10 February 2021

Apa Itu Vaksin ?

Apa Itu Vaksin ?

Pada tahun ini Vaksin akan menjadi sebuah hal yang sangat diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama yang disebabkan oleh virus baru seperti Covid-19.

Dirangkum dari laman resmi Covid19.go.id, vaksin adalah sebuah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga bisa mencegah terjangkit dari penyakit tertentu tersebut.

Saat ini setidaknya sudah ada 30 jenis vaksin yang diciptakan sejak konsep vaksinasi dilakukan oleh Edward Jenner pertama kalinya pada tahun 1796.

Bukti dari keberhasilan vaksin ini adalah musnahnya penyakit Variola atau dikenal dengan nama small pox pada tahun 1979.

Sekarang kita juga dalam upaya untuk memusnahkan campak dan polio. Indonesia sendiri saat ini bebas dari polio karena program imunisasi yang dilakukan oleh Pemerintah.

Bagaimana Vaksin Bekerja ?

Dilansir dari halaman World Health Organization (WHO), vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan sebuah penyakit.

Namun antigen yang ada pada vaksin tersebut sudah dikendalikan atau dilemahkan sehingga pemberian vaksin tidak menyebabkan orang menderita penyakit seperti jika orang tersebut terpapar dengan antigen yang sama secara alamiah.

Vaksinasi sendiri adalah sebuah kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen.

Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh.

Dengan begitu, sebagai respon adanya ancaman dari musuh maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut. Namun, kekebalan yang didapat melalui vaksinasi, tidaklah bertahan seumur hidup terhadap infeksi penyakit berbahaya.

Jenis Vaksin

Saat ini ada empat jenis vaksin, berikut di antaranya:

  1. Vaksin hidup. Di antaranya adalah Vaksin Polio Oral (OPV), campak, rotavirus, demam kuning.
  2. Vaksin yang sudah dimatikan. Di antaranya adalah vaksin pertusis utuh, IPV.
  3. Vaksin yang berisi sub unit dari antigen (antigen yang sudah dimurnikan). Di antaranya vaksin Hepatitis B.
  4. Vaksin yang berisi toksoid (Toksin yang sudah diinaktivasi). Di antaranya adalah vaksin Toksoid Tetanus dan Difteri toksoid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *