APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR merupakan akronim dari Alat Pemadam Api Ringan. Apar adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, umumnya dalam situasi darurat.

Ada dua jenis utama alat pemadam kebakaran : yaitu bertekanan di dalam dan dioperasikan oleh cartridge. Dalam unit bertekanan di dalam, gas penyembur disimpan pada ruang yang sama dengan bahan pemadam kebakaran tersebut. Tergantung pada bahan yang digunakan, jika berbeda maka bahan pendorong yang digunakan juga berbeda. Pada alat pemadam berisi bahan kimia kering, umumnya digunakan nitrogen; alat pemadam air dan busa biasanya menggunakan udara. Alat pemadam api bertekanan di dalam adalah jenis yang paling umum. Sedangkan jenis Alat pemadam yang dioperasikan Cartridge gas penyembur berisi dalam cartridge yang terpisah yang harus ditekan lebih dulu sebelum mengalir keluar, mendorong bahan pemadam.

Jenis ini tidak seperti biasa, digunakan terutama untuk fasilitas industri, di mana memerlukan penggunaan dengan kemampuan yang lebih tinggi dari yang biasa. serta memiliki keuntungan karena lebih sederhana sehingga memungkinkan pemakai untuk cepat melaksanakan pemadaman, hingga mampu mengendalikan api dalam kurun waktu yang cepat. Tidak seperti jenis bertekanan di dalam yang menggunakan nitrogen, alat pemadam ini menggunakan pendorong karbon dioksida bukan nitrogen, meskipun model cartridge nitrogen juga kadang digunakan pada temperatur rendah.

Jenis alat pemadam yang digunakan di seluruh dunia dioperasikan oleh Cartridge tersedia dalam bahan kimia kering dan jenis serbuk kering serta berbahan basah seperti air, busa, kimia kering (kelas ABC dan BC), dan bubuk kering (kelas D), berikut penjelasannya:

  1. APAR Dry Chemical.Dry Chemical atau ABC Powder bekerja memecah rantai kimia berantai antara bahan bakar, udara dan sumber panas pada tetrahedron kebakaran sehingga api cepat padam. Dry chemical yang umum digunakan adalah monoammonium phosphate untuk kebakaran A, B, dan C.
  2. APAR CO2(Karbon dioksida). Karbon dioksida adalah senyawa kimia alamiah yang menghalangi kontak oksigen dengan bahan yang terbakar dan menyerap panas sehingga cocok untuk kebakaran B dan C. Selain itu, APAR CO2 cocok untuk digunakan untuk pemadaman kebakaran di dalam ruangan dan tidak menimbulkan residu.
  3. APAR Foam/AFFF (Aqueous Film-Forming Foam).APAR Foam berfungsi menyelimuti permukaan area dan benda yang terbakar dengan lapisan busa, sehingga memisahkan oksigen dengan bahan bakar (smothering). Untuk kebakaran A dan B.
  4. Gas Pengganti Hallon Non CFC (HCFC-141B).Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu. Sangat efektif untuk digunakan pada semua risiko kelas kebakaran A, B dan C. Tidak menghantarkan listrik (non konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

 

Alat pemadam api selanjutnya terbagi lagi menjadi pemadam genggam yang juga disebut alat pemadam genggam dengan massa antara 0,5-14 kilogram, karena mudah dibawa dengan tangan. Berikutnya adalah alat pemadam api beroda biasanya memiliki massa lebih besar. Model beroda ini yang paling sering ditemukan di lokasi bangunan, bandar udara, heliports, Serta Dok dan pelabuhan.

Kita juga perlu mengenali APAR ini, karena kita tidak pernah tahu kapan bencana kebakaran akan muncul. Mental siap sedia itu bukan hanya perlu ditanamkan kepada petugas Satpam saja, tetapi harus dan perlu dimulai dari kita.

Writer: AW

Pelatihan Basic Scaffolding 2019

Pelatihan Basic Scaffolding 2019

Seorang Scaffolder harus mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding, hal ini merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang Scaffolder.Peningkatan keahlian dari Scaffolder tersebut haruslah selalu di perbaharui dengan mengikuti pelatihan yang sesuai, Melalui pendidikan dan pelatihan, dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan akibat bekerja.

Tujuan

Dirancang untuk memenuhi peraturan pemerintah: UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no.Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Metode Pembelajaran

  • Diskusi antara peserta dengan Instruktur
  • Presentasi
  • Praktek

Materi Training Basic Scaffolding PT. Nusantara Traisser

  • UU No. 1 Tahun 1970
  • Permen No. 1 Tahun 1980
  • Keselamatan Kerja Scaffolding
  • Rancang Bangun Scaffolding
  • Scaffolding Fabrikasi
  • Scaffolding Pipa & Klam
  • Pengaman Tepi Lantai Kerja
  • Tangga dan Papan Lantai Kerja
  • Tali Pengikat dan Pengangkat
  • Membaca Gambar Scaffolding
  • Pemeriksaan Scaffolding
  • Praktek Membuat & Membongkar Scaffolding

Investasi Training Basic Scaffolding PT. Nusantara Traisser

Rp. 4.750.000 / Peserta

Durasi Pelatihan

5 Hari

Contact : (031)8295601 ( NT Surabaya ),  (031)8295609 ( NT Surabaya )

Telfon & Whatsapp : 081291248969 ( Bagus ), 08113185601 ( Hotline NT )

Pengertian Safety Driving

Pengertian Safety Driving

APA ITU SAFETY DRIVING

Safety driving adalah perilaku mengemudi yang mengacu pada standar keselamatan berkendara dengan ketrampilan dan pengalaman berdasarkan standar keselamatan dan cara berkendara yang aman, selamat dan benar, ditambah dengan sikap mental positif dan kewaspadaan secara terus menerus dan bisa dikatakan lebih mengedepankan keterampilan seseorang.

Sementara defensive driving adalah perilaku mengemudi yang dapat menghindarkan kita dari masalah, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri. Jadi bisa disebut bahwa defensive driving merupakan versi mengemudi yang lebih komprehensif karena tidak hanya butuh keterampilan tapi juga perilaku yang baik serta sikap berkendara yang menjamin keselamatan diri sendiri dan orang lain.

BACA JUGA: Tips Safety Driving Yang Wajib Diketahui

Mengemudi tidak hanya harus aman, efisien dan benar tapi juga harus bertanggung jawab. Inilah yang disebut sebagai behavior based driving. Meningkatnya kecelakaan disebabkan mayoritas faktor manusia.

Pengemudi defensif adalah mereka yang bisa mengendalikan emosi, tetap tenang, tidak mudah terprovokasi menanggapi kondisi di luar kendaraannya. Syarat utama lainnya adalah harus memiliki kewaspadaan terus menerus dan antisipasi serta kesadaran beretika dalam berkendara. Untuk mudah diingat: 4 A (Alertness, Awareness, Anticipation dan Attitude). Defensive driving merupakan pendekatan intelektual tentang bagaimana cara mengemudi dengan aman, benar, efisien dan bertanggung jawab.

Dan yang tak kalah penting lagi untuk diwaspadai dan diperhatikan adalah pengendara sepeda motor, sebab sepeda motor itu kendaraan yang mudah berubah arah, titik berat dan keseimbangannya sering berubah seiring pergerakan dan posisi motornya dan juga barang bawaan serta atribut yang dipakai oleh pengendara yang sering menjadi penyebab awal terjadinya kecelakaan. Misal tas selempang, jas hujan, baju hijap dan barang bawaan lain yang menjuntai. Apabila ukuran tas tidak besar, dapat ditaruh di bagasi motor di bawah jok bagi tipe motor yang dilengkapi bagasi, tas punggung juga perlu perhatian tali temali yang ada agar tidak menyangkut ke kendaraan lain di jalan. Untuk tas tote bag yang biasa digunakan pengendara perempuan, memiliki kecenderungan mudah jatuh dari pundak, hal ini akan mengganggu konsentrasi pengendara karena terus membenarkan posisi tas. Maka maksimalkan penggunaan bagasi motor dan pastikan tidak memakai atribut baik jas hujan maupun baju hijab yang menjuntai ke bawah. Sebagian besar kasus kecelakaan yang menimpa hijabers disebabkan oleh bagian busana yang tersangkut rantai  gir dan menggulung maka sebelum mengendarai sepeda motor lebih baik merapikan dahulu atau mengaitkan hijab ke bagian lainnya yang intinya jangan sampai menggangu atau menyebabkan kecelakaan.

Faktor jalan merupakan faktor ketiga setelah faktor manusia dan faktor kendaraan sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas. Resiko kecelakaan ketika mengendarai kendaraan di jalan aspal yang halus tentu berbeda resikonya dengan berkendara di jalan aspal berlubang, jalan licin, becek dan sebagainya. Usahakan menghindari jalan berlubang, kurangi kecepatan dijalan yang becek sehingga jalan yang berlubang tidak bisa terdeteksi karena genangan air, hindari jalan yang gelap dan tidak cukup penerangan, jalan yang sering dilewati kendaraan bermuatan berat dan juga angkutan umum yang sering melanggar rambu-rambu karena kebanyakan dijalan ketika indikator akan menyala merah meraka bukannya menginjak rem untuk berhenti tapi malah tancap gas untuk bisa lolos dari lampu merah. Nah semisal kita berada didepan kendaraan lain sementara kita melihat indikator rambu stopan dari hijau sudah menyala kuning artinya sebentar lagi berubah merah maka sangat disarankan untuk menekan tuas rem dengan tujuan lampu indikator stop pada kendaraan yang kita naiki menyala sehingga memberi isyarat kepada pengendara yang dibelakang mengerti bahwa kita akan berhenti di lampu stopan sehingga kita selamat oleh tubruk  dari belakang pengendara yang ugal-ugalan dan tidak tertip berlalu lintas. Demikian sedikit tips dan trik agar kita selamat dalam berkendara.

BERANGKAT DARI DIRI SENDIRI DAN JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN.

Kenali Tanda Kelelahan

Kenali Tanda Kelelahan

Kelelahan bisa terjadi baik secara fisik maupun mental. Secara mental, kondisi ini lebih sering terabaikan padahal memberikan dampak yang sama bahayanya dengan kelelahan fisik, yakni stres. Bagaimana mengenalinya?

Tak sulit untuk mengenali kelelahan secara mental, atau sering disebut burnout. Pada kondisi ini, biasanya muncul salah satu atau beberapa gejala sebagai berikut, seperti dikutip dari Helpguide, Rabu (26/2/2014):

– Setiap hari rasanya seperti hari paling sial sedunia

– Memikirkan pekerjaan rasanya seperti membuang-buang energi saja

– Rasanya sangat letih sepanjang hari

– Semua pekerjaan rasanya seperti berlebihan

– Rasanya tidak pernah ada yang menghargai.

Tentunya, kelelahan secara mental tidak bisa dilepaskan dari kelelahan fisik. Biasanya, lelah secara fisik akan memicu lelah secara mental, begitu pula sebaliknya. Karenanya, tidak sedikit yang mengalami gejala lain seperti pegal-pegal, pusing, dan akhirnya susah konsentrasi.

Cara mengatasi kelelahan, baik secara fisik maupun mental, adalah dengan istirahat. Sepele, tetapi tidak semua orang punya kesempatan untuk melakukannya, terutama mereka yang terlalu sibuk dengan ritme kehidupan di kota-kota besar seperti Jakarta.

Di samping harus meluangkan waktu untuk istirahat, orang-orang sibuk perlu juga mengatur asupan nutrisinya agar tidak mudah kelelahan. Daging ayam, menurut sebuah penelitian di Journal of Physiological Anthropology cukup baik untuk mencegah kelelahan, khususnya secara mental.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melibatkan 20 mahasiswa untuk menjalani tes mental. Sebagian diberi saripati daging ayam, sebagian lagi diberi plasebo untuk perbandingan. Di akhir penelitian, para ilmuwan mengukur kadar senyawa stres dalam darah para partisipan.

“Kami menyimpulkan bahwa saripati ayam memiliki potensi untuk memetabolisme senyawa penyebab stres dalam darah, dan memacu pemulihan dari keletihan secara mental,” tulis para ilmuwan dalam penelitian berjudul ‘Effect of Chicken Extract on the Recovery from Fatigue Caused by Mental Workload’ tersebut.

Para ilmuwan menjelaskan saripati daging ayam mengandung protein dan peptida yang mempercepat metabolisme senyawa stres. Makin cepat senyawa tersebut dimetabolisme, semakin cepat pula stres dan kelelahan secara mental teratasi.

Pengetahuan Tentang Ban Forklift

Pengetahuan Tentang Ban Forklift

Forklift dioperasikan untuk membawa beban berat dan menempuh jarak tertentu sehingga ban yang direkomendasikan harus memiliki kapasitas beban yang sesuai, menawarkan kinerja ultra tinggi di semua medan dan memiliki tingkat keausan yang minim. Roda adalah salah komponen utama pada forklift yang selalu bersinggungan dengan landasan. Roda memiliki grip/alur untuk pergerakan, gesekan untuk pengereman dan elemen suspensi untuk keamanan dan kenyamanan. Roda yang terpasang harus dalam kondisi baik agar operasi forklift aman dan produksi tercapai. Kesalahan dalam pemilihan jenis roda dapat berakibat bahaya. Berdasarkan OSHA terdapat VII klasifikasi forklift dan terdapat 2 jenis type Ban yang digunakan yaitu Ban Solid dan Ban pneumatic.

  1. Ban Pneumatik / Ban Angin – ban yang diisi udara, terbuat dari karet tebal tahan lama  dan ban ini paling baik digunakan di luar ruangan dan medan kasar . Ban yang sangat tahan lama dan dijamin untuk pengoperasian forklift di medan berat.
  2. Ban Solid / Ban Padat – seperti namanya menunjukkan ban ini terbuat dari karet padat, yang berarti tidak bisa ditusuk. Ban solid terbuat dari karet padat dan biasanya optimal untuk penggunaan dalam ruangan, tidak dioperasikan pada medan yang terlalu kasar karena mereka tidak menawarkan perlindungan pada forklift. Ban solid juga dibuat untuk tahan lama, Mereka dirancang untuk bertahan selama bertahun-tahun.

Ban dapat mudah mengalami kerusakan, yang disebabkan karena salah dalam pengoperasian. Apabila telah terjadi kerusakan agar segera dilakukan perbaikan atau penggantian agar pengoperasian foklift aman. Diwajibkan pengecekan kondisi komponen forklift salah satunya ban harus rutin dilakukan.

Batasan Keausan Ban

  • Ban pneumatik harus memiliki alur /tread minimal 1 mm melingkar lebih dari 75% alur pada seluruh poros ban.
  • Ban solid sisa groove/alur dapat diukur dari indikator yang berada pada sisi samping pada ban (60J Line)

60J Line

Ban Forklift Baru

  • Apabila terdapat keraguan dalam perbaikan atau kesulitan dalam penentuan keausan pada ban dapat menghubungi pabrikan atau supplier ban.
  • Tidak semua jenis ban memilki tread/alur. Beberapa ban dapat dilakukan re-grooved oleh ahli sesuai dengan instruksi pabrikan dan tidak melebihi dari 60J line.

Apa Itu Perancah / Scaffolding

Apa Itu Perancah / Scaffolding

Scaffolding adalah suatu struktur atau rangka sementara yang dipasang khusus dan digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau pekerjaan sebagai mendukung lantai kerja (working platform) sehingga mampu dijangkau pekerja.

Scaffolding digunakan sebagai tempat bekerja dimana pekerja tidak dapat mencapai suatu ketinggian dari lantai atau landasan. Konstruksi scaffolding / perancah harus mampu menjamin keselamatan pekerja yang menggunakannya.

Rancang bangun scaffolding harus mengacu pada:

  • Stabilitas : Daya dukung tanah / landasan
  • Kekuatan : Beban berat, sedang, ringan
  • Kekokohan : Penguat pada structur  permanen / konstruksi
  • Keamanan : Handrail, tangga, toe board.

Berikut istilah yang sering digunakan dalam scaffolding:

  • Sole plate :

Papan tebal yang dipasang sebagai alas base plate yang berfungsi sebagai ganjal khusus pada landasan yang lunak.

  • Base plat :

Plat landasan sebagai dukungan standard, bila dilengkapi dengan stelan disebut adjustable plate.

  • Standard :

Pipa tegak lurus pada perancah yang meneruskan berat beban terhadap lantai atau landasan.

  • Transom / Putlog:

Pipa melintang pada perancah yang terikat rata pada bagian dalam standard.

  • Ledger :

Pipa membujur pada perancah yang terikat rata pada bagian dalam standard.

  • Brace :

Pipa menyilang yang terikat pada bagian luar standard atau transom atau ledger untuk mengkokohkan perancah.

  • Guard Rail :

Pipa atau jala pengaman yang dipasang pada tepi lantai kerja (platform).

  • Platform :

Lantai kerja dari papan atau aluminium sebagai tempat pijakan para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

  • Board Bearer :

Pipa melintang yang terikat diatas ledger sebagai tempat dudukan lantai kerja.

  • Toe Board :

Papan yang dipasang sebagai pengaman pada tepi lantai kerja.

  • Bay :

Luas bidang mendatar dibatasi oleh 4 buah standard yang saling berdekatan.

  • Lift :

Luas bidang tegak lurus dibatasi oleh 2 buah ledger dan 2 buah transom yang berdekatan.

Istilah beban yang mempengaruhi kapasitas scaffolding:

  • Beban Mati (Dead Loads)

Adalah berat Scaffolding dan perlengkapannya, seperti : landasan, pengamanan, hand rail, komponen pengikat, dan juga tangga.

  • Beban Tambahan (Environmental Loads)

Adalah beban yang timbul akibat pengaruh dari luar terhadap scaffolding, seperti :kekencangan angin, hujan, beban salju.

  • Beban Hidup (Live Loads)

Adalah berat pekerja, berat material, berat perkakas, dan beban benturan.

Ada beberapa jenis ukuran dalam scaffolding:

  • Scaffolding penggunaan ringan (Light Duty) dengan beban maksimum 225 kg/Bay.
  • Scaffolding penggunaan sedang (Medium Duty) dengan beban maksimum 450 kg/Bay.
  • Sccaffolding penggunaan berat (Heavy Duty) dengan beban maksimum 675 kg/Bay.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun scaffolding:

  • Ketinggian tidak boleh lebih dari 30 meter atau tidak lebih dari 3 kali panjang rangka melintang.
  • Dua buah rangka menyilang (brace) dipasang pada setiap lantai antara rangka yang berhadapan dengan tujuan untuk mencegah scaffolding terpelintir..
  • Tidak boleh lebih dari dua lantai yang dibebani pada waktu yang bersamaan.
  • Putlog atau ujung pipa harus ditempatkan menonjol keluar sekitar 5 cm dari tiang vertikal atau batang memanjang.
  • Palang penguat (Diagonal Brace) dipasang dengan arah memanjang harus dipasang pada sisi luar dari perancah, yaitu pertemuan pada jarak horizontal dan jarak vertikal dalam dua arah persilangan. Palang penguat dekat dengan titik persilangan antara tiang vertikal dengan batang memanjang,jadi setiap palang penguat dengan tiang vertikal saling bersilangan.

 

Demikian sedikit pengetahuan tentang scaffolding.

Pengertian Sling Hitches / Pengangkatan Sling

Pengertian Sling Hitches / Pengangkatan Sling

Sling hitches atau pengikatan sling pada beban dilakukan sebagai tahap persiapan sebelum aktivitas pengangkatan dimulai. Secara umum terdapat tiga jenis metode pengikatan sling yang utama sesuai dengan jenis, bentuk, dimensi dan berat beban yang akan diangkat. Apabila kita salah dalam menentukan metode pengikatan tersebut akan dapat berakibat fatal dalam proses pengangkatan dan hal terburuknya dapat mengakibatkan kegagalan dalam proses pengangkatan.

Beberapa rigger meskipun biasa melakukan pengikatan sling pada beban tetapi belum tentu dapat mengidentifikasi jenis metode pengikatan dan kapasitas sling tersebut, dikarenakan dalam tiap perubahan jenis pengikatan akan merubah kapasitas sling.  Sling dapat digunakan dalam tiga methode pengikatan, tetapi beberapa sling dapat juga di desain hanya khusus untuk satu jenis pengikatan saja sesuai dengan peruntukan pengangkatan yang akan dilakukan.

Tiga jenis pengikatan pada Sling :

Jenis Hitch

Pemilihan jenis sling dan cara pengikatan menyesuaikan dengan jenis, bentuk , dimensi dan berat dari beban yang akan diangkat. Sling harus terpasang dengan aman pada beban dan rigger memastikan dapat mengkontrol pergerakan beban untuk menghindari terjadinya melorot, meluncur atau jatuhnya beban.

Untuk lebih akurat dari kapasitas sling sesuai jenis pengikatannya dapat melihat dari data pabrikan. Berikut contoh Work Load Limit (WLL) sling sesuai dengan jenis bahan pembuat sling , metode pengikatannya dan kapasitas yang terjadi.

Webbing Sling Hitch

Webbing Sling Hitch

Wire Rope Sling Hitch

Wire Rope Sling Hitch

Chain Sling Hitch

Chain Sling Hitch

Writer: AP

BAHAYA MENARUH DOMPET DI SAKU CELANA

BAHAYA MENARUH DOMPET DI SAKU CELANA

Hip pocket syndromme merupakan istilah yang masih belum banyak diketahui ora ng. Kebiasaan menaruh dompet di saku belakang celana ternyata mempunyai dampak negatif untuk kesehatan. Dikarenakan dompet pria memiliki ukuran yang kecil dan sering dikeluar masukkan, hal ini yang mendasari seorang pria sering meletakkan dompetnya di saku belakang.

Pria yang selalu meletakkan dompet di saku belakangnya adalah kelompok yang paling berisiko menyebabkan nyeri pada punggung, pinggul, pinggang bahkan kaki. Seorang yang memakai celana yang ketat, akan mengakibatkan otot tidak fleksibel untuk bergerak baik relaksasi dan kontraksinya. Pada saat daerah pantat ditambahkan beban berupa dompet pada saat kita duduki, maka akan menyebabkan terjadi dorongan keadarah depan pada satu sisi.

Penekanan pada daerah pantat ini akan menimbulkan otot – otot daerah bokong terutama otot gluteus. Di sela – sela otot ini terdapat banyak saraf yang mudah terjepit. Serangkaian penyakit ini sering disebut hip pocket syndrome atau wallet – neuropathy.

Apa itu Hip Pocket Syndromme ?

1

Hip Pocket Syndromme adalah kondisi yang ditimbulkan karena sakit pada saraf dan tulang belakang pada orang yang terbiasa duduk dengan dompet disaku belakang yang memiliki risiko merusak saraf – saraf kunci.

Gejala Hip Pocket Syndromme

Kondisi penyakit seperti ini ditandai dengan adanya keluhan berupa sakit punggung bagian bawah, rasa sakit dan mati rasa pada pergelangan kaki atau bagian bawah kaki, dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berjalan, duduk, maupun berbaring.

Kondisi yang lebih parah dapat terjadi apabila pada saat kita duduk lama dan berulang – ulang akan menyebabkan ketidakseimbangan tulang belakang pada saat duduk, pada saat kurva tulang belakang dalam kondisi yang tidak sejajar maka akan menyebabkan kompensasi dari panggul untuk berusaha menyeimbangkan, namun apabila panggul sudah letih dan tidak mampu menyeimbangkan maka akan terjadi keteganggan otot pinggul yang mampu menekan saraf tulang belakang.

Efek lebih parah akan terjadi apabila terjadi kerusakan saraf tulang belakang. Hal lanjutan yang dapat terjadi adalah perubahan posisi bahu yang mampu menyebabkan nyeri daerah leher, pinggang dan bahu.

Tips menghindari risiko Hip Pocket Syndromme

  • Melakukan sedikit peregangan sebelum duduk
  • Mengeluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk.
  • Meletakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam tas
  • Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang serta ototnya benar
  • Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh dan tidak memperburuk keadaan.

2

Kelelahan Mata Pada Penggunaan Komputer Berdurasi Lama

Kelelahan Mata Pada Penggunaan Komputer Berdurasi Lama

Penggunaan komputer dalam waktu lama beresiko terkena mata lelah atau astenopia Kelompok pekerja kantor merupakan salah satu bagian dari kategori resiko tertinggi kelelahan mata, beberapa studi mengindikasikan bahwa 35%-48% dari pekerja kantor menderita problema tersebut.

Kelelahan mata menurut Ilmu Kedokteran adalah gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman penglihatan.

Gejalanya mata terasa pegal biasanya akan muncul setelah beberapa jam kerja. Pada saat otot mata menjadi letih, mata akan menjadi tidak nyaman atau sakit (Pearce, 2009).

Kelelahan mata dapat menyebabkan:

  • Iritasi : mata berair, dan kelopak mata berwarna merah
  • Penglihatan rangkap
  • Sakit kepala
  • Ketajaman mata merosot
  • Kekuatan konvergensi serta akomodasi menurun
  • Sakit punggung
  • Sakit pinggang
  • Vertigo
  • Pandangan kabur pada pengguna komputer dapat bermanifestasi menjadi myopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat) dan astigmat (silinder).

Faktor Yang Mempengaruhi

Usia

Semakin tua seseorang, lensa semakin kehilangan kekenyalan sehingga daya akomodasi makin berkurang dan otot-otot semakin sulit dalam menebalkan dan menipiskan mata. Daya akomodasi menurun pada usia 45-50 tahun.

Hal ini disebabkan setiap tahun lensa semakin berkurang kelenturannya dan kehilangan kemampuan untuk menyesuaikan diri.

DURASI LAMA PAPARAN

Disebabkan karena otot mata yang dipaksa bekerja secara terus menerus sehingga mengalami ketegangan otot dan menyebabkan kelelahan mata ,karena lamanya penggunaan komputer seharusnya tidak lebih dari 4 jam sehari.

TINGKAT PENCAHAYAAN RADIASI KOMPUTER

  • Tingkat pencahayaan ruang kerja menurut Keputusan Menteri Kesehatan : minimal 100 lux.
  • Faktor ekstrinsik yang menyebabkan kelelahan mata adalah iluminasi.
  • Kuantitas iluminasi yaitu cahaya yang berlebihan dapat menimbulkan silau, pandangan terganggu, dan menurunnya sensitivitas retina.
  • Kualitas iluminasi yaitu meliputi kontras, sifat cahaya (flicker), dan warna. Kontras berlebihan atau kurang, cahaya berkedip atau menimbulkan flicker, dan warna-warna terang, akan menyebabkan mata menjadi cepat lelah (Santoso & Widajati. 2011)

JARAK MONITOR

Menurut OSHA disebutkan bahwa jarak mata terhadap layar monitor saat pekerja bekerja menggunakan komputer sekurang-kurangnya adalah 20-40 inch atau 50-100 cm.

 

Bekerja Aman Di Area Sekitar Listrik

Bekerja Aman Di Area Sekitar Listrik

Saat ini ketika kita menjalankan aktifitas sehari-hari kita sangat membutuhkan tenaga listrik, namun di sisi lain listrik juga bisa membahayakan keselamatan jika tidak dikelola dengan benar.

Maka dari itu kita perlu mengetahu dan juga perlu meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap listrik yang ada.

Bahaya listrik bisa terjadi karena arus lebih dan terjadinya arus bocor.

Arus lebih bisa terjadi akibat beban lebih (melebihi batas yang ditetapkan oleh arus nominal pengaman) dan arus hubung-singkat.

Faktor yang menentukan tingkat bahaya listrik bagi manusia, yaitu:

  1. Tegangan pada peralatan.
  2. Arus yang mengalir dalam rangkaian, dan
  3. Tahanan atau resistansi total saluran yang tersambung pada sumber

tegangan listrik

Bahaya yang diakibatkan oleh listrik, diantaranya:

  1. Kesetrum (sengatan listrik), akan dirasakan jika arus listrik melalui tubuh kita hingga mengakibatkan kejutan, luka bakar atau kematian.
  2. Panas atau kebakaran. Energi listrik menimulkan panas, dan apabila panas ini berlebihan mengakibatkan isolasi dari kabel listrik menjadi rusak yang bahkan akan timbul api yang dapat menjadi kebakaran
  3. Radiasi. Unit-unit pembangkit listrik (generator) atau distribusi listrik tegangan tinggi sudah pasti ada radiasi yang diakibatkan oleh arus induksi dari kawat penghantarnya. Sampai saat ini efek radiasi listrik terhadap sel-sel penting dalam tubuh manusia masih diperdebatkan oleh para pakar kelistrikan apakah berbahaya atau tidak.
  4. Ledakan. Pusat-pusat distribusi listrik seperti di SWGR & MCC semua breaker / kontaktor sudah dirancang untuk dapat mengatasi jika terjadinya kelebihan beban ataupun short circuit. Tetapi oleh sesuatu hal dapat terjadi ledakan pada breaker kontaktor ini yang disebabkan oleh cara pengoperasian yang salah

 

Tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan terkena sengatan listrik:

  1. Hindari kepanikan
  2. Segera matikan sumber listrik (jika itu memungkinkan)
  3. Jangan sekali – kali menolong dengan menyentuh langsung orang tersebut. Ini dapat berakibat fatal karena anda pun akan ikut tersengat listrik juga.
  4. Pukul pada bagian dimana orang tersebut terkena aliran listrik hingga lepas dengan menggunakan bamboo atau kayu atau bahan yang tidak mudah mengalirkan listrik.
  5. Setelah orang tersebut dapat dilepaskan dari sengatan listrik dan dalam keadaan pingsan segera baringkan dan pukul bagian dadanya agar jantungnya berdetak lagi dan darah dapat mengalir kembali ke jantung dan seluruh tubuh korban.
  6. Minta bantuan seseorang untuk mendapatkan bantuan pertolongan pertama dokter / ambulance