Mengenal Tentang Segitiga Api

Mengenal Tentang Segitiga Api

Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Api berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap.

Api (warnanya-dipengaruhi oleh intensitas cahayanya) biasanya digunakan untuk menentukan apakah suatu bahan bakar termasuk dalam tingkatan kombusi sehingga dapat digunakan untuk keperluan manusia (misal digunakan sebagai bahan bakar api unggun, perapian atau kompor gas) atau tingkat pembakar yang keras yang bersifat sangat penghancur, membakar dengan tak terkendali sehingga merugikan manusia (misal, pembakaran pada gedung, hutan, dan sebagainya).

Penemuan cara membuat api merupakan salah satu hal yang paling berguna bagi manusia, karena dengan api, golongan hominids (manusia dan kerabatnya seperti kera) dapat aman dari hewan buas, memasak makanan, dan mendapat sumber cahaya serta menjaga dirinya agar tetap hangat. Bahkan masih banyak masyarakat zaman sekarang tetapi terisolir, menganggap api adalah sumber kehidupan segala mahluk hidup.

Segitiga api adalah elemen-elemen pendukung terjadinya kebakaran dimana elemen tersebut adalah panas, bahan bakar dan oksigen. Namun dengan adanya ketiga elemen tersebut, kebakaran belum terjadi dan hanya menghasilkan pijar.
Untuk berlangsungnya suatu pembakaran, diperlukan komponen keempat, yaitu rantai reaksi kimia (chemical chain reaction). Teori ini dikenal sebagai Piramida Api atau Tetrahedron. Rantai reaksi kimia adalah peristiwa dimana ketiga elemen yang ada saling bereaksi secara kimiawi, sehingga yang dihasilkan bukan hanya pijar tetapi berupa nyala api atau peristiwa pembakaran.

CH4 + O2 + (x)panas —-> H2O + CO2 + (Y)panas

Tiga unsur Api

1. Oksigen
Sumber oksigen adalah dari udara, dimana dibutuhkan paling sedikit sekitar 15% volume oksigen dalam udara agar terjadi pembakaran. Udara normal di dalam atmosfir kita mengandung 21% volume oksigen. Ada beberapa bahan bakar yang mempunyai cukup banyak kandungan oksigen yang dapat mendukung terjadinya pembakaran

2. Panas
Sumber panas diperlukan untuk mencapai suhu penyalaan sehingga dapat mendukung terjadinya kebakaran. Sumber panas antara lain: panas matahari, permukaan yang panas, nyala terbuka, gesekan, reaksi kimia eksotermis, energi listrik, percikan api listrik, api las / potong, gas yang dikompresi

3. Bahan bakar
Bahan bakar adalah semua benda yang dapat mendukung terjadinya pembakaran. Ada tiga wujud bahan bakar, yaitu padat, cair dan gas.
Untuk benda padat dan cair dibutuhkan panas pendahuluan untuk mengubah seluruh atau sebagian darinya, ke bentuk gas agar dapat mendukung terjadinya pembakaran.

a) Benda Padat
Bahan bakar padat yang terbakar akan meninggalkan sisa berupa abu atau arang setelah selesai terbakar. Contohnya: kayu, batu bara, plastik, gula, lemak, kertas, kulit dan lain-lainnya.

b) Benda Cair
Bahan bakar cair contohnya: bensin, cat, minyak tanah, pernis, turpentine, lacquer, alkohol, olive oil, dan lainnya.

c) Benda Gas
Bahan bakar gas contohnya: gas alam, asetilen, propan, karbon monoksida, butan, dan lain-lainnya.

Rantai Reaksi Kimia
Dalam proses kebakaran terjadi rantai reaksi kimia, dimana setelah terjadi proses difusi antara oksigen dan uap bahan bakar, dilanjutkan dengan terjadinya penyalaan dan terus dipertahankan sebagai suatu reaksi kimia berantai, sehingga terjadi kebakaran yang berkelanjutan.

Flammable Range: adalah batas antara maksimum dan minimum konsentrasi campuran uap bahan bakar dan udara normal, yang dapat menyala/ meledak setiap saat bila diberi sumber panas. Di luar batas ini tidak akan terjadi kebakaran.

a) LEL / LFL (Low Explosive Limit/ Low Flammable Limit): adalah batas minimum dari konsentrasi campuran uap bahan bakar dan udara yang akan menyala atau meledak, bila diberi sumber nyala yang cukup. Kondisi ini disebut terlalu miskin kandungan uap bahan bakarnya (too lean).

b) UEL / UFL (Upper Explosive Limit/ Upper Flammable Limit): adalah batas maksimum dari konsentrasi campuran uap bahan bakar dan udara, yang akan menyala atau meledak, bila diberi sumber nyala yang cukup. Kondisi ini disebut terlalu kaya kandungan uap bahan bakarnya (too rich).

Mengenal Tentang Backdraft

Mengenal Tentang Backdraft

Backdraft adalah situasi yang dapat terjadi ketika produk kebakaran-gas yang kekurangan oksigen; sehingga pembakaran melambat (karena kurangnya oksigen) tetapi bahan bakar gas mudah terbakar (terutama CO) dan asap (terutama hidro-karbon bebas radikal dan partikel) tetap berada pada suhu di atas titik-api gas bahan bakar. Jika oksigen kembali diperkenalkan ke dalam api, misalnya dengan membuka pintu (atau jendela) ke ruangan tertutup, pembakaran akan restart, sering mengakibatkan efek ‘ledakan’ sebagai gas yang dipanaskan oleh pembakaran dan berkembang pesat karena suhu yang meningkat pesat (lihat juga flashover ).

tanda-tanda Karakteristik situasi backdraft termasuk asap kuning atau coklat, asap lubang kecil yang keluar dalam tiupan (semacam efek pernapasan) dan sering ditemukan di sekitar tepi pintu dan jendela, dan jendela yang muncul berwarna cokelat atau hitam bila dilihat dari bagian luar . Warna-warna gelap disebabkan oleh pembakaran tidak sempurna (lebih partikel dalam gelap gas mereka). Jika ruangan berisi banyak jelaga (partikel), ini menunjukkan bahwa ruangan tidak memiliki cukup oksigen untuk memungkinkan pembakaran dari partikel-partikel jelaga. Petugas pemadam kebakaran sering terlihat untuk melihat apakah ada jelaga di bagian dalam jendela dan di celah-celah di sekitar ruangan. Jendela mungkin telah retak karena panas. Jendela struktur juga mungkin memiliki getaran sedikit karena perbedaan tekanan yang bervariasi. Lingkungan sekitar (misalnya lorong di luar ruangan backdraft diduga) akan sangat panas.

Jika petugas pemadam kebakaran menemukan sebuah ruangan menarik udara ke dalam dirinya, misalnya melalui celah, mereka umumnya evakuasi segera, karena ini merupakan indikasi kuat bahwa backdraft adalah dekat. Karena perbedaan tekanan, ini gumpalan asap kadang-kadang “tersedot” kembali ke dalam ruang tertutup dari mana mereka berasal, yang mana “backdraft” istilah berasal.

Backdrafts situasi sangat berbahaya, sering petugas pemadam kebakaran mengejutkan, terlepas dari tingkat pengalaman. Taktik yang paling umum digunakan oleh petugas pemadam kebakaran dalam melepas mata rantai suatu backdraft potensial untuk ventilasi dari titik tertinggi, sehingga panas dan asap melarikan diri tanpa memicu eksplosif.

Pengertian Tentang Tahapan Kebakaran Dalam Ruangan

Pengertian Tentang Tahapan Kebakaran Dalam Ruangan

Pada umumnya kebakaran dalam ruangan terbagi dalam tiga tahapan. Masing-masing tahapan memiliki ciri-ciri karaktersitik dan efeknya berhubungan dengan bahan yang terbakar yang berbeda-beda. Lama dari masing-masing tahapan bervariasi tergantung keadaan dari penyulutan, bahan bakar, dan ventilasi, akan tetapi secara keseluruhan tahapannya adalah kebakaran awal kebakaran bebas kebakaran menyurut.

A. Kebakaran Tahap Awal Ini adalah tahapan awal dari suatu kebakaran setelah terjadi penyulutan.
Nyala api masih terbatas dan pembakaran dengan lidah api terlihat. Konsntrasi Oksigen dalam ruangan masih dalam kondisi normal (21%) dan temperatur dalam ruangan secara keseluruhan belum meningkat. Gas panas hasil pembakaran dalam betuk kepulan bergerak naik dari titik nyala. Dalam kepulan gas panas terkandung bermacam-macam material seperti deposit karbon (jelaga) ataupun padatan lain, uap air, H2S, CO2, CO, dan gas beracun lainnya,semuanya tergantung dari jenis bahan bakar atau bahan yang terbakar. Panas akan dihantar secara konveksi oleh material-material tadi ke atas ruangan dan mendorong oksigen kebawah yang berarti ke titik nyala untuk mendukung pembakaran selanjutnya.

B. Tahap Penyalaan-bebas
Kebakaran akan menghebat sejalan dengan bertambahnya bahan yang terbakar. Konveksi, konduksi, dan kontak langsung memperluas perambatan api dan keluar dari bahan bahakar awal sampai bahan didekatnya mencapai temperatur penyalaannya dan mulai terbakar. Radiasi panas dari nyala api mulai menyebabkan bahan bahan lain mencapai titik nyalanya, memperluas kebakaran kesamping. Kecepatan perluasan kebakaran kesamping tergantung dari berapa dekat bahan di dekatnya dan juga susunan bahannya. Gas panas yang dihasilkan pembakaran berkumpul di langit-langit ruangan membentuklapisan asap. Temperatur dari lapisan asp ini meningkat. Lapisan yang lebih tinggi di ruangan tersebut memiliki konsentrasi oksigen paling rendah; temperatur tinggi; dan jelaga, asap, dan produk pirolisis yang belum terbakar sempurna pada saat itu sangatlah berbeda dengan kondisi di dekat lantai ruangan. Pada daerah dekat lantai lapisan udaranya masih relatif dingin dan mengandung udara segar (konsentrasi oksigen mendekati normal) yang bercampur dengan hasil pembakaran. Kemungkinan untuk hidup masih cukup di dalam ruangan apabila seseorang bertahan pada posisi merendah pada lapisan dingin dan tidak menghirup gas di bagian atas. Ketika lapisan panas mencapai titik kritisnya pada + 600oC (1100oF), ini sudah cukup untuk menghasilkan radiasi panas yang menyebabkan bahan bakar lainnya (seperti karpet dan furnitur) di dalam ruang mencapai titik nyalanya. Pada saat ini seisi ruangan akan menyala secara serentak, dan ruangan dikatakan mengalami flashover. Saat ini terjadi, temperatur seluruh ruangan mencapai titik maksimalnya dan kemungkinan hidup dalam berada di dalam ruangan ini untuk lebih dari beberapa detik sangat tidak mungkin. Flashover oleh ahli ilmu kebakaran didefinisikan sebagai proses pengembangan, radiasi, dan pembakaran lengkap dari semua bahan bakar dalam suatu ruangan.
Api/kebakaran adalah suatu aksi kesetimbangan kimia antara bahan bakar, udara, dan temperatur (bahan bakar oksigen – panas). Apabila ventilasi terbatas, pertumbuhan api
akan lambat, peningkatan temperatur akan lebih bertahap, asap akan dihasilkan lebih banyak, dan penyalaan gas panas akan tertunda sampai didapat tambahan udara (oksigen) yang cukup.

C. Tahap Api Mengecil
Akhirnya, bahan bakar habis dan nyala api secara bertahap akan berkurang dan berkurang. Apabila konsentrasi oksigen dibawah 16%, nyala api dari pembakaran akan berhenti meskipun masih terdapat bahan bakar yang belum terbakar. Pembakaran yang terjadi adalah pembakaran tanpa nyala api. Temperatur masih tinggi di dalam ruangan, tergantung dari bahan penyekat dan ventilasi dari ruangan tersebut. Beberapa bahan masih mengalami pirolisis atau terbakar tidak sempurna menghasilkan gas karbon monoksida dan gas bahan bakar lain, jelaga, dan bahan bakar lain yang terkandung dalam asap. Apabila ruangan tidak memiliki ventilasi yang cukup, maka akan terbentuk campuran gas yang dapat terbakar. Maka apabila ada sumber penyalaan yang baru, akan dapat terjadi kebakaran kedua diruangan tersebut, sering disebut backdraft atau ledakan asap.

Pengertian Tentang Safety Vest dan Fungsinya

Pengertian Tentang Safety Vest dan Fungsinya

Apa Itu Safety Vest ?

Safety Vest atau bahasa indonesianya adalah Rompi Keselamatan adalah salah satu Alat Pelindung Diri yang digunakan oleh para pekerja untuk memudahkan Pekerja lainnya dalam melakukan identifikasi lokasi pekerja.

Fungsi Safety Vest

Berbeda dengan Alat Pelindung Diri lainnya dimana mereka benar – benar memberikan perlindungan terhadap penggunannya, Safety Vest sendiri berfungsi untuk memudahkan antar pekerja dalam melakukan identifikasi wilayah.
Sehingga saat terjadi misalnya Lifting atau melakukan pekerjaan di area yang agak gelap, maka kalian masih bisa melihat posisi pekerja lainnya, hal ini dikarenakan Safety Vest memiliki reflector yang berfungsi untuk memantulkan cahaya, sehingga kita akan dengan mudah melihat dan memantau posisi seseorang jika Pekerja menggunakan Safety Vest.

Kapan Waktu Menggunakan Safety Vest ?

Safety Vest biasanya digunakan ketika kita akan melakukan pekerjaan di area yang pencahayaannya kurang, atau bahkan ketika kita bekerja di lokasi yang berdekatan dengan jalan utama, atau area dengan aktifitas kendaraan yang cukup besar sehingga membutuhkan safety vest untuk memudahkan pengelihatan pengendara di jalan.
Selain itu Safety Vest juga bisa digunakan ketika terjadi aktifitas Lifitng ataupun pada area konstruksi untuk memudahkan Operator dalam melihat posisi rekan – rekan lainnya ketika melakukan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Keuntungan Menggunakan Safety Vest ?

1. Mudah Terlihat Dalam Gelap

Reflector Safety Vest

 

Seperti yang sudah Admin bilang sebelumnya, dalam kondisi gelap Safety Vest dapat memudahkan orang lainnya untuk melihat pengguna Safety Vest tersebut, hal ini dikarenakan Safety Vest memiliki Reflector yang berfungsi untuk memantulkan cahaya agar lebih mudah terlihat oleh user lainnya.
Dengan hal ini maka kita akan menjadi lebih berhati – hati dalam melakukan pekerjaan dan mengetahui dimana posisi setiap personel yang mengenakan Safety Vest ini.

2. Melindungi User dari Cuaca Dingin & Tahan Air

Beberapa Safety Vest memiliki bahan yang cukup bagus sehingga membuat Vest bisa menjadi tahan air dan nyaman ketika digunakan saat hujan, beberapa Safety Vest juga cukup hangat untuk digunakan sehingga pekerja bisa lebih nyaman bekerja di cuaca dingin, meskipun tidak semua Safety Vest seperti ini.

3. Mudah Didapatkan

Safety Vest sendiri bisa dibeli dimana saja, dengan harga yang terjangkau kalian sudah bisa mendapatkan Safety Vest dan siap digunakan untuk bekerja.

Pentingnya Penggunaan Safety Gloves untuk Pekerja

Pentingnya Penggunaan Safety Gloves untuk Pekerja

Apa Itu Safety Gloves ?

Safety Gloves adalah salah satu Alat Pelindung Diri yang difungsikan untuk melindungi area tangan saat kita melakukan pekerjaan di area kerja, dengan menggunakan Safety Gloves tangan kita akan terhindar dari berbagai macam resiko pekerjaan yang akan kita lakukan nantinya.
Biasanya pekerja diwajibkan menggunakan Safety Gloves saat melakukan berbagai macam kegiatan di area kerja, khususnya jika kalian bekerja di Industry Konstruksi, Farmasi, Elektronik, Pertambangan, Pengeboran dan berbagai macam Industry lainnya yang membutuhkan peralatan keamanan lengkap.

Fungsi Safety Gloves

Beberapa dari kalian mungkin bertanya apa fungsi dari Safety Gloves ?? seperti yang Admin sebelumnya jika misalnya kalian bekerja di Industri konstruksi contohnya, kalian pasti akan memiliki resiko dalam melakukan sebuah pekerjaan.
Contohnya jika kalian bekerja di Industri Konstruksi dan kalian bekerja sebagai Rigger, dimana kalian harus selalu berhubungan dengan barang yang akan dipindahkan, jika benda tersebut benda tumpul maka tidak akan terlalu banyak masalah.
Namun bagaimana jika benda yang akan dipindahkan tersebut ternyata memiliki siku – siku yang tajam yang dapat melukai kalian ? nah disinilah Safety Gloves diperlukan, biasanya Safety Gloves memiliki bahan yang cukup tebal dan juga cukup kuat, sehingga kalian akan terhindar dari resiko benda tajam.
Atau misalnya jika kalian bekerja di Industri Elektronik dimana kalian selalu berhubungan dengan arus listrik, dengan menggunakan Safety Gloves tentunya kalian akan merasa aman karena Safety Gloves terbuat dari karet yang cukup tebal sehingga Safety Gloves sangat cocok menjadi isolator agar kalian aman saat bekerja dengan peralatan elektronik.
Bisa juga kalian bekerja di laboratorium dimana kalian melakukan berbagai pencampuran bahan kimia, dengan menggunakan Safety Gloves yang tebal, jika terjadi tumpahan bahan kimia maka tumpahan tersebut tidak akan mengenai kulit tangan kalian.
Nah diatas adalah beberapa contoh Fungsi Safety Gloves, dari sini sudah paham bukan kenapa kita harus menggunakan Safety Gloves saat melakukan pekerjaan ? kalian tidak ingin terlukan ketika melakukan sebuah pekerjaan bukan ? maka gunakan lah Alat Pelindung Diri secara benar.

Jenis – Jenis Safety Gloves

Setiap Industry memiliki Safety Gloves yang berbeda – beda, tidak semuanya sama, dibawah ini Admin akan menjelaskan setiap jenis Safety Gloves agar kalian bisa membeli Safety Gloves yang cocok untuk kalian saat digunakan untuk bekerja nantinya.

1. Leather Safety Gloves

Leather Safety Gloves

 

Safety Gloves pertama adalah jenis Leather atau lebih dikenal dengan berbahan kulit, biasanya kebanyakan pengguna Safety Gloves ini berada di area konstruksi karena memberikan kenyamanan bagi user saat digunakan, selain itu Safety Gloves ini cukup tebal sehingga cocok digunakan untuk permukaan kasar atau cocok untuk kegiatan di lapangan atau kegiatan outdoor.

2. Latex Safety Gloves

Latex Safety Gloves
Sarung Tangan Safety selanjutnya adalah berbahan Latex, biasanya user yang menggunakan Sarung Tangan Safety ini digunakan untuk bekerja di laboratorium, hal ini dikarenakan Sarung Tangan ini melindungi user dari Bakteri ataupun Kuman, sehingga sangat cocok digunakan untuk melakukan riset ataupun penelitian.

3. Heat Resistent Safety Gloves

Heat Resistent Safety Gloves
Sesuai dengan namanya Sarung Tangan Safety ini berfungsi untuk melindungi user dari panas ataupun dari api, namun tidak semua Heat Resistent Safety Gloves mampu melindungi kalian dari panas ya, tergantung dari bahan dan juga manufaktur Perusahaan.
Namun jika kalian menggunakan Heat Resistent Safety Gloves dari Superior Gloves maka Admin bisa menjawab suhu yang bisa tertinggi Sarung Tangan Safety mereka yang bisa digunakan, dari laporan Superior Gloves menyebutkan Safety Gloves berbahan kevlar mampu bekerja hingga mencapai suhu 450 derajat celcius.
Sedangkan untuk Sarung Tangan Safety berbahan Polybenzimidazole bisa bekerja hingga suhu 700 derajat celcius, selain heat resistent Sarung Tangan Safety dari Superior Gloves tersebut juga memiliki cut resistant juga loh, cukup multi fungsi Admin bilang.

4. Cut & Puncture Safety Gloves

Cut & Puncture Safety Gloves
Selanjutnya adalah Cut & Puncture Safety Gloves, sesuai dengan gambar diatas dimana Sarung Tangan ini berguna jika kita bekerja di area yang selalu banyak benda tajamnya, sehinngga kita akan terhindar dari luka karena benda tajam.
Namun Sarung Tangan ini memiliki Grade masing – masing ya, jadi semakin banyak dan sering kalian bekerja di area yang banyak benda tajamnya, maka kalian harus memilih sarung tangan Grade dari Sarung Tangan Safety adalah A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, & A9.
 
Cut & Puncture Safety Gloves Grade

5. Nitrile Safety Gloves

Nitrile Safety Gloves
Untuk jenis Safety Gloves terakhir adalah Safety Glove berbahan Nitrile, Safety Glove ini berfungsi untuk melindungi user dari bahaya dari benda kimia terutama yang beracun, Sarung Tangan Safety ini sendiri terbuat dari bahan Material Nitrile dan juga Polimer Sintetis.

Mengenal Lebih Dalam Penggunaan Earmuff dan Earplug

Mengenal Lebih Dalam Penggunaan Earmuff dan Earplug

Apa Itu Earmuff & Earplug ?

Earmuff dan Earplug adalah Alat Pelindung Diri yang digunakan untuk melindungi telinga dari suara bising yang ada ditempat kita bekerja.
Meskipun keduanya berfungsi sebagai pelindung telinga, namun sebenarnya kedua Alat Pelindung Diri ini cukup berbeda loh dalam pengaplikasian perlindungannya, mari kita bahas lebih mendalam dibawah ini.

Pentingnya Penggunaan Earmuff & Earplug

Untuk kalian yang bekerja di bidang Industri Musik dan Hiburan, Konstruksi, Manufaktur, maupun Industri Manufaktur, kalian harus selalu waspada dengan tempat kerja kalian, hal ini dikarenakan paparan kebisingan pada area kerja Industri diatas rata – rata lebih dari 85dBA.
Jika hanya sekali atau dua kali hal ini bukan menjadi masalah, namun sebagai Pekerja tentunya kalian akan berada ditempat tersebut secara terus – menerus selama kontrak bekerja kalian masih berlaku, sehingga nantinya akan menyebabkan berbagai macam resiko kesehatan dan keselamatan bagi pekerja.
Perlu Diketahui batas maksimal paparan kebisingan adalah 85dBA dan setiap pekerja hanya bisa menerima paparan sekitar 8 jam per hari, selebihnya akan berbahaya bagi Pekerja.
 
Source: PERMENAKERTRANS NO. PER.13/MEN/X/2011
ika kalian bekerja dalam waktu lama di area dengan tingkat kebisingan yang sudah melampaui batas, maka kalian akan merasakan efek samping yang mempengaruhi kesehatan kalian, seperti misalnya telinga kalian mengalami penurunan performa pendengaran, kemudia terjadinya stress yang diakibatkan pekerjaan.
Bukan hanya ini saja, bahkan kalian juga bisa mengalami penurunan performa saat bekerja jika kalian tidak menggunakan peralatan yang memadai, maka dari itu kalian harus memastikan bahwa sebelum kalian bekerja kalian harus menggunakan Peralatan Alat Pelindung Diri secara lengkap.

Perbedaan Earmuff & Earplug

Setelah kita membahas tentang pentingnya penggunaan Earmuff dan juga Earplug, kali ini kita akan membahas perbedaan kedua Alat Pelindung Diri ini, meskipun keduanya sama – sama berfungsi melindungi telinga, ternyata keduanya memiliki pengaplikasian yang beda seperti yang sudah Admin singgung sebelumnya, yuk simak.
Earplug
Ear Plug
Sesuai dengan namanya, Earplug adalah alat penyumbat telinga yang penggunaannya hanya perlu memasukan sumbat telinga tersebut ke area telinga kita, biasanya untuk Safety Operation Earplug yang digunakan memiliki tali, tujuannya agar Earplug ini mudah dilepaskan saat selesai bekerja.
Earplug sendiri memiliki ukuran yang berbeda antara satu dengan lainnya, maka dari itu kalian harus mengetahui ukuran diameter saluran telinga kalian terlebih dahulu sebelum memilih Earplug yang akan digunakan nantinya.
Ukuran diameter Earplug sendiri berkisar antara 3mm – 14mm, namun untuk di pasaran Indonesia paling umum biasanya antara diameter 5mm – 11mm, untuk Earplug sendiri mampu mengurangi kebisingan hingga 30 dBA.
Earmuff
Ear Muffs
Berbeda halnya dengan Earmuff, jika Earplug hanya menutup area gendang telinga, maka Earmuff menutup seluruh area telinga, sehingga pemasangannya pun sangat mudah, dan juga jauh lebih nyaman dibandingkan dengan Earplug.
Earmuff sendiri bisa digunakan hingga tingkat kebisingan 110 dBA, dan Earmuff mampu menurunkan tingkat kebisingan hingga 40dBA, untuk di Kantor Admin sendiri kebanyakan menggunakan Earmuff, namun terganntung dari kondisi tempat kerja juga.
Jika kondisi tempat kerja tidak terlalu bising maka kalian bisa menggunakan Earplug saja, nah sampai sini sudah paham bukan tentang Earplug dan juga Earmuff

Mengenal Listrik Statis dan Bahayanya Di Tempat Kerja

Mengenal Listrik Statis dan Bahayanya Di Tempat Kerja

Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik jumlah tertentu yang tetap atau statis, ketidakseimbangan muatan listrik di dalam maupun permukaan benda. Muatan listrik akan tetap ada sampai benda kehilangan dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik. Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari suatu benda ke benda lain

Listrik statis terjadi ketika benda-benda yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun elektron tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik.

Listrik statis dapat ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda. Muatan listrik pada benda timbul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain. Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif.

Pengertian lainnya, listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaan benda. Muatan listrik tetap ada sampai benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik. Listrik statis kontras dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan mentransmisikan listrik.

Lebih singkatnya, listrik statis berhubungan dengan gejala kelistrikan yang diam atau tidak mengalir. Listrik statis tidak bisa mengalir dari suatu tempat ke tempat lain atau hanya bisa ada sekejap pada suatu tempat, berbeda dengan listrik dinamis.

Suatu muatan listrik statis dibuat setiap kali dua permukaan terhubung dan terpisah, dan setidaknya salah satu permukaan memiliki resistensi yang tinggi terhadap arus listrik (dan karena itu adalah isolator listrik). Efek listrik statis yang akrab bagi kebanyakan orang karena orang dapat merasakan, mendengar, dan bahkan melihat percikan sebagai kelebihan muatan dinetralkan saat dibawa dekat dengan konduktor listrik yang besar misalnya, dialirkan ke tanah (ground).

Konsep Dasar Listrik Statis

Kejadian potongan kertas kecil bisa berinteraksi dengan penggaris yang telah digosok-gosok dapat dijelaskan dengan konsep dasar listrik statis (muatan listrik). Karena membahas tentang listrik tentu tidak akan lepas dari muatan listrik, listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang ada dalam keadaan statis (diam).

Terdapat 2 (dua) muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif jika proton lebih banyak daripada jumlah elektron, dan begitupun sebaliknya. Sedangkan benda yang tidak memiliki muatan disebut netral.

Benda yang bermuatan sejenis akan saling tolak menolak saat didekatkan dan sebaliknya, jika berbeda muatan akan saling tarik menarik. Interaksi antar muatan listrik dijelaskan dalam Gaya Coulumb.

Medan Listrik

Medan listrik adalah saerah yang ada di sekitar benda yang bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Lebih singkatnya, medan listrik adalah suatu daerah dimana gaya listrik masih bekerja. Medan listrik merupakan efek yang timbul oleh muatan listrik dalam suatu benda.

Arah medan listrik suatu benda bermuatan listrik bisa digambarkan dengan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik menjauhi (keluar) dari muatan dan muatan negatif memiliki garis gaya listrik mendekati (masuk) muatan negatif.

Contoh Listrik Statis

Berikut beberapa contoh listrik statis dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya yaitu:

  • Saat menyisir rambut, tanpa disadari terkadang rambut akan terbawa berdiri sendiri beriringan dengan gerakan sisir. Hal tersebut terjadi karena ada interaksi muatan antar sisir dengan rambut.
  • Penggaris atau sisir yang digosok-gosok ke rambut atau tangan kering akan menarik potongan kertas kecil.
  • Debu yang tertempel pada layar tv
  • Kain sutra yang digosok-gosok dengan batang kaca. Akan terjadi reaksi tarik-menarik antara dua benda tersebut. Karena elektron dari batang kaca akan berpindah ke kain sutera sehingga batang kaca akan memiliki muatan positif dan batang kaca akan memiliki muatan negatif
  • Menggosokan balon dengan tangan
  • Ketika mendekatkan tangan ke layar TV yang baru saja dimatikan. Perhatikan bulu atau rambut yang ada di tangan akan berdiri.
  • Penggaris plastik digosok dengan kain woll. Kedua benda tersebut memiliki muatan netral, tetapi saat dua benda tersebut digesekkan maka akan ada perpindahan elektron dari kain woll ke penggaris plastik. Sehingga penggaris plastik memiliki muatan negatif dan kain woll memiliki muatan positif.
  • Di sebuah Stasiun Pengisian Bensin di Amerika serikat, seorang pelanggan sedang mengisi jerigen yang ia bawa di mobilnya tanpa ada pembumian (grounding) di jerigen tersebut. Listrik statis yang terbentuk dari kejadian tersebut melengkapi segitiga api yang sudah dibentuk oleh Oksigen disekitar serta bahan bakar bensin.Api pun akhirnya terbentuk karena reaksi tersebut sehingga menyebabkan kerusakan yang parah di truk dan Stasiun pengisian bahan bakar. Pelanggan tersebut menderita luka bakar parah di kedua kakinya yang bisa saja lebih parah jika tidak ada yang segera menolong.

    Kecelakaan ini mengingatkan kita akan pentingnya mencegah terbentuknya listrik statis yang bisa memicu api terutama yang berasal dari peralatan seperti jerigen,pipa, dan peralatan lain yang digunakan untuk membawa atau mengangkut gas,cairan atau debu yang mudah terbakar.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah risiko dari listrik statis?

  • Selalu lakukan pembumian terhadap wadah-wadah yang bersifat konduktor. Misalnya: drum, ember, tangki bergerak, truk tangki, kereta yang berjalan di rel, dan tangki lain yang digunakan untuk transfer material mudah terbakar.
  • Pastikan semua peralatan proses sudah dipasang pembumian dengan baik dan pembumian tersebut dites secara reguler.
  • Minimalisasi mengisi cairan atau benda padat yang mudah terbakar dengan cara menjatuhkannya dari ketinggian dalam proses pengisian tangki atau wadah lain
  • JIka Anda melakukan pemeliharaan, pastikan semua pembumian telah dilepas atau dites sesuai dengan pemeliharaan yang dilakukan
  • Jika Anda bekerja di dalam sebuah area yang membutuhkan prosedur khusus untuk mencegah pelepasan arus listrik statis, seperti memakai sepatu anti listrik statis, baju khusus, peralatan listrik Ex (explosion proof), dll, pastikan selalu mengikuti prosedur-prosedur tersebut

Video Dibawah ini adalah sebagai contoh kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh Listrik Statis, silahkan cek dibawah.

Pelatihan Operator Crane Overhead Kelas 3 February 2021

Pelatihan Operator Crane Overhead Kelas 3 February 2021

Nusantara Traisser mengadakan Pelatihan Operator Crane Overhead Kelas 3 Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam menangani dan juga mempergunakan Overhead Crane agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja penggunaan alat tersebut menjadi lebih terjamin.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

Materi Pelatihan : 

  • Kebijakan K3
  • Peraturan Perundangan Pesawat Angkat Angkut
  • Dasar – Dasar K3 dan P3K
  • Pengetahuan Dasar Crane Overhead
  • Pengetahuan Dasar Motor Penggerak
  • Perangkat Keselamatan Kerja
  • Tali Kawat Baja dan Alat Bantu Angkat
  • Sebab – Sebab Kecelakaan Overhead Crane
  • Menghitung Berat Beban
  • Pengoperasian Aman
  • Perawatan dan Pemeriksaan
  • Praktek Lapangan
  • Evaluasi Teori

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 3.500.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 3 Hari ( 08 – 10 Feb ) 2021

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601

Pelatihan Operator Forklift Kelas 2 February 2021

Pelatihan Operator Forklift Kelas 2 February 2021

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan Operator Forklift Kelas 2 Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam menangani dan juga mempergunakan Overhead Crane agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja penggunaan alat tersebut menjadi lebih terjamin.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

Materi Pelatihan : 

  • Peraturan Perundangan
  • Keselamatan Kerja Pengoperasian Forklift
  • Pengetahuan Forklift Beserta Faktor yang Terkait
  • Memperkirakan Berat, Aba – Aba, dan Simbol Barang
  • Pengukuran Kapasitas dan Daftar Beban Forklift
  • Pemeliharaan dan Pemeriksaan Forklift
  • Prinsip Kerja dan Perlengkapan System Hidraulic
  • Prosedure dan Pengoperasian yang Aman
  • Penggerak Bagian Bawah ( Power Train )
  • Tanggung Jawab Operator
  • Praktek Lapangan
  • Evaluasi Teori

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 3.500.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 3 Hari ( 08 – 10 Feb 2021 )

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601