Zat Kimia Berbahaya yang Wajib Diwaspadi untuk Manusia

Zat Kimia Berbahaya yang Wajib Diwaspadi untuk Manusia

Nusantara Traisser – Keberadaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dihindarkan. Penggunaannya sangat luas, untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Bahan kimia memiliki fungsi dan manfaat yang baik jika paham dan tepat dalam menggunakannya. Namum, keberadaaannya dapat membahayakan jika dalam jumlah yang banyak dan tidak tepat.

Berikut adalah 6 yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan cukup sering dijumpai.

1. Amonia (NH3)

Ciri khas dari amonia adalah baunya yang sangat menyengat, mudah larut dalam air dan bersifat korosif pada tembaga dan timah. Zat amonia kerap digunakan sebagai obat-obatan, campuran pupuk urea, detergen dan lain sebagainya.

Meskipun memiliki berbagai manfaat baik dalam bidang industri dan rumah tangga, namun amonia terbilang cukup berbahaya. Larutan pekat amonia dalam air akan menyebabkan iritasi apabila terkena kulit dan mata. Kontak dengan gas amonia berkonsetrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru bahkan kematian.

Amonia dalam bentuk cair harus disimpan dalam temperatur sangat rendah karena titik didihnya yang hanya berkisar -33 °C.

2. Asam Sulfat (H2SO4)

Zat cair tidak berwarna ini sangat korosif, beracun dan pendehidrasi. Zat yang dapat larut dalam air ini sangat berbahaya jika mengenai kulit karena sifatnya yang korosif. Selain itu, dengan sifat pendehidrasinya (penarik air yang sangat kuat), asam sulfat akan menimbulkan luka seperti luka bakar pada area kulit yang terpapar.

Asam sulfat pekat atau yang biasa disebut dengan oleum, akan merusak paru-paru jika terhirup. Hal ini dikarenakan oleum menghasilkan gas SO2 yang sangat reaktif jika terhirup. Sebagai bentuk perlindungan pertama, segera cari udara segar jika terhirup. Segera siram area kulit yang terpapar asam sulfat dengan air mengalir selama 10-15 menit. Jika asam sulfat terkena mata, lekas basuh mata dengan air hangat selama sekitar 20 menit. Untuk penangan lebih jauh, segera pergi ke dokter.

3. Asam klorida (HCl)

Asam klorida merupakan bahan kimia yang berbentuk larutan, bersifat racun dan korosif. Asap klorida pekat akan membentuk kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan. Kabut asap ataupun larutan asam klorida akan menyebabkan kerusakan pada kulit, mata dan alat pernafasan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United States Environmental Protection Agency) memasukkan asam klorida sebagai bahan beracun.

Oleh karena itu, alat perlindungan seperti sarung tangan PVC, jas lab atau pakai pelindung lainnya wajib dikenakan saat Anda berinteraksi dengan bahan kimia yang satu ini.

4. Formalin

FormalinMerupakan bentuk cair dari senyawa atau bahan kimia formaldehida. Jika dalam bentuk padatan dikenal dengan istilah trioxane atau paraformaldehida.

Formalin terbilang cukup berbahaya. Kadar formalin di udara yang melebihi ambang batas 0,1 mg/kg dapat menyebabkan iritasi pada kepala, membran mukosa, rasa pusing, tenggorokan terbakar, gerah dan mengeluarkan air mata.

Jika terkena formaldehida dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat meningkatkan keasaman darah, ganguan pernafasan, hipotermia dan koma.

Saat terjadi keracunan, jangan melakukan rangsangan agar korban muntah karena dapat menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran pencernaan. Segara berikan arang aktif atau norit untuk ‘mencuci dan membilas’ lambung.

5. Natrium Hidroksida (NaOH)

Zat padat berwarna putih ini merupakan basa kuat, terbilang mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Apabila terpapar natrium hidroksida akan menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata.

Bahan kimia yang dikenal sebagai soda api ini mempunyai beberapa kegunaan seperti pembersih peralatan, dapat melarutkan logam, sebagai reagent trans-esterifikasi dan esterifikasi pada pembuatan sabun dan minyak tanah, serta berbagai kegunaan lainnya.

Meskipun memiliki banyak manfaat, Anda harus tetap hati-hati dalam menggunakan natrium hidroksida ya.. Mengingat sifatnya yang korosif dan beracun.

6. Klorofrom (CHCl3)

Bahan kimia cair dan tak berwarna ini memiliki bau yang khas. Di laboratorium, klorofrom biasa digunakan sebagai obat bius yakni untuk membius hewan saat praktikum. Selain itu juga banyak digunakan sebagai pelarut nonpolar saat di laboratorium. Penggunaan kloroform terbukti dapat merusak liver dan ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *