5 August 2021

Apa Itu CSMS ?

Apa Itu CSMS ?

Pada pembahasan kali ini Admin akan membahas tentang Apa Itu CSMS, jadi CSMS (

Contractor Safety  Management System ) , adalah sebuah system manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja  ( SMK3 ) yang diterapkan oleh sebuah Perusahaan kepada Kontraktor, Supplier dan juga Vendor Perusahaan.

CSMS ini sendiri bisa dibilang sangat penting untuk dilakukan, karena dengan mengguanan CSMS ini bisa membantu pihak K3 dan pengguna jasa dalam mempersiapkan proses seleksi awal sebelum para kontraktor, vendor dan supplier melakukan pekerjaan di lingkungan mereka, di mana para pihak ketiga harus mematuhi dan mengikuti peraturan sistem manajemen yang dianut oleh perusahaan tersebut.

CSMS juga merupakan sistem komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan dengan menghubungkan sistem manajemen K3 perusahaan dengan sistem manajemen K3 kontraktor.

Tujuan penerapan CSMS

  • Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 yang ditetapkan perusahaan.
  • Sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan kinerja K3 di lingkungan kontraktor
  • Untuk mencegah dan menghindarkan kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor

Penerapan CSMS ini dapat dilakukan di seluruh sektor atau bidang perusahaan baik produk maupun jasa seperti oil and gas, BUMN, manufaktur, tambang, perbankan, telekomunikasi, dan yang lainnya.

Sementara bagi para kontraktor, menerapkan CSMS perlu diterapkan, karena:

  1. Sebagai Syarat untuk dapat lolos prakualifikasi di perusahaan pemilik proyek
  2. Meningkatkan profit perusahaan.
  3. Mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
  4. Membangun citra positif perusahaan

 

Tahapan CSMS

1. Risk Assessment

Pada tahap ini, perusahaan yang akan memberikan kontrak kepada kontraktor akan:

  1. Menilai dan menakar risiko aktivitas pekerjaan yang akan dikontrakkan.
  2. Mengkategorikan risiko dengan kategori rendah, menengah dan tinggi.

Hal hal yang mempengaruhi risiko, antara lain adalah jenis pekerjaan, lokasi pekerjaan, potensi celaka karena bahaya di tempat kerja, potensi celaka karena aktivitas kontraktor, pekerjaan simultan oleh beberapa kontraktor, lamanya pekerjaan, pengalaman dan keahlian kontraktor.

2. Pre-Qualification

Untuk meneliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender.

3. Selection

Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender.

4. Pre-job activity

Langkah ini dilakukan untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan terutama pada perusahaan minyak dan tambang.

5. Work in progress

  1. Inspeksi Keselamatan Kerja
  2. Program Keselamatan Kerja (Safety Program): Safety Meeting, Safety Inspection, Safety Promotion, Safety Communication, Emergency Drills and Exercise, Incident Investigation

6. Final evaluation

Evaluasi akhir ini merupakan langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan pekerjaan Berlangsung. Hasil evaluasi akan disimpan di bank data dan akan menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang

Proses CSMS ini banyak mempunyai kendala di beberapa perusahaan yang belum mempunyai sistem manajemen K3, ataupun sudah ada namun tidak terimplementasikan sepenuhnya.

Beberapa hal yang kadang dilewatkan ataupun tidak disadari oleh Line Management ataupun karyawan bahwa, pendokumentasian setiap proses pekerjaan amatlah penting.

Hal itu bertujuan untuk memonitor dan mendeteksi suatu proses pekerjaan, yang didalamnya terdapat informasi-informasi penting yang pada suatu saat akan dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *