30 September 2020

Tips saat Ada Gempa

Tips saat Ada Gempa

Nusantara Traisser – Indonesia adalah salah satu negara yang rawan gempa. Celakanya gempa adalah salah satu bencana yang sangat sulit diperkirakan kapan datangnya dan berapa kekuatannya. Berbeda dari badai atau banjir, gempa bumi terjadi tanpa peringatan dan biasanya disusul dengan sejumlah gempa susulan yang lebih lemah dari gempa utama. Sering kali hanya ada waktu sedetik untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika Anda berhadapan dengan gempa bumi. Mempelajari saran-saran berikut dapat menentukan hidup atau mati dalam situasi tersebut. Berikut tips dalam menghadapi gempa bumi :

Berlutut dan rendahkan badan. Teknik berlutut, berlindung, dan berpegangan adalah turunan dari teknik “berhenti, berlutut dan berguling” yang terkenal untuk menghadapi kebakaran. Meski bukan satu-satunya metode perlindungan diri ketika berada di dalam ruangan saat terjadinya gempa bumi, metode ini sangat dianjurkan oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA) dan Palang Merah Amerika.[1]

  • Gempa bumi besar bisa terjadi tiba-tiba dan tanpa peringatan sama sekali, sangat disarankan untuk segera berlutut dan merendahkan badan ketika guncangan mulai terasa. Gempa bumi kecil dapat berubah menjadi gempa bumi besar dalam hitungan detik; lebih baik mengamankan diri dari pada menyesal.

Cari tempat berlindung. Berlindunglah di bawah meja yang kokoh atau perabot lain. Usahakan menjauhi kaca, jendela, pintu dan dinding, serta benda-benda yang rawan jatuh seperti lampu gantung atau perabot lain. Jika tidak ada meja di dekat Anda, tutupi wajah dan kepala dengan kedua lengan dan meringkuklah di sudut dalam bangunan yang jauh dari pintu.

  • Jangan:
    • Berlari keluar. Kemungkinan Anda terluka lebih besar jika mencoba keluar dari bangunan dibandingkan tetap di dalam ruangan.
    • Menuju ke arah pintu. Berlindung di balik pintu hanyalah mitos. Lebih aman berlindung di bawah meja daripada di balik pintu, terutama di rumah-rumah modern.
    • Berlari ke ruangan lain untuk berlindung di bawah meja atau perabot lain.

Tetaplah di dalam hingga Anda aman keluar. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar cedera justru terjadi apabila orang-orang berusaha berpindah tempat berlindung, atau apabila suatu tempat penuh sesak dan semua orang berusaha keluar dengan aman.

Berpegangan. Bisa jadi tanah bergetar dan puing-puing berjatuhan. Berpeganganlah pada apa pun benda yang Anda jadikan tempat berlindung dan tunggu sampai getarannya mereda. Jika tidak menemukan tempat berlindung, teruslah menundukkan dan melindungi kepala Anda dengan kedua lengan.

Tetaplah berada di tempat yang aman. Jika Anda sedang berada di ranjang saat gempa bumi terjadi, tetaplah di situ. Berpegangan dan lindungi kepala dengan bantal, kecuali jika Anda berada di bawah lampu gantung yang berat dan rawan terjatuh. Jika demikian, pindahlah ke tempat aman yang terdekat.

  • Cedera sering terjadi ketika orang meninggalkan ranjang kemudian menginjak pecahan kaca dengan kaki telanjang.

Tetaplah di dalam ruangan sampai guncangan berhenti dan sudah aman untuk keluar dari bangunan. Penelitian telah mengungkapkan bahwa kebanyakan cedera terjadi saat orang yang berada di dalam bangunan berusaha pindah ke tempat lain di dalam bangunan tersebut atau mencoba keluar dari bangunan.

  • Berhati-hatilah saat meninggalkan bangunan. Berjalanlah, jangan berlari untuk mengantisipasi datangnya gempa susulan yang sama kuatnya. Berkumpullah di tempat yang jauh dari kabel, bangunan, atau retakan tanah.
  • Jangan gunakan lift untuk keluar. Listriknya bisa mendadak padam, sehingga Anda terjebak di dalamnya. Pilihan terbaik adalah menggunakan tangga, jika masih bisa dilewati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *