Mengenal Tentang Scaffolding

Mengenal Tentang Scaffolding

Pengertian Scaffolding, Perancah atau Steger

Perancah adalah bangunan pelataran sementara yang digunakan sebagai penyangga pekerja, peralatan dan bahan kerja pada pekerjaan konstruksi (Permenaker No.1 Tahun 1980).

Penggunaan perancah ini, apabila tidak tepat dan tidak memenuhi standar keselamatan, akan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Oleh karena itu, dalam tulisan ini dan beberapa tulisan ke depan, saya akan sedikit mengulas tentang perancah dari tahap perencanaan hingga inspeksi perancah yang sudah dibangun. Kita mulai dengan memahami tipe dan bagian dari perancah.

Jenis Perancah / Scaffolding

Tipe-tipe perancah meliputi:

  1. Perancah Frame
  2. Perancah kayu bulat
  3. Perancah pipa
  4. Perancah berbaris tunggal dengan menggunakan pipa
  5. Perancah siku dengan penunjang
  6. Perancah bergerak
  7. Perancah kuda-kuda
  8. Perancah persegi
  9. Perancah gantung
  10. Perancah tupang sudut
  11. Perancah mekanik

1. Scaffolding, Perancah atau steger frame/bingkai

Scaffolding frame atau bingkai adalah jenis scaffolding yang disusun dari bingkai-bingkai berbentuk kontak, disertai juga dengan bracing yang menyilang serta dapat dilengkapi tangga di dalam serta di luarnya. Scaffolding, perancah atau steger jenis ini merupakan jenis yang paling banyak kita temui di proyek untuk rumah atau konstruksi lainnya.

2. Scaffolding, Perancah atau Steger kayu bulat

Steger kayu bulat adalah steger atau scaffolding yang dibuat dengan menggunakan batang-batang pohon kemudian diikat diujung-ujungnya dengan kuat. Perancah kayu bulat ini tidak praktis untuk dibangun, dipindahkan ataupun digunakan karena berat.

3. Scaffolding, Perancah atau Steger kuda-kuda

Scaffolding, perancah atau steger kuda-kuda disusun dari tangga-tangga lipat yang dihubungkan dengan pipa atau tiang besi dengan menggunakan clamp. Karena menggunakan tangga lipat, Anda harus benar-benar mengukur apakah ketinggian platformnya sudah sama tinggi karena jika tidak sama tinggi maka beban akan lebih berat ke salah satu tangga saja.

4. Scaffolding, perancah atau steger tumpang sudut

Perancah jenis ini merupakan perancah yang memanfaatkan sudut-sudut dari fondasi untuk kemudian dipasang support guna menjadikan platform yang menjorok ke luar dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Jika Anda pernah lewat proyek tol Jakarta-Cikampek elevated, maka scaffolding jenis ini banyak ditemukan untuk melanjutkan pekerjaan setelah girder terpasang.

5. Scaffolding, Perancah atau steger Beroda

Scaffolding, perancah atau steger beroda adalah scaffolding yang mirip dengan scaffolding bingkai atau frame hanya saja ia memiliki roda di bawahnya. Ketika menggunakan scaffolding roda, pastikan roda-roda nya sudah terkunci. Anda juga tidak diperkenankan untuk berada di atas scaffolding jika scaffolding sedang bergerak.

6. Scaffolding, Perancah atau steger gantung

Scaffolding gantung adalah scaffolding yang titik tumpunya justru berada di atas bukan di bawah seperti pada umumnya. Karena titik tumpu di atas, maka scaffolding jenis ini dibangun dari atas ke bawah. Berbeda juga dengan scaffolding sudut, scaffolding gantung ini tidak memiliki support yang disusun miring.

7. Scaffolding,Perancah atau Steger Pipa

Scaffolding pipa adalah scaffolding yang tersusun dari pipa-pipa scaffolding berbagai macam ukuran serta dihubungkan dengan beraneka macam bentuk clamp (klem). Meskipun bernama scaffolding pipa, tapi scaffolding ini tidak dibangun dari sembarang pipa, ia dibangun dari pipa scaffolding berbahan besi. Scaffolding jenis ini pun sangat dapat dijadikan beraneka macam bentuk (customize).

8. Scaffolding, perancah atau steger kerja pelat tunggal

Scaffolding pelat tunggal biasanya dibangun antara tiang dengan bagian bangunan. Untuk menghungkan antar bagian, kita dapat menggunakan paku atau tali.

9. Scaffolding, Perancah atau Steger Window Jack Scaffolds

Scaffolding, perancah, steger window jack adalah scaffolding yang dibuat pada luar jendela dengan mengangkur kepada struktur yang sudah ada. Scaffolding jenis ini sangat berguna karena kita tidak perlu membuat scaffolding dari bawah, cukup pasang saja dengan kuat di akses jendela.

10. Scaffolding, perancah atau steger Crawling Boards

Scaffolding, perancah, steger crawling boards adalah scaffolding yang dipasang pada atap atau permukaan miring dengan bentuk seperti platform yang disertai pengunci di salah satu sisi. Scaffolding crawling board sangat berguna untuk mencegah atap rubuh karena beban yang diterima ketika pekerjaan.

11. Scaffolding, Perancah atau steger Roof Bracket Scaffold

Scaffolding roof bracket scaffold merupakan scaffolding yang dipasang di atap dengan menggunakan bracket yang dipaku kepada struktur atap. Scaffolding ini memiliki platform yang disangga melalui bantuan bracket. OSHA mensyaratkan bracket dipaku ke atap, namun jika tidak memungkinkan, kita bisa menggunakan tali manila ukuran 3/4 inch.

12. Scaffolding, perancah atau steger outrigger

Scaffolding outrigger merupakan scaffolding yang salah satu bagiannya masuk ke dalam struktur bangunan yang sudah jadi sehingga mendapatkan tambahan kekuatan. Pembuatan outrigger scaffold ini memiliki beberapa syarat yang dijelaskan oleh OSHA Amerika Serikat.

13. Scaffolding horse

Scaffolding horse adalah jenis scaffolding seperti tumpukan meja yang dilengkapi dengan safety guard pada bagian atas. Scaffolding jenis ini hanya diperbolehkan setinggi 10 kaki atau 2 tingkat saja. Kaki-kaki dari masing-masing tingkat harus dipaku atau dipastikan tidak bergoyang ketika dibangun.

14. Scaffolding form scaffolds and carpenter’s bracket scaffold

Scaffolding ini menggunakan braket-braket untuk mengaitkan safety guard serta lantai kerja. Persyaratan scaffolding ini antara lain:

Setiap braket, kecuali yang untuk perancah bentuk braket kayu, harus dilampirkan pada kerangka atau struktur pendukung dengan satu atau lebih dari yang berikut [29 CFR 1926.452 (g) (1)]:

  • Paku
  • Perangkat attachment stud logam
  • Pengelasan
  • Menghubungkan anggota pendukung struktural yang diamankan, dengan bentuk wales:
    Baut ke formulir
    Atau diamankan dengan ikatan pengikat atau baut pengikat yang memanjang melalui formulir.
    Aman berlabuh
    Atau (hanya untuk perancah braket tukang kayu) dengan baut memanjang ke sisi berlawanan dari dinding struktur.
  • Perancah bentuk braket kayu harus menjadi bagian integral dari panel bentuk. [29 CFR 1926.452 (g) (2)]
    Kurung logam tipe lipat, bila diperluas untuk digunakan, harus berupa [29 CFR 1926.452 (g) (3)]:
    Melesat
    Diamankan dengan pin tipe pengunci

15. Perancah plasterer, decorators dan large area

Scaffolding jenis ini merupakan scaffolding yang disusun untuk memungkinkan area luas sebagai area kerja.

16. Scaffolding bricklayer’s square

Scaffolding jenis ini merupakan scaffolding berbentuk kotak yang dapat disusun dari kayu. Pada area kerja, untuk melindungi pekerja lain, maka dipasang jaring-jaring sehingga tidak ada benda yang jatuh.

Jenis – Jenis Genset

Jenis – Jenis Genset

Genset merupakan kepanjangan dari generator set yang biasa digunakan sebagai solusi ketika padam listrik atau ketika mengalami black out. Selain untuk keperluan di rumah, genset juga banyak sekali digunakan oleh beberapa pemilik usaha bisnis agar operasional bisnis tetap berjalan meski listrik PLN sedang padam, terutama bisnis kuliner dan restoran. Yuk simak apa saja jenis-jenis genset berdasarkan cara kerjanya.

Genset Bahan Bakar Diesel

Genset jenis ini paling banyak digunakan dan juga termasuk jenis genset yang paling sering dijual. Mesin genset ini tentunya membutuhkan diesel sebagai bahan bakarnya. Biasanya genset bahan bakar diesel ini menghasilkan energi sebesar 5000 watt atau 5kw hingga 2.000.000 watt. Genset jenis ini ada yang memiliki 2 silinder hingga 16 silinder. Harga dari genset ini bervariasi tergantung dari kapasitas genset.

Genset Bahan Bakar Bensin

Berbeda dengan jenis sebelumnya, genset ini menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Namun genset jenis ini juga termasuk kedalam genset yang paling umum dan banyak dibutuhkan baik untuk keperluan rumah atau bisnis. Genset bensin ini rata-rata memiliki kapasitas sebesar 1000 watt.

Genset Bahan Bakar Gas

Genset jenis ini menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Gas yang biasanya digunakan berupa LPG atau Liquid Petroleum Gas atau ada juga yang menggunakan gas dengan jenis CNG (Compressed Natural Gas). Genset jenis ini sebetulnya tidak terlalu banyak berada di pasaran karena harganya yang cenderung mahal, namun kualitas dari genset ini bsa dikatakan lebih baik daripada bahan bakar diesel atau bensin karena genset bahan bakar gas sedikit mengeluarkan emisi.

Genset Portabel

Dari namanya tentu sudah jelas bahwa genset ini bersifat portable atau mudah dibawa dan dipindahkan karena ukurannya yang cenderung kecil dan tidak terlalu membutuhkan ruang yang besar untuk menyimpannya. Karena ukuran genset ini cenderung kecil dan mudah dibawa kemana saja, genset jenis ini sering dibawa untuk keperluan outdoor, misalnya untuk piknik atau untuk kebutuhan bisnis kuliner.

Genset Turbin

Genset jenis ini memiliki kapasitas yang paling besar diantara semua jenis genset, yakni bisa mencapai 2 juta watt. Dengan kapasitas yang besar ini, menjadikan genset jenis ini biasa digunakan untuk keperluan gedung kantoran, rumah sakit, dan lainnya. Bahkan dengan kapasitasnya yang begitu besar tersebut, genset turbin ini dianggap mampu menyalakan lampu hampir di satu kota kecil.

Dengan banyaknya fungsi genset ini, tentunya kebutuhan genset akan semakin meningkat. CSULFinance menyediakan layanan pembiayaan investasi untuk genset dan juga alat berat lainnya untuk kebutuhan industri, seperti sewa forklift, alat berat, eskalator hingga mesin-mesin yang biasa dibutuhkan untuk industri.

Pentingnya Pohon pada Penanggulangan Banjir

Pentingnya Pohon pada Penanggulangan Banjir

Pohon memiliki manfaat yang banyak dalam kehidupan. Selain untuk membuat udara menjadi bersih, pohon juga menjadi sumber makanan bagi organisme lain.

Pohon juga berguna untuk mengurangi risiko banjir saat terjadi hujan lebat.

Para ahli mengatakan, hutan berfungsi sebagai pengalang air banjir. pohon juga berfungsi mengehar erosi tanah, mengurangi sedimen yang masuk ke sungai dan meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.

Hal ini berguna untuk memperlambat air hujan yang mengalir ke sungai sehingga menurunka risiko terjadinya banjir.

Akar pada tanaman akan masuk ke dalam dan menciptakan ruang di antara partikel tanah. Saat hujan turun air akan dialirkan ke ruang yang diciptakan oleh akar pohon tersebut. Oleh karena itu, banjir menjadi berkurang.

Ketika tidak ada pohon, hal ini membuat air tidak diresap dan mengalir ke sungai sehingga menyebabkan luapan dan menciptakan banjir.

Banyak pohon di daerah yang rawan aliran air, sistem akar pohon akan mengurangi jumlah air yang dibuang ke danau dan sungai.

Kanopi daun, cabang dan batang pada pohon juga berguna untuk memperlambat hujan sebelum jatuh ke tanah hanya dengan menghalangi jalan.

Hal ini disebut intersepsi. Peningkatan ruang hijau dapat secara drastis mengurangi limpasan di area terbangun.

Di samping itu, pohon dapat membantu mengurangi banjir bahkan saat tidak ada di tanah.

Pohon bisa digunakan sebagai bendungan yang digunakan untuk mengarahkan air ke daerah-daerah pilihan, hingga meningkatkan penyimpanan air sementara dan memperlambat aliran air.

Mengenal Tentang Genset

Mengenal Tentang Genset

Genset atau bisa disebut  dengan “Generator Set” adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan daya listrik. Daya listrik tersebut dihasilkan oleh Generator yang di gerakan oleh sebuah Mesin yang berbahan bakar Diesel, Bensin atau Gas. Oleh karena itu Genset itu terdiri dari 2 bagian utama yaitu mesin penggerak dan generator itu sendiri.

Apa itu Generator Set?
Genset, yah tentu saja alat yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga. Genset atau yang merupakan singkatan dari Generator Set ini adalah sebuah Perangkat yang mampu menghasilkan Daya Listrik. Genset ini merupakan seperangkat atau gabungan antara Generator atau Alternator dan Engine yang dapat digunakan sebagai Alat Pembangkit Listrik.

Sejarah Generator Set (Genset)
Sebelum Genset dikenal luas, Genset awalnya ditemukan oleh 2 orang, yang pertama adalah Michael Faraday dan juga Rudolph Diesel. Pada tahun 1831 Faraday menemukan induksi elektromagnetik yang kemudian berkembang menjadi Generator Modern, Michael Faraday sendiri saat ini merupakan sosok fisikawan yang sangat terkenal. Sedangkan kelanjutannya, Rudolph Diesel merupakan sosok penemu Generator Diesel itu sendiri, dimana ia mulai mengeluarkan hak paten mesin mesinnya pada tahun 1892.

Mengingat besarnya manfaat dari Generator Set itu sendiri, maka Mesin Penghasil Listrik ini kemudian dikembangkan dan diproduksi Massal sehingga saat ini dapat dengan mudah ditemui. Beberapa contoh tempat yang biasanya sangat membutuhkan Genset adalah Bank, Rumah Sakit, Supermarket, Hotel, Mall / Plaza, Kantor, Toko, bahkan tak jarang Rumah rumah pun menggunakan Genset ini untuk Tenaga Listrik Cadangan disaat dibutuhkan, terutama saat Listrik PLN padam.

Kegunaan Genset
Ketika berbicara mengenai Genset, maka hal yang terlintas pada Pikiran adalah Alat untuk menghidupkan lampu ketika Listrik Padam. Yah, benar sekali, meskipun tujuannya tak hanya berfokuskan hanya pada lampu atau penerangan saja, melainkan banyak hal lainnya yang membutuhkan daya listrik, seperti misalnya untuk Pengerjaan Luar Ruangan yang jauh dari sumber daya listrik. Genset sangat dikenal karena kegunaannya sebagai Tenaga Listrik yang bisa diandalkan cukup dengan menggunakan Bahan Bakar Bensin / Solar.

Dengan bantuan Genset, maka Perusahaan Perusahaan besar maupun kecil, seperti supermarket, toko, rumah sakit, dan sebagainya aktifitasnya tidak terganggu ketika listrik padam. Mereka tetap dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya tanpa mengalami hambatan. Maka dari itu Genset merupakan Alat penting yang sangat dibutuhkan banyak kalangan, bahkan dapat digunakan secara perorangan untuk berbagai kegiatan yang memerlukan Konsumsi Daya Listrik.

Sistem Kerja Genset
Generator Set terdiri atas Mesin Engine (Motor Penggerak) dan juga Generator / Alternator, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya. Mesin Engine yang satu ini menggunakan bahan bakar berupa Solar (Mesin Diesel) atau dapat juga menggunakan Bensin, sedangkan untuk Generatornya sendiri merupakan sebuah gulungan kawat yang di buat dari tembaga yang terdiri atas kumparan statis atau stator dan di lengkapi pula dengan kumparan berputar atau rotor.

Dalam proses kerjanya, menurut ilmu fisika, Engine memutar Rotor dalam sebuah Generator yang selanjutnya hal ini menimbulkan adanya Medan Magnet pada bagian kumparan Generator. Selanjutnya Medan Magnet ini kemudian akan melakukan interaksi dengan Rotor yang kemudian akan berputar dan akan menghasilkan sebuah arus listrik dimana hal ini sesuai dengan hukum Lorentz.

Pentingnya manfaat dari Mesin Generator Set ini menjadi salah satu alasan mengapa Generator Set atau Genset ini sangat di kenal oleh masyarakat luas, jadi apa bila Anda memiliki usaha yang membutuhkan Mesin Genset ini, jangan sampai mengabaikan Genset ini karena Mesin Generator Set ini dapat memperlancar usaha anda dan menjaga dari situasi yang tidak terduga.

Tips Mencegah Banjir yang Bisa Dilakukan Setiap Individu

Tips Mencegah Banjir yang Bisa Dilakukan Setiap Individu

Setiap musim hujan tiba, beberapa wilayah di Indonesia menjadi langganan banjir. Tak hanya itu, saat ini juga banyak daerah baru yang tertimpa musibah tersebut. Oleh karena itu, kita perlu segera melakukan cara mencegah banjir agar bisa terhindar dari berbagai kerugian yang disebabkannya.

Untuk mencegah banjir secara utuh, tentu diperlukan upaya dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga perseorangan. Dalam keseharian, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai usaha untuk mencegah banjir, antara lain:

  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Menanam pohon atau tanaman di sekitar rumah
  • Membuat saluran air dengan baik
  • Menambah lahan penyerapan air
  • Rutin membersihkan selokan rumah
  • Tidak menebang pohon secara liar
  • Tidak membangun rumah di tepi sungai

Banjir bisa terjadi karena faktor alam dan faktor kelalaian manusia. Faktor yang pertama akan sulit kita cegah. Namun faktor yang kedua, dapat dihindari selama lebih banyak orang melakukan cara mencegah banjir secara rutin.Berikut ini penjelasan mengenai cara mencegah banjir yang dapat Anda lakukan.

Mulailah dengan membuang sampah pada tempatnya adalah kunci untuk mencegah banjir

1. Membuang sampah pada tempatnya

Sudah ribuan kali imbauan untuk tidak buang sampah sembarangan digaungkan. Namun nyatanya, perilaku buruk tersebut masih saja banyak dilakukan. Padahal, ini bisa jadi biang kerok banjir, diare, demam berdarah, hingga berbagai penyakit lainnya.Membuah sampah sembarangan di berbagai lokasi, mulai dari selokan, sungai, hingga laut, selalu berisiko menimbulkan banjir.Sampah yang dibuang ke atas jalanan aspal pun bisa dengan mudah berpindah tempat ke saluran air karena angin maupun dorongan benda lain.Meski Anda merasa yang dibuang hanyalah sampah kecil, tapi jika sampah kecil itu menumpuk dari ratusan atau bahkan ribuan orang melakukan hal yang sama, maka tetap saja hal tersebut bisa menyumbat saluran dan proses penyerapan air hujan.Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika pada saat itu tidak tersedia tempat sampah, maka simpan terlebih dahulu benda yang ingin dibuang di tas dan buanglah ketika sudah menemukan tempat sampah.

2. Menanam pohon atau tanaman di sekitar rumah

Menanam pohon atau tanaman lainnya di lingkungan sekitar rumah, bisa membantu mencegah banjir dalam skala kecil. Alasan tanaman penting untuk proses penyerapan air adalah karena akarnya.Akar tanaman bisa menjadi “selang” alami yang mengalirkan air hujan dari langit untuk masuk ke dalam tanah dan tersimpan sebagai cadangan air tanah.Tanpa akar tanaman, air hujan yang turun tidak akan bisa menyerap ke tanah dengan sempurna, sehingga menyebabkan penumpukan atau genangan di atas permukaan tanah.

3. Membuat saluran air dengan baik

Selain menanam pohon, Anda juga perlu membuat saluran air yang baik di sekitar rumah, agar air hujan yang turun tidak menumpuk di atas permukaan tanah atau aspal di sekitar rumah.Untuk Anda yang tinggal di daerah banjir, selain berusaha untuk menambah tinggi garasi rumah agar air banjir tidak mudah masuk, coba kaji kembali saluran air di sekitar. Jika kurang baik, segera perbaiki agar air hujan bisa mengalir dengan baik.

4. Menambah lahan penyerapan air

Untuk Anda yang memiliki pekarangan atau halaman rumah, usahakan untuk tidak menutup semuanya dengan beton atau aspal.Jika tidak memungkinkan untuk menjadikannya sepenuhnya tanah, gunakanlah paving sehingga masih ada lahan untuk penyerapan air.

5. Rutin membersihkan selokan rumah

Lakukan kerja bakti rutin setiap dua minggu sekali atau setiap bulan di lingkungan rumah untuk membersihkan selokan. Selain bisa mencegah banjir, kegiatan ini juga akan mencegah selokan menjadi sarang nyamuk dan tikus penyebab penyakit.

6. Tidak menebang pohon secara liar

Jika di lingkungan sekitar rumah masih terdapat kebun atau hutan yang rindang, pastikan untuk tidak melakukan penebangan secara liar. Pohon sangat dibutuhkan untuk proses penyerapan air hujan.Semakin banyak pohon yang ditebang, maka risiko terjadinya banjir pun akan bertambah tinggi. Tentu, praktik serupa juga perlu diterapkan oleh perusahaan-perusahaan, dalam skala yang lebih besar.

7. Menghindari membangun rumah di tepi sungai

Membangun rumah di tepi sungai memiliki banyak risiko sekaligus bisa merusak lingkungan karena sampah rumah tangga jadi jauh lebih mudah hanyut di sungai.Selain itu, lingkungan yang biasanya terlalu padat tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya berbagai penyakit yang bersumber dari sanitasi yang buruk.

Alasan Terjadinya Banjir di Kota – Kota Besar

Alasan Terjadinya Banjir di Kota – Kota Besar

Belakangan ini mungkin kalian sadar dengan intensitas hujan yang cukup tinggi khususnya di Area Jakarta dan sekitarnya yang kemudian menyebabkan terjadinya banjir di beberapa wilayah.

Banjir sendiri adalah sebuah kondisi di mana terjadi luapan air yang cukup berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah. Banjir adalah air dalam volume besar yang dapat menggenangi sebuah daerah.

Banjir dapat dikatakan sebagai aliran air yang tidak dapat tertampung lagi oleh sungai, aliran air, dan saluran irigasi yang lainnya. Biasanya air banjir merupakan air yang berasal dari sungai atau hujan lebat yang terus menerus sehingga dapat menyebabkan luapan.

Saat bencana ini terjadi, banyak orang kehilangan harta benda mereka, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Karena hal tersebut, sudah sepatutnya kita sebagai manusia menjaga alam agar tidak ada lagi terjadinya banjir yang akan merugikan banyak orang.

Untuk mengetahui apa saja penyebab banjir, berikut ini merdeka.com merangkum 10 penyebab banjir dan solusi untuk mengatasinya yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Penebangan Hutan Liar

Penebangan hutan secara liar merupakan salah satu penyebab banjir yang sangat umum. Penebangan hutan menjadikan lahan resapan air akan sangat berkurang dan dapat menimbulkan bencana seperti banjir ataupun tanah longsor.

Adanya daerah resapan air merupakan hal yang sangat penting dan dapat mencegah terjadinya bencana banjir tersebut. Oleh karena itu, sudah kewajiban kita tetap menjaga kelestarian hutan kita dan tidak menyebabkan hutan gundul yang dapat mengakibatkan banjir.

2. Sampah yang Dibuang Sembarangan

Penyebab banjir yang sering kita tidak sadari adalah kebiasaan akan membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang sembarangan contohnya di sungai, akan dapat mengakibatkan mampetnya aliran air dan akibatnya air sungai akan meluap.

Hal tersebut menjadi sebuah pemicu terjadinya banjir yang dapat merugikan masyarakat ataupun menimbulkan kerugian harta benda ataupun korban jiwa.

3. Pemukiman yang Dibangun di Bantaran Kali

Penyebab banjir biasanya adalah kurang tertatanya pemukiman penduduk yang berada di daerah bantaran sungai. Hal negatif yang dapat timbul akibat hal tersebut adalah dapat membuat pendangkalan sungai karena kebiasaan buang sampah yang dilakukan para warganya dan dibuang langsung ke sungai.

Selain itu, keadaan tanah di sekitar kiri dan kanan bangunan bisa saja ambles dan menutup sisi-sisi sungai. Hal tersebut menyebabkan penyempitan aliran sungai dan rawan akan terjadinya banjir.

4. Daerah yang Memiliki Dataran Rendah

Biasanya banjir akan timbul pada daerah-daerah yang memiliki kontur tanah yang rendah. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa air akan mengalir dari tempat yang datarannya tinggi ke tempat yang datarannya lebih rendah. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya banjir akan lebih besar.

5. Curah Hujan yang Cukup Tinggi

Penyebab banjir dan solusi untuk mengatasinya yang berikutnya adalah tingginya intensitas curah hujan di suatu daerah. Jika hujan lebat terjadi telah berlarut-larut dalam waktu yang lama akan sangat berpotensi terjadi banjir. Terutama pada daerah-daerah yang juga memiliki kontur tanah yang rendah.

6. Pengaturan Drainase yang Diubah Tanpa Mengindahkan Amdal

Drainase merupakan salah satu infrastruktur yang penting bagi suatu kota dalam mencegah terjadinya banjir. Biasanya drainase banyak diubah tanpa mengindahkan amdal. Hal tersebut banyak terjadi di daerah perkotaan.

Daerah hutan atau rawa seharusnya juga dapat berguna untuk mengatasi banjir. Namun pada realitanya, banyak lahan yang telah dialih fungsi menjadi mall atau gedung-gedung perkantoran.

Penyeimbangan antara pembangunan di daerah kota dan kawasan drainase kota sebaiknya perlu dilakukan agar dapat mencegah terjadinya banjir.

7. Salah Sistem Kelola Tata Ruang

Kesalahan pada sistem tata kelola ruang di daerah perkotaan biasanya seringkali menyebabkan sering terjadinya banjir. Dengan adanya kesalahan tersebut, biasanya air akan sulit menyerap ke dalam tanah dan menyebabkan aliran air menjadi lambat. Sementara pada musim penghujan, air yang datang ke daerah tersebut akan lebih banyak jumlahnya dari biasanya sehingga dapat cepat menyebabkan banjir.

8. Tanah yang Tidak Mampu Menyerap Air

Ketidakmampuan tanah dalam melakukan penyerapan air biasanya disebabkan karena berkurangnya lahan hijau atau lahan terbuka lainnya yang ada di perkotaan. Hal tersebut mengakibatkan air masuk ke dalam saluran, sungai, danau, ataupun selokan. Apabila tempat-tempat tersebut sudah meluap, dapat dipastikan bahwa air yang meluap mengakibatkan banjir.

9. Pemakaian Air Tanah yang Tinggi

Penyebab banjir yang selanjutnya adalah adanya pemakaian air tanah yang tinggi. Potensi banjir di perkotaan biasanya disebabkan oleh mobilitas yang tinggi dan pembangunan yang pesat sehingga menyebabkan kebutuhan air di kota jauh lebih tinggi.

Pada faktanya, penggunaan air tanah yang masih dapat memunculkan problem baru, yakni permukaan tanah menjadi turun. Hal tersebut dikarenakan oleh jumlah air tanah yang berkurang. Permukaan tanah yang mengalami penurunan akan memperbesar risiko terjadinya banjir.

10. Tinggal di Daerah Resapan Air

Bagi sebuah perkotaan, daerah resapan air merupakan suatu kunci untuk mencegah terjadinya banjir. Namun kebanyakan saat ini daerah resapan air di perkotaan telah beralih fungsi sebagai pemukiman warga. Akibatnya daerah resapan air akan semakin sedikit dan akan memicu potensi banjir lebih tinggi pada saat datangnya musim penghujan.

Mengenal Tentang Boiler

Mengenal Tentang Boiler

Ketel Uap atau yang biasa disebut dengan Boiler adalah alat dari bejana untu mengonversi energi dari air menjadi uap dengan cara dipanaskan. Untuk penguapan tersebut, panas yang dibutuhkan air dihasilkan dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar boiler.

Uap atau energi kalor yang dihasilkan boiler ini kemudian akan digunakan pada peralatan yang membutuhkan uap seperti di pabrik kelapa sawit terutama untuk turbinnya.

askan 4 komponen yang secara garis besar punya fungsi vital.

1. Drum Ketel
Komponen yang mempunyai fungsi sebagai tempat penampungan air panas dan tempat terbentuknya uap. Drum ketel menampung uap jenuh (saturated steam) dengan perbandingan antara 50% uap dan 50% air. Drum ketel biasanya terpasang sekat-sekat yang bertujuan agar air tidak terbawa oleh uap. Air dengan suhu rendah akan turun ke bawah dan air yang punya suhu tinggi akan naik ke atas untuk kemudian menguap.

2. Superheater 
Superheater sendiri adalah komponen untuk tempat pengeringan steam, karena uap yang dihasilkan dari drum ketel masih dalam keadaan basah sehingga belum bisa digunakan. Untuk proses pemanasan selanjutnya menggunakan superheater pipe yang dipanaskan dengan suhu 260°C – 350°C. Dengan suhu tadi, uap pasti akan menjadi kering dan bisa digunakan untuk menggerakkan turbin maupun untuk keperluan peralatan lainnya.

3. Economizer
Economizer merupakan komponen yang menyerap panas dari gas hasil pembakaran setelah melewati superheater. Pemanasan ini dimaksudkan agar perbedaan temperatur antara air pengisi dengan air yang ada dalam drum ketel tidak terlalu tinggi,  sehingga tidak terjadi thermal stress (tegangan yang terjadi karena adanya pemanasan) di dalam main drum. Selain itu, dengan memanfaatkan gas sisa pembakaran, maka akan meningkatkan efisiensi dari boiler dan proses pembentukan uap lebih cepat.

4. Steam Air Heater
Komponen ini berfungsi memanaskan udara untuk menghembuskan bahan bakar agar dapat terbakar sempurna. Udara yang akan dihembuskan, sebelum melewati air heater memiliki suhu yang sama dengan suhu udara normal, yaitu 38°C. Tapi saat melalui air heater, suhu udara akan meningkat menjadi 230°C.

Proses dan Tahapan Vaksinasi Covid-19 Di Indonesia

Proses dan Tahapan Vaksinasi Covid-19 Di Indonesia

Tahap awal vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan dimulai pada Rabu, (13/1/2021), dengan target penerima vaksin sebanyak 40,2 juta orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bapak Wiku Adisasmito mengungkapkan, tujuan utama dari vaksinasi di masa pandemi yakni untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Vaksinasi juga diharapkan dapat mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan, dan kematian akibat virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) merilis, ada 4 tahapan vaksinasi yang akan dijalankan di Indonesia.

Penjelasan soal ini diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Berikut rinciannya:

1. Pendataan sasaran

2. Pendataan dan penetapan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19

3. Registrasi dan verifikasi sasaran

4. Penghitungan kebutuhan serta penyusunan rencana distribusi vaksin dan logistik lainnya.

Jadwal pelaksanaan 4 tahap penerima vaksin Kemenkes juga menetapkan 4 tahapan prioritas penerima vaksin.

Untuk tahap 1 dan tahap 2 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, sedangkan tahap 3 dan tahap 4 dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022.

Alasan dilakukannya vaksinasi dalam 4 tahapan karena mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin.

Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19:

Tahap 1

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tahap 2

Sasaran vaksinasi Covid-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal.

Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin Covid-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih.

Tahap 3

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Tahap 4

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Tiga kelompok yang akan divaksinasi pertama ada tiga kelompok besar yang pertama kali akan mendapat vaksinasi Covid-19. Kelompok pertama, pejabat publik pusat dan daerah, termasuk presiden.

Kelompok kedua yakni, pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan, dan pimpinan kunci dari institusi kesehatan di daerah.

Terakhir, yakni kelompok tiga yang merupakan tokoh agama di daerah. Mereka yang akan divaksin pada tahap awal diharapkan dapat menjadi panutan baggi masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin. Pemerintah menjamin menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Bagaimana Cara Vaksin Bekerja dalam Tubuh ?

Bagaimana Cara Vaksin Bekerja dalam Tubuh ?

Melakukan vaksinasi adalah sebuah kewajiban yang harus kita lakukan dan juga Vaksinasi merupakan satu langkah ampuh yang dapat dilakukan guna mencegah penyakit menular berbahaya, seperti campak dan polio.

Vaksin sendiri melatih sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengidentifikasi dan melawan penyakit tertentu dengan mempersiapkan pasukan terlebih dulu sebelum perang dimulai.

Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan memerangi patogen, baik virus maupun bakteri. Untuk melakukannya, molekul tertentu dari patogen harus dimasukkan ke dalam tubuh guna memicu respons imun. Molekul tersebut disebut dengan antigen, yang ada di semua virus dan bakteri. Dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan belajar mengenalinya.

Sebagai pelindung tubuh, sistem kekebalan akan menyerang, memproduksi antibodi, serta mengingatnya jika suatu saat bakteri atau virus tersebut muncul kembali. Jika di kemudian hari muncul, sistem kekebalan otomatis akan mengenali antigen dan menyerang secara agresif sebelum patogen menyebar yang menyebabkan penyakit.

Vaksin bukan hanya bekerja pada masing-masing tubuh seseorang saja, tetapi juga mampu melindungi seluruh populasi manusia. Jika banyak orang melakukan vaksinasi, maka peluang untuk terjangkit penyakit tertentu menjadi sangat rendah. Hal tersebut yang juga membawa manfaat bagi seseorang yang tidak melakukan vaksinasi. Jika bakteri atau virus tidak memiliki inang yang mumpuni untuk tinggal dan berkembangbiak, maka bakteri dan virus akan mati seluruhnya.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah imunitas komunitas. Kondisi tersebut memungkinkan penyakit hancur sepenuhnya, tanpa perlu melakukan vaksinasi seluruh orang. Seseorang yang sudah cukup syarat melakukan vaksinasi perlu menjalaninya guna membentuk imunitas komunitas. Mengapa? Mengingat ada beberapa golongan yang tidak dapat melakukan vaksinasi, seperti bayi, anak kecil, orang tua, pengidap alergi, wanita hamil, atau orang dengan imun yang rendah.

Jika imunitas komunitas terbentuk, orang-orang yang termasuk ke dalam golongan tidak memenuhi syarat untuk melakukan vaksinasi tetap hidup dengan aman. Untuk membentuk sebuah imunitas komunitas, dalam sebuah kelompok cukup 70 persen saja yang melakukan vaksinasi. Jika terlalu banyak orang yang tidak melakukan vaksinasi, maka imunitas komunitas akan hancur dan berisiko terkena penyakit.

Hal tersebut yang membuat pemerintah mengharuskan masyarakatnya untuk melakukan beberapa vaksinasi wajib. Lantas, apa saja jenis vaksin yang diperoleh? Berikut ini jenis-jenis vaksin yang diberikan:

1.Vaksin Lemah Langsung

Vaksin ini diberikan dalam bentuk virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, sehingga patogen tidak akan menyebar dan menyebabkan penyakit. Meski demikian, sistem kekebalan akan tetap mengenali antigennya dan tahu cara melawannya jika muncul di masa depan.

Keuntungannya adalah menghasilkan kekebalan seumur hidup hanya dengan satu atau dua dosis. Sedangkan kekurangannya adalah tidak dapat berikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti orang yang menjalani kemoterapi atau pengobatan HIV.

Vaksin lemah langsung biasanya diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti campak, penyakit gondok, rubella, cacar air, influenza, serta rotavirus.

2.Vaksin yang Tidak Aktif

Vaksin ini diberikan dalam bentuk virus atau bakteri yang sudah dibunuh dengan panas atau bahan kimia tertentu. Meski sudah mati, sistem kekebalan tubuh masih dapat mengenali dan belajar bagaimana cara melawan patogen saat muncul di kemudian hari.

Keuntungannya adalah vaksin dapat dibekukan dan disimpan dengan mudah, karena tidak ada risiko membunuh patogen. Sedangkan kekurangannya adalah, simulasi tidak seakurat virus hidup yang dilemahkan. Vaksin yang tidak aktif diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti polio (IPV), hepatitis A, serta rabies.

3.Vaksin Subunit atau Konjugasi

Vaksin ini bekerja dengan mengisolasi protein atau karbohidrat tertentu, sehingga saat disuntikkan, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi tanpa menimbulkan penyakit tertentu. Keuntungan adalah minimnya dampak, karena hanya sebagian patogen asli yang disuntikkan ke dalam tubuh, bukan seluruhnya. Sedangkan kekurangannya adalah, tidak selalu memungkinkan dalam mengidentifikasi antigen terbaik dalam patogen untuk melatih sistem kekebalan tubuh.

Vaksin subunit atau konjugasi diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti hepatitis B, influenza, haemophilus influenzae Tipe B (Hib), pertusis, pneumokokus, Human Papillomavirus (HPV), serta meningokokus.

4.Vaksin Toxoid

Vaksin ini diberikan dengan menonaktifkan beberapa racun menggunakan campuran formaldehid dan air. Sistem kekebalan tubuh kemudian belajar mengenali racun mati tersebut guna melawan racun hidup yang muncul di kemudian hari. Vaksin toxoid diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti difteri dan tetanus

5.Vaksin Konjugasi

Ada beberapa bakteri yang memiliki lapisan luar molekul gula dan dapat menyamarkan antigen, serta menipu sistem kekebalan tubuh yang masih muda, seperti bakteri penyakit Hib. Pemberian vaksin dilakukan dengan menghubungkan antigen dari patogen lain yang dapat dikenali dengan lapisan gula dari bakteri yang disamarkan. Vaksin konjugasi diberikan guna menangkal penyakit Haemophilus Influenzae Tipe B (Hib).

6.Vaksin DNA

Vaksin ini masih dalam tahap percobaan, dan dilakukan dengan membuang semua bagian yang tidak diperlukan dari bakteri atau virus. Untaian DNA tersebut akan menginstruksi sistem kekebalan untuk menghasilkan antigen guna memerangi patogen dengan sendirinya. Vaksin ini menjadi pelatih sistem kekebalan yang sangat efisien, juga mudah diproduksi.

7.Vaksin Vektor Rekombinan

Vaksin ini mirip dengan vaksin DNA, yang dilakukan dengan memasukkan DNA dari patogen berbahaya ke dalam tubuh. Vaksin tersebut kemudian memicu sistem kekebalan guna memproduksi antigen, melatih diri guna mengidentifikasi, serta memerangi penyakit yang muncul di kemudian hari. Vaksin vektor rekombinan diberikan guna menangkal penyakit HIV, rabies, serta campak.

Apa Itu Vaksin ?

Apa Itu Vaksin ?

Pada tahun ini Vaksin akan menjadi sebuah hal yang sangat diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama yang disebabkan oleh virus baru seperti Covid-19.

Dirangkum dari laman resmi Covid19.go.id, vaksin adalah sebuah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga bisa mencegah terjangkit dari penyakit tertentu tersebut.

Saat ini setidaknya sudah ada 30 jenis vaksin yang diciptakan sejak konsep vaksinasi dilakukan oleh Edward Jenner pertama kalinya pada tahun 1796.

Bukti dari keberhasilan vaksin ini adalah musnahnya penyakit Variola atau dikenal dengan nama small pox pada tahun 1979.

Sekarang kita juga dalam upaya untuk memusnahkan campak dan polio. Indonesia sendiri saat ini bebas dari polio karena program imunisasi yang dilakukan oleh Pemerintah.

Bagaimana Vaksin Bekerja ?

Dilansir dari halaman World Health Organization (WHO), vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan sebuah penyakit.

Namun antigen yang ada pada vaksin tersebut sudah dikendalikan atau dilemahkan sehingga pemberian vaksin tidak menyebabkan orang menderita penyakit seperti jika orang tersebut terpapar dengan antigen yang sama secara alamiah.

Vaksinasi sendiri adalah sebuah kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen.

Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh.

Dengan begitu, sebagai respon adanya ancaman dari musuh maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut. Namun, kekebalan yang didapat melalui vaksinasi, tidaklah bertahan seumur hidup terhadap infeksi penyakit berbahaya.

Jenis Vaksin

Saat ini ada empat jenis vaksin, berikut di antaranya:

  1. Vaksin hidup. Di antaranya adalah Vaksin Polio Oral (OPV), campak, rotavirus, demam kuning.
  2. Vaksin yang sudah dimatikan. Di antaranya adalah vaksin pertusis utuh, IPV.
  3. Vaksin yang berisi sub unit dari antigen (antigen yang sudah dimurnikan). Di antaranya vaksin Hepatitis B.
  4. Vaksin yang berisi toksoid (Toksin yang sudah diinaktivasi). Di antaranya adalah vaksin Toksoid Tetanus dan Difteri toksoid.