Tips saat Ada Gempa

Tips saat Ada Gempa

Nusantara Traisser – Indonesia adalah salah satu negara yang rawan gempa. Celakanya gempa adalah salah satu bencana yang sangat sulit diperkirakan kapan datangnya dan berapa kekuatannya. Berbeda dari badai atau banjir, gempa bumi terjadi tanpa peringatan dan biasanya disusul dengan sejumlah gempa susulan yang lebih lemah dari gempa utama. Sering kali hanya ada waktu sedetik untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika Anda berhadapan dengan gempa bumi. Mempelajari saran-saran berikut dapat menentukan hidup atau mati dalam situasi tersebut. Berikut tips dalam menghadapi gempa bumi :

Berlutut dan rendahkan badan. Teknik berlutut, berlindung, dan berpegangan adalah turunan dari teknik “berhenti, berlutut dan berguling” yang terkenal untuk menghadapi kebakaran. Meski bukan satu-satunya metode perlindungan diri ketika berada di dalam ruangan saat terjadinya gempa bumi, metode ini sangat dianjurkan oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA) dan Palang Merah Amerika.[1]

  • Gempa bumi besar bisa terjadi tiba-tiba dan tanpa peringatan sama sekali, sangat disarankan untuk segera berlutut dan merendahkan badan ketika guncangan mulai terasa. Gempa bumi kecil dapat berubah menjadi gempa bumi besar dalam hitungan detik; lebih baik mengamankan diri dari pada menyesal.

Cari tempat berlindung. Berlindunglah di bawah meja yang kokoh atau perabot lain. Usahakan menjauhi kaca, jendela, pintu dan dinding, serta benda-benda yang rawan jatuh seperti lampu gantung atau perabot lain. Jika tidak ada meja di dekat Anda, tutupi wajah dan kepala dengan kedua lengan dan meringkuklah di sudut dalam bangunan yang jauh dari pintu.

  • Jangan:
    • Berlari keluar. Kemungkinan Anda terluka lebih besar jika mencoba keluar dari bangunan dibandingkan tetap di dalam ruangan.
    • Menuju ke arah pintu. Berlindung di balik pintu hanyalah mitos. Lebih aman berlindung di bawah meja daripada di balik pintu, terutama di rumah-rumah modern.
    • Berlari ke ruangan lain untuk berlindung di bawah meja atau perabot lain.

Tetaplah di dalam hingga Anda aman keluar. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar cedera justru terjadi apabila orang-orang berusaha berpindah tempat berlindung, atau apabila suatu tempat penuh sesak dan semua orang berusaha keluar dengan aman.

Berpegangan. Bisa jadi tanah bergetar dan puing-puing berjatuhan. Berpeganganlah pada apa pun benda yang Anda jadikan tempat berlindung dan tunggu sampai getarannya mereda. Jika tidak menemukan tempat berlindung, teruslah menundukkan dan melindungi kepala Anda dengan kedua lengan.

Tetaplah berada di tempat yang aman. Jika Anda sedang berada di ranjang saat gempa bumi terjadi, tetaplah di situ. Berpegangan dan lindungi kepala dengan bantal, kecuali jika Anda berada di bawah lampu gantung yang berat dan rawan terjatuh. Jika demikian, pindahlah ke tempat aman yang terdekat.

  • Cedera sering terjadi ketika orang meninggalkan ranjang kemudian menginjak pecahan kaca dengan kaki telanjang.

Tetaplah di dalam ruangan sampai guncangan berhenti dan sudah aman untuk keluar dari bangunan. Penelitian telah mengungkapkan bahwa kebanyakan cedera terjadi saat orang yang berada di dalam bangunan berusaha pindah ke tempat lain di dalam bangunan tersebut atau mencoba keluar dari bangunan.

  • Berhati-hatilah saat meninggalkan bangunan. Berjalanlah, jangan berlari untuk mengantisipasi datangnya gempa susulan yang sama kuatnya. Berkumpullah di tempat yang jauh dari kabel, bangunan, atau retakan tanah.
  • Jangan gunakan lift untuk keluar. Listriknya bisa mendadak padam, sehingga Anda terjebak di dalamnya. Pilihan terbaik adalah menggunakan tangga, jika masih bisa dilewati.

Perlukah Melakukan Risk Assessment Oleh Perusahaan ?

Perlukah Melakukan Risk Assessment Oleh Perusahaan ?

Nusantara Traisser Risk assessment adalah proses untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menganalisis apa yang dapat terjadi jika kemungkinan bahaya benar-benar terjadi. Ada banyak bahaya yang perlu dipertimbangkan. Untuk setiap bahaya yang ada banyak kemungkinan skenario yang dapat terjadi tergantung pada waktu, besarnya dan lokasi bahaya.

Ada banyak “aset” yang terancam bahaya. Pertama dan terpenting, cedera pada orang harus menjadi pertimbangan pertama dalam risk assessment. Skenario bahaya yang dapat menyebabkan cedera parah harus disorot untuk memastikan bahwa rencana keadaan darurat yang sesuai sudah siap. Banyak aset fisik lainnya mungkin berisiko. Ini termasuk gedung, teknologi informasi, sistem utilitas, mesin, bahan mentah dan barang jadi. Potensi dampak lingkungan juga harus dipertimbangkan. Pertimbangkan dampak insiden pada hubungan Anda dengan pelanggan, komunitas sekitar, dan pemangku kepentingan lainnya. Pertimbangkan situasi yang akan menyebabkan pelanggan kehilangan kepercayaan pada organisasi Anda dan produk atau layanannya.

Saat Anda melakukan risk assessment, cari kerentanan — kelemahan — yang akan membuat aset lebih rentan terhadap kerusakan akibat bahaya. Kerentanan mencakup kekurangan dalam konstruksi bangunan, sistem proses, keamanan, sistem perlindungan, dan program pencegahan kerugian. Mereka berkontribusi pada tingkat keparahan kerusakan saat suatu insiden terjadi. Misalnya, bangunan tanpa sistem penyiram api dapat terbakar habis, sedangkan bangunan dengan sistem penyiram api yang dirancang, dipasang, dan dirawat dengan baik akan mengalami kerusakan akibat kebakaran yang terbatas.

Dampak dari bahaya dapat dikurangi dengan berinvestasi dalam mitigasi. Jika terdapat potensi dampak yang signifikan, maka membuat strategi mitigasi harus menjadi prioritas utama.

Masalah Sampah Di Indonesia

Masalah Sampah Di Indonesia

Nusantara Traisser – Permasalahan sampah di Indonesia kian menjadi masalah serius di Indonesia. Seperti yang terjadi belum lama ini, jalur penyeberangan air di Kota Batam, dari wilayah Batu Aji ke Sagulung yang mengalami kerusakan sistem drainase. Drainase-drainase yang sudah dinormalisasi itu kembali tersumbat oleh tumpukan sampah rumah tangga yang terbawa arus dari pemukiman warga. Kondisi ini semakin buruk dengan datangnya hujan dua hari berturut-turut belakangan ini sehingga jumlah sampah yang menyumbat aliran air semakin bertambah banyak.

Tak hanya soal permasalahan sampah rumah tangga, sampah plastik pun kian menjadi sorotan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya banyak sampah plastik dalam tubuh bangkai ikan paus yang terdampar. Tentu hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan.

Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam. Adanya kelompok swadaya ‘Indonesia Bergerak Bebas Sampah’ juga menjadi solusi untuk mengurangi sampah di Indonesia. Hal ini tentu membantu pemerintah mewujudkan target Indonesia bebas sampah di tahun 2025. Sekumpulan anak muda yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap permasalahan sampah yang ada di seluruh negeri itu, mendeklarasikan diri untuk membantu pemerintah mewujudkan target Indonesia bebas sampah pada 2025. Namun, untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah tentu butuh bantuan dan kerja sama dari semua lapisan masyarakat.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) bertanggung jawab penuh untuk mengelola sampah sejak pemberlakuan otonomi daerah.

Berbagai macam cara pun sudah ditempuh oleh pemerintah Indonesia, seperti menempatkan pengelolaan laut yang berkelanjutan, menangani sampah di laut dan memprioritaskan pengelolaan sampah secara umum. Perlu diketahui, Indonesia berencana mengurangi sampah hingga 30 persen dan mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025. Beberapa penerapan yang dilakukan yakni Program Pengelolaan Limbah Padat Nasional (NSWM), Agenda Laut Nasional dan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik.

Sebagai warga Indonesia, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendukung rencana-renaca pemerintah untuk kemaslahatan bersama. Mari kita bersama-sama mulai mengurangi sampah rumah tangga dan sampah plastik dengan mendaur ulang sampah dan mengurangi penggunaan plastik.

Mengenal Emergency Response

Mengenal Emergency Response

Nusantara Traisser – Emergency Response Plan atau kita kenal juga dengan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Indonesia yang secara geografis dikelilingi tiga lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif bagian dari ring of fire dan dilewati garis khatulistiwa, menyebabkan Indonesia menjadi wilayah yang rawan bencana. Selain itu, kondisi hidrologi juga sangat berpengaruh terhadap fenomena alam yang dapat berujung bencana seperti angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan longsor.

Dalam menghadapi bencana, tentunya dibutuhkan sikap, pemikiran dan perilaku tangguh sehingga dibutuhkan sebuah proses internalisasi antara pengetahuan dan pengalaman sehingga diharapkan timbul kesadaran tidak hanya pada sikap tetapi juga pemikiran dan perilaku. Kesiapsiagaan menjadi elemen penting sebagai bentuk tangguh menghadapi potensi bencana. Tidak hanya untuk individu, perusahaan juga perlu memikirkan emergency response plan seperti apa yang harus dibuat dan disosialisasikan apabila terjadi keadaan darurat yang menyebabkan proses bisnis terganggu hingga terpaksa berhenti. Bukan hanya mengamankan karyawan, perusahaan juga harus memikirkan bagaimana rencana pengamanan asset yang ada.

Menurut UU RI No. 24 Tahun 2007, Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Dalam menghadapi ancaman bencana, kesiapsiagaan menjadi kunci keselamatan Anda. Indonesia memiliki beragam potensi keadaan darurat yang dapat terjadi seperti tsunami, gempa bumi, kebakaran, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan yang lainnya sehingga masyarakat dihimbau agar memiliki kesiapsiagaan yang tepat agar bias melakukan penanggulangan penyelamatan baik diri sendiri maupun orang lain.

Bagaimana upaya kesiapsiagaan yang harus dilakukan dengan tepat bagi para karyawan di perusahaan?

1. Memahami bahaya di sekitar Anda.
2. Memahami sitem peringatan dini setempat.
3. Mengetahui rute evakuasi dan rencana pengungsian
4. Memiliki keterampilan untuk mengevaluasi situasi secara tepat dan mengambil inisiatif tindakan untuk melindungi diri.
5. Memiliki rencana antisipasi bencana dan mempraktikan rencana tersebut dengan latihan.
6. Mengurangi dampak bahaya melalui upaya mitigasi
7. Melibatkan diri dengan berpartisiapasi dalam pelatihan kesiapsiagaan tanggap darurat.

Resiko Work From Home yang Wajib Diketahui

Resiko Work From Home yang Wajib Diketahui

Nusantara Traisser – Di tengah krisis yang sedang terjadi dan Gerakan #dirumahaja yang terus digaungkan, beberapa perusahaan baik BUMN maupun swasta mulai memberlakukan sistem bekerja di rumah untuk menekan penyebaran virus COVID-19. Namun semua karyawan yang bekerja di rumah sebisa mungkin harus mengharapkan standar yang sama seperti bekerja di kantor.

Ada banyak peran yang berbeda untuk dipertimbangkan yang bisa menjadi pekerjaan rumah dan itu berarti ada banyak risiko yang mungkin.

Berikut adalah risiko paling umum yang mungkin dihadapi pekerja rumahan:

  1. Manual Handling
  2. Bekerja sendiri
  3. Peralatan kerja
  4. Bahan dan zat berbahaya
  5. Peralatan Layar Display
  6. Tersandung, terpeleset dan jatuh
  7. Stres terkait pekerjaan
  8. Peralatan listrik – Jika perusahaan menyediakan peralatan listrik untuk bekerja di rumah, mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan peralatan ini sesuai dengan tujuan dan dirawat dengan cara yang benar.

Masalah lain yang harus dipertimbangkan adalah yang melibatkan ibu-ibu baru dan hamil yang bekerja di rumah, pemberian pertolongan pertama, pelaporan dan pencatatan kecelakaan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan oleh peralatan listrik yang digunakan di rumah. Misalnya, idealnya semua peralatan listrik harus diamankan untuk mencegah anak-anak mengakses atau merusak peralatan atau dari kerusakan yang terjadi pada peralatan melalui pengabaian.

Zat Kimia Berbahaya yang Wajib Diwaspadi untuk Manusia

Zat Kimia Berbahaya yang Wajib Diwaspadi untuk Manusia

Nusantara Traisser – Keberadaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dihindarkan. Penggunaannya sangat luas, untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Bahan kimia memiliki fungsi dan manfaat yang baik jika paham dan tepat dalam menggunakannya. Namum, keberadaaannya dapat membahayakan jika dalam jumlah yang banyak dan tidak tepat.

Berikut adalah 6 yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan cukup sering dijumpai.

1. Amonia (NH3)

Ciri khas dari amonia adalah baunya yang sangat menyengat, mudah larut dalam air dan bersifat korosif pada tembaga dan timah. Zat amonia kerap digunakan sebagai obat-obatan, campuran pupuk urea, detergen dan lain sebagainya.

Meskipun memiliki berbagai manfaat baik dalam bidang industri dan rumah tangga, namun amonia terbilang cukup berbahaya. Larutan pekat amonia dalam air akan menyebabkan iritasi apabila terkena kulit dan mata. Kontak dengan gas amonia berkonsetrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru bahkan kematian.

Amonia dalam bentuk cair harus disimpan dalam temperatur sangat rendah karena titik didihnya yang hanya berkisar -33 °C.

2. Asam Sulfat (H2SO4)

Zat cair tidak berwarna ini sangat korosif, beracun dan pendehidrasi. Zat yang dapat larut dalam air ini sangat berbahaya jika mengenai kulit karena sifatnya yang korosif. Selain itu, dengan sifat pendehidrasinya (penarik air yang sangat kuat), asam sulfat akan menimbulkan luka seperti luka bakar pada area kulit yang terpapar.

Asam sulfat pekat atau yang biasa disebut dengan oleum, akan merusak paru-paru jika terhirup. Hal ini dikarenakan oleum menghasilkan gas SO2 yang sangat reaktif jika terhirup. Sebagai bentuk perlindungan pertama, segera cari udara segar jika terhirup. Segera siram area kulit yang terpapar asam sulfat dengan air mengalir selama 10-15 menit. Jika asam sulfat terkena mata, lekas basuh mata dengan air hangat selama sekitar 20 menit. Untuk penangan lebih jauh, segera pergi ke dokter.

3. Asam klorida (HCl)

Asam klorida merupakan bahan kimia yang berbentuk larutan, bersifat racun dan korosif. Asap klorida pekat akan membentuk kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan. Kabut asap ataupun larutan asam klorida akan menyebabkan kerusakan pada kulit, mata dan alat pernafasan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United States Environmental Protection Agency) memasukkan asam klorida sebagai bahan beracun.

Oleh karena itu, alat perlindungan seperti sarung tangan PVC, jas lab atau pakai pelindung lainnya wajib dikenakan saat Anda berinteraksi dengan bahan kimia yang satu ini.

4. Formalin

FormalinMerupakan bentuk cair dari senyawa atau bahan kimia formaldehida. Jika dalam bentuk padatan dikenal dengan istilah trioxane atau paraformaldehida.

Formalin terbilang cukup berbahaya. Kadar formalin di udara yang melebihi ambang batas 0,1 mg/kg dapat menyebabkan iritasi pada kepala, membran mukosa, rasa pusing, tenggorokan terbakar, gerah dan mengeluarkan air mata.

Jika terkena formaldehida dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat meningkatkan keasaman darah, ganguan pernafasan, hipotermia dan koma.

Saat terjadi keracunan, jangan melakukan rangsangan agar korban muntah karena dapat menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran pencernaan. Segara berikan arang aktif atau norit untuk ‘mencuci dan membilas’ lambung.

5. Natrium Hidroksida (NaOH)

Zat padat berwarna putih ini merupakan basa kuat, terbilang mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Apabila terpapar natrium hidroksida akan menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata.

Bahan kimia yang dikenal sebagai soda api ini mempunyai beberapa kegunaan seperti pembersih peralatan, dapat melarutkan logam, sebagai reagent trans-esterifikasi dan esterifikasi pada pembuatan sabun dan minyak tanah, serta berbagai kegunaan lainnya.

Meskipun memiliki banyak manfaat, Anda harus tetap hati-hati dalam menggunakan natrium hidroksida ya.. Mengingat sifatnya yang korosif dan beracun.

6. Klorofrom (CHCl3)

Bahan kimia cair dan tak berwarna ini memiliki bau yang khas. Di laboratorium, klorofrom biasa digunakan sebagai obat bius yakni untuk membius hewan saat praktikum. Selain itu juga banyak digunakan sebagai pelarut nonpolar saat di laboratorium. Penggunaan kloroform terbukti dapat merusak liver dan ginjal.

Istilah Penting Terkait Covid-19 yang Wajib Diketahui

Istilah Penting Terkait Covid-19 yang Wajib Diketahui

Nusantara Traisser – Saat ini, dunia tengah diguncangkan oleh mewabahnya COVID-19. Bagaimana tidak, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis terbaru ini telah memakan ribuan korban jiwa. Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing.

Istilah-Istilah yang Berkaitan dengan COVID-19
‘Social distancing’ hanyalah salah satu dari sekian banyak istilah terkait virus Corona yang bermunculan dalam pandemi COVID-19. Untuk lebih memahami istilah-istilah yang berhubungan dengan COVID-19 tersebut, simak ulasan berikut:

  1. Social distancing
    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), arti istilah ‘social distancing’  atau ‘pembatasan sosial’ adalah menghindari tempat umum, menjauhi keramaian dan menjaga jarak optimal 2 meter dari orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat berkurang.
  2. Isolasi dan karantina
    Kedua istilah terkait virus Corona ini merujuk pada tindakan untuk mencegah penularan virus Corona dari orang yang sudah terpapar virus ini ke orang lain yang belum.
    Perbedaannya, isolasi memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.
    Berbagai pakar menganjurkan untuk melakukan karantina di rumah atau isolasi mandiri  setidaknya selama 14 hari.
  3. Lockdown
    Istilah ‘lockdown’ berarti karantina wilayah, yaitu pembatasan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah, termasuk menutup akses masuk dan keluar wilayah. Penutupan jalur keluar masuk serta pembatasan pergerakan penduduk ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi dan penyebaran penyakit COVID-19.
  4. Flattening the curve
    ‘Flattening the curve’
      atau ‘pelandaian kurva’ merupakan istilah di bidang epidemiologi untuk upaya memperlambat penyebaran penyakit menular yang dalam hal ini adalah COVID-19, sehingga fasilitas kesehatan memiliki sumber daya yang memadai bagi para penderita. Pelandaian kurva ini dapat dilakukan dengan social distancing, karantina dan isolasi.
    Kurva menggambarkan prediksi jumlah orang yang terinfeksi virus Corona dalam rentang waktu tertentu. Jumlah penderita yang meningkat drastis dalam periode yang sangat singkat, misalnya hanya dalam waktu beberapa hari, digambarkan sebagai kurva tinggi yang sempit.
  5. Pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP)
    PDP dan ODP merupakan definisi yang digunakan untuk mengelompokkan individu berdasarkan:

    • Gejala demam dan/atau gangguan pernapasan
    • Riwayat perjalanan ke daerah pandemi infeksi virus Corona atau tinggal di daerah tersebut selama 14 hari terakhir sebelum gejala timbul
    • Riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi COVID-19 dalam 14 hari terakhir sebelum gejala timbul
  6. Herd immunity
    Secara harfiah, istilah ‘herd immunity’  berarti kekebalan kelompok. Herd immunity terhadap suatu penyakit bisa dicapai dengan pemberian vaksin secara meluas atau bila sudah terbentuk kekebalan alami pada sebagian besar orang dalam suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.
    Di tengah pandemi COVID-19, sebagian ahli percaya bahwa penularan virus Corona akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali bila sudah ada banyak orang yang sembuh dan menjadi kebal terhadap infeksi ini.

Jadi, itulah berbagai istilah terkait virus Corona dan COVID-19. Synergy Solusi sebagai perusahaan yang fokus pada kesehatan dan keselamatan kerja sangat mendukung segala kegiatan bekerja Anda agar tetap aman. Salah satunya, melalui pelatihan dan konsultasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3).

Tugas Safety Officer Di Perusahaan

Tugas Safety Officer Di Perusahaan

Safety officer adalah sebuah profesi yang dijalankan oleh seorang profesional dengan latar pendidikan tertentu. Safety officer berkewajiban untuk memastikan seluruh pekerja yang berada dalam lingkungan kerja, bekerja dengan kondisi yang terjamin keamanan dan kesehatannya. Selain itu, safety officer juga wajib mengidentifikasi dan meminimalisir risiko bahaya yang mungkin muncul di lingkungan pekerjaan. Jadi, apa sajakah tugas utama dari seorang safety officer?

TUGAS SEORANG SAFETY OFFICER

  1. Mengidentifikasi dan memetakan potensi bahaya

    Segala bentuk bahaya yang mungkin terjadi dalam proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan wajib diidentifikasi dan dipetakan oleh safety officer. Hal semacam ini termasuk membuat tingkatan risiko dari bahaya (impact) dan peluang terjadinya bahaya itu (probability).

  2. Membuat gagasan program K3 yang mencakup usaha preventif dan usaha korektif.

    Usaha preventif mempunyai tujuan untuk mengurangi terjadinya bahaya atau kecelakaan di lingkungan kerja. Usaha korektif mempunyai tujuan untuk menanggulangi kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja dan melakukan tindakan mitigasi.

  3. Membuat dan memelihara dokumen yang berkaitan dengan K3.

    Dokumentasi yang baik termasuk aspek penting dalam menghindari bahaya dan menanggulanginya. Hal semacam ini termasuk membuat prosedur baku dan memelihara barang atau catatan berkaitan K3.

  4. Mengevaluasi insiden kecelakaan

    Kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja wajib dianalisa dan dievaluasi untuk mengetahui akar permasalahan termasuk tindakan preventif dan korektif yang di ambil. Safety officer bertugas untuk memonitor efektivitas program yang berjalan, melakukan perubahan atau perbaikan program jika program dirasa kurang memberikan efek pada aspek K3 di perusahaan. Hal semacam ini termasuk mengelola laporan yang diperlukan untuk manajemen perusahaan.

  5. Menjadi Penghubung antara Pemerintah dan Perusaahan

    Seorang safety officer adalah penghubung antara regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan kebijakan perusahaan. Dia harus meyakinkan kalau kriteria yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat dipenuhi oleh perusahaan.

 

Setelah mengetahui tugas dari safety Officer, apakah kita siap untuk menjadi seorang safety officer? Mulailah dari mengenali peraturan-peraturan yang perlu dipenuhi oleh perusahaan. Synergy Solusi member of Proxsis siap membantu setiap perusahaan dalam menganalisa peraturan dan mengimpelemtasikan peraturan-peraturan yang berlaku sesuai dengan standar sistem manajemen yang akan dianut oleh perusahaan. Selain itu Synergy Solusi juga siap membantu meningkatkan kompetensi safety officer agar mampu mengawal perusahaan dalam pemenuhan peraturannya

Kenalan dengan K3 dan Istilah – Istilahnya

Kenalan dengan K3 dan Istilah – Istilahnya

Nusantara Traisser – 

K3 adalah singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja, yaitu suatu bidang atau ilmu yang berguna untuk penerapan pencegahan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan dimana kita bekerja.

Pada umumnya K3 merupakan sebuah upaya preventif bagi Perusahaan, pekerja dan lingkungan kegiatan kerja dalam melindungi diri dari kejadian yang menimbulkan kerugian baik bagi lingkungan, perusahaan maupun pekerja.

K3 biasanya berkaitan dengan mesin, transportasi, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, pembangunan konstruksi gedung, dan lingkungan kerja serta cara melakukan suatu pekerjaan agar menjamin keselamatan kerja termasuk di dalamnya penggunaan alat pelindung diri (APD), pengaturan kerja yang sesuai, dan juga perawatan mesin baik mesin kendaraan, mesin pabrik dan lain sebagainya.

Istilah-istilah bahaya yang sering ditemui dalam lingkungan kerja meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  • Hazard (Sumber Bahaya)

    Keadaan yang dapat menimbulkan penyakit, bahaya, kecelakaan, dan kerusakan yang mungkin dapat terjadi kepada pekerja.

  • Danger (Tingkat Bahaya)

    Peluang bahaya sudah tampak (kondisi bahaya sudah ada tetapi dapat dicegah dengan berbagai tindakan preventif.

  •  Risk (Resiko)

    Perkiraan tingkat keparahan terjadinya bahaya dalam kondisi tertentu.

  • Incident

    Munculnya kejadian yang tidak diinginkan yang tidak disertai korban namun berhubungan langsung dengan sumber energi yang terlalu berlebihan.
  • Accident (Kecelakaan Kerja)

    Kejadian bahaya yang disertai adanya korban atau kerugian (manusia ataupun benda)

Di dalam pelaksanaannya, K3 juga menerapkan peraturan pemakaian alat pelindung diri. Apa sajakah Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan standar K3? Berikut penjelasannya:

  • Helm Safety

    Helm ini memberikan perlindungan kepala dari kejatuhan benda tajam, benturan, atau tertimpa bahan pekerjaan yang berukuran kecil seperti kerikil. Helm ini dapat juga membuat perlindungan kepala dari radiasi panas.
  • Sabuk Tali Keselamatan

    Sabuk keselamatan atau safety belt ini biasa digunakan oleh pekerja yang melakukan pekerjaan di bidang miring atau ketinggian. Sabuk keselamatan yang dimaksud seperti harness dan lanyard.

  • Sepatu Safety

    Sepatu pelindung ini berperan membuat perlindungan kaki dari bentrokan atau tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, tersiram cairan panas atau dingin, uap panas, bahan kimia beresiko maupun permukaan licin. Beragam sepatu safety dapat disesuaikan dengan keperluan pekerjaan. Mulai dari anti slip, anti-listrik, anti panas, anti-bahan kimia, anti paku dan lain-lain.
  • Penutup Telinga

    Penutup telinga dapat terbagi dalam 2 jenis yaitu sumbat telinga (ear plug) atau penutup telinga (ear muff), yang berperan membuat perlindungan telinga dari kebisingan maupun desakan.

  • Kacamata Safety

    Kacamata berperan membuat perlindungan mata dari paparan partikel yang melayang-layang di udara maupun di air, percikan benda kecil, benda panas, maupun partikel-partikel kecil yang bertebaran.
  • Peralatan Umum

    Ada beberapa alat pelindung diri yang bersifat umum dimiliki pekerja seperti sarung tangan dan masker. Sarung tangan ini berperan membuat perlindungan jari-jari tangan dari api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, bentrokan, pukulan, maupun tergesek benda tajam. Sarung tangan ini terbuat beragam jenis material, tergantung pada keperluan. Ada yang terbuat dari logam, kulit, kanvas, kain, karet serta sarung tangan yang tahan pada bahan kimia.

  • Masker

    Masker pernapasan atau biasa disebut dengan respirator berperan membuat perlindungan organ pernapasan lewat    cara menyaring cemaran bahan kimia, partikel debu, uap, asap, maupun gas. Hingga udara yang dihirup masuk kedalam tubuh hanya udara yang bersih saja.

 

Setelah mengetahui penjelasan tentang apa itu K3, maka kita akan lebih paham tentang fungsi penggunaan alat pelindung diri yang kita gunakan. Pada dasarnya K3 merupakan upaya pencegahan kecelakaan dan keselamatan kerja agar terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Upaya tersebut bukan hanya berlaku untuk melindungi diri sendiri tetapi untuk perlindungan semua orang. Tetap semangat dan terus gunakan alat pelindung diri dengan baik ya, Sobat Safety.

Online Training Perisai Diri di Tengah Pandemi

Online Training Perisai Diri di Tengah Pandemi

PT. NUSANTARA TRAISSER akan mengadakan Pelatihan Online yang akan membahas seputar Strategi shielding alias perisai diri bertujuan untuk melindungi hidup mereka yang rentan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, mengapa itu dilakukan? tunggu apalagi dengan standby di laptop/gadget Bapak/Ibu bisa menambah ilmu.

==============================

Bergabunglah bersama kami dalam “Online Training” via aplikasi “ZOOM” dengan tema “Perisai Diri di Tengah Pandemi” yang bermanfaat di dunia kerja, ayo join bersama kami PT. Nusantara Traisser, pada :
Selasa 30 September 2020 (09.30 – 12.00 WIB)

Sangat bermanfaat untuk professional di industri manufacture, jasa, minning, oil & gas

Silahkan hubungi team kami:

http://bit.ly/InfoBagusPDTP (Bagus)

http://bit.ly/InfoMitaPDTP (Mita)

Link Pendaftaran :
http://bit.ly/WebinarNTpdtp