Perlukah Melakukan Risk Assessment Oleh Perusahaan ?

Perlukah Melakukan Risk Assessment Oleh Perusahaan ?

Nusantara Traisser Risk assessment adalah proses untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menganalisis apa yang dapat terjadi jika kemungkinan bahaya benar-benar terjadi. Ada banyak bahaya yang perlu dipertimbangkan. Untuk setiap bahaya yang ada banyak kemungkinan skenario yang dapat terjadi tergantung pada waktu, besarnya dan lokasi bahaya.

Ada banyak “aset” yang terancam bahaya. Pertama dan terpenting, cedera pada orang harus menjadi pertimbangan pertama dalam risk assessment. Skenario bahaya yang dapat menyebabkan cedera parah harus disorot untuk memastikan bahwa rencana keadaan darurat yang sesuai sudah siap. Banyak aset fisik lainnya mungkin berisiko. Ini termasuk gedung, teknologi informasi, sistem utilitas, mesin, bahan mentah dan barang jadi. Potensi dampak lingkungan juga harus dipertimbangkan. Pertimbangkan dampak insiden pada hubungan Anda dengan pelanggan, komunitas sekitar, dan pemangku kepentingan lainnya. Pertimbangkan situasi yang akan menyebabkan pelanggan kehilangan kepercayaan pada organisasi Anda dan produk atau layanannya.

Saat Anda melakukan risk assessment, cari kerentanan — kelemahan — yang akan membuat aset lebih rentan terhadap kerusakan akibat bahaya. Kerentanan mencakup kekurangan dalam konstruksi bangunan, sistem proses, keamanan, sistem perlindungan, dan program pencegahan kerugian. Mereka berkontribusi pada tingkat keparahan kerusakan saat suatu insiden terjadi. Misalnya, bangunan tanpa sistem penyiram api dapat terbakar habis, sedangkan bangunan dengan sistem penyiram api yang dirancang, dipasang, dan dirawat dengan baik akan mengalami kerusakan akibat kebakaran yang terbatas.

Dampak dari bahaya dapat dikurangi dengan berinvestasi dalam mitigasi. Jika terdapat potensi dampak yang signifikan, maka membuat strategi mitigasi harus menjadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *