisi K3 menawarkan bebagai teori sebagai cara untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja. Di samping itu terdapat beberapa prinsip dasar sederhana yang dapat dituangkan menjadi beberapa checklist pertanyaan yang nantinya akan membantu pengurus dan pekerja dalam mengurangi potensi kecelakaan kerja di tempat kerja. Beberapa pertanyaan sederhana sebagai berikut.

 

  • Sudahkah pekerjaan dipersiapkan terlebih dahulu ?

Setiap pekerjaan secara umum haruslah dipersiapan terlebih dahulu. Hal ini meliputi kenali jenis pekerjaan, mempersiapkan APD (Alat pelindung Diri), pemilihan personil yang terlibat, spesifikasi alat yang dibutuhkan dan tools gear yang dibutuhkan dalam perkerjaan tersebut, dengan itu menjadikan pekerjaan efektif dan terstruktur. Mungkin sebagian orang menganggap step  ini adalah hal yang sepele namun sebaliknya, persiapan sebelum pekerjaan dimulai merupakan tahapan awal dalam rangka mengurangi potensi kecelakaan kerja.

 

  • Adakah prosedur umum tertuang dalam buku sebagai pedoman yang bias digunakan ?

Setiap pekerjaan umumnya memiliki tahapan kerja atau yang biasanya kita sebut dengan WI (Working Instriction) / IK (Instruksi Kerja) dan tertuang dalam SOP (Standar Operational Prosedur). SOP sendiri menurut beberapa praktisi K3 secara umum adalah suatu panduan untuk pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya secara administrative dan telah disosialisasikan kepada semua pihak terkait serta harus dipatuhi sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

 

 

  • Apakah anda telah berpengalaman dengan semua alat dan peralatan yang akan digunakan ?

Tindak lanjut dari pertanyaan pertama, terkait persiapan pekerjaan dalam hal personil yang akan terlibat. Untuk beberapa pekerjaan yang tingkat bahayanya tinggi memanglah sebagai persyaratan untuk penugasan pekerja haruslah personil yang telah memiliki pengalaman dalam focus pekerjaan tersebut. Adapun  untuk pekerjaan yang tingkat bahayanya relative lebih rendah dapat didelegasikan kepada pekerja baru/trainne dengan pendampingan personil kompeten pastinya. Hal ini sebagai langkah memastikan bahwa personil yang akan terlibat telah paham dan telah terbiasa dalam melakukan pekerjaan tersebut.

 

Jika pertanyaan sederhana tersebut sudah terjawab, akan mempermudah kita untuk mempermudah dalam melakukan pekerjaan dan harapan utama adalah menekan potensi terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja. Terima kasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *