Fungsi & Jenis Crane

Fungsi & Jenis Crane

Crane merupakan salah satu pesawat angkat angkut yang memiliki fungsi untuk pengangkat dan pemindah material dengan ketentuan khusus secara aman.

Crane masuk dalam kategori mesin alat berat (heavy equipment) yang memilki bentuk dan kemampuan angkat sesuai spesifikasi kebutuhan produksi. Crane digunakan dalam kegiatan pengangkatan benda dengan beban yang berat, serta digunakan dalam berbagai sector pekerjaan misalnya : pekerjaan  proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dll.

Crane terdiri atas beberapa jenis, Jenis crane tersebut  adalah :

1. Tower Crane

Tower Crane

Tower Crane merupakan alat pengangkat material yang biasanya banyak digunakan pada proyek konstruksi.

Struktur Tower crane yang tinggi menjulang memudahkan pekerja kontruksi untuk menaikan bahan-bahan material untuk proses pembangunan suatu gedung. Selain itu tower crane di lengkapi jib (boom) yang memungkinkan crane dapat menjangkau ke semua sudut bagian atas bangunan.

Dengan berbagai peralatan Tower Crane ini cukup besar, dibutuhkan pula truk untuk melakukan pemindahan komponen dari crane ini. Di samping itu, dalam hal pemasangan/perakitan Crane Tower membutuhkan bantuan dari alat angkat lainnya dan diperlukan pula pondasi konkrit untuk menunjang kekuatan penyangga dari dasar struktur crane.

2. Mobile Crane (Truck Crane)

Mobile Crane

Berbeda dengan Tower Crane yang membutuhkan waktu lama dan susah dibawa kemana mana.

Mobile Crane memiliki mobilitas paling tinggi karena memiliki kelebihan yaitu bisa dibawa kemana mana dalam area kerja dengan cepat.

Secara umum mobile crane sangat efektif untuk melakukan pergerakan pengangkatan. Namun, harus diketahui jika ada beberapa crane yang harus dioperasikan dengan penanganan khusus.

Mobile crane pada umumnya memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksudkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang kaki tersebut dinamakan Outrigger.

3. Crawler Crane

Crawler Crane

Jika sebelumnya Mobile Crane memiliki efisiensi dalam jangkauan wilayah dan pemasangan yang cepat.

Crane ini menggunakan roda rantai (crawler) yang dapat bergerak ketika digunakan  dan digunakan pada berbagai medan tanah.

Untuk menuju lokasi pekerjaan, crawler crane perlu diangkut menggunakan truck trailer ke tempat lokasi, tapi sebelum itu perlu dilakukan dengan membongkar bagian ‘Boom’ menjadi beberapa bagian kemudian dipasang kembali pada lokasi proyek saat akan digunakan.

4. Hidraulik Crane

Hidraulik Crane

Crane dengan system Hidraulik ini biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan dengan struktur yang sederhana saja, seperti misalnya untuk bagian pergudangan, perbengkelan, dan lain sebagainya.

Crane ini biasanya diletakkan pada satu tempat dan tidak untuk dipindah-pindah dan dengan jangkauan tidak terlalu panjang serta putaran yang hanya 180 derajat saja.

Biasanya pada suatu perbengkelan/pergudangan terdapat lebih dari satu Crane.

5. Hoist Crane/Overhead Crane

Overhead Crane

Sama halnya dengan Hidraulik Crane, Hoist crane ini juga tidak untuk dipindah tempatkan. Penggunaan Hoist Crane sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Hidraulik Crane, namun yang membedakan adalah Crane ini hanya bisa digunakan untuk maju mundur saja.

Hoist Crane letaknya berada di langit-langit dan berjalan diatas rel khusus yang dipasangi pada langit-langit tersebut

6. Jip Crane

Jip Crane

Jip Crane bisa dibilang sebagai gabungan dari Hoist Crane dan juga Hidraulik Crane, karena Jip Crane memiliki system kerja dan juga mesin yang sama seperti Hoist Crane, namun memiliki Struktur badan seperti Hidraulik Crane.

Penggunaan Jip Crane sendiri biasanya banyak digunakan untuk wilayah pergudangan dan juga perbengkelan.

Jip Crane sendiri terdiri dari berbagai ukuran dari mulai yang berukuran kecil hingga berukuran besar.

Perlindungan Terhadap Bahaya Bising

Perlindungan Terhadap Bahaya Bising

Nusantara Traisser – Sebelum kita masuk ke materi tentang cara perlindungan bahaya terhadap bising kita akan membahas terlebih dahulu apa yang dinamakan dengan Bising.

Apa Itu Bising

Bising adalah Suara atau Bunyi yang timbul dengan tidak di kehendaki yang memiliki sifat untuk mengganggu dan menurukan daya tangkap suara pada pendengaran orang lain (WHS,1993)

Bagaimana Cara Telinga Manusia Mendengar

Getaran, menimbulkan gelombang bunyi yang kemudian ditangkap oleh daun telinga lalu masuk dalam liang telinga kemudian menggetarkan gelombang telinga dan diubah menjadi gelombang mekanik.

Pada bagian telinga terdapat tulang pendengaran di telinga tengah: malleus, incus, dan stapes. Gendang telinga menggetarkan tulang pendengaran dan kemudian meneruskannya ke telinga dalam.

Getaran Cairan di dalam koklea/rumah siput merangsang sel-sel rambut menghasilkan impuls bio elektrik,Impuls listrik dari sel-sel rambut diteruskan ke otak oleh syaraf pendengaran,
Di otak, impuls dari kedua telinga tersebut diartikan sebagai suara.

NT - Bahaya Kebisingan

Berbagai Macam Jenis Kebisingan

  • Bising Kontinyu merupakan bising di mana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus – putus. Bising Kontinyu dibagi menjadi 2 (da) yaitu :
    • Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut : Suara kipas angin, mesin, dll
    • Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500, 1000, 4000) misalnya gergaji sirkuler, katup gas
  • Bising Intermitten (Putus – Putus) yaitu bising yang berlangsung secara tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api .
  • Bising Impulsif (Mendadak) yaitu jenis bising yang memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon, meriam.
  • Bising Impulsif Continue sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang, misalnya mesin tempa.

Berbagai Macam Sumber Kebisingan

Nilai Ambang Batas Kebisingan Berdasarkan Waktu Pemaparan

Sumber : Permenaker No. 5 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja

Sumber : Kepmen Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996

Jenis Pengaruh / Gangguan Kebisingan Pada Pekerja

  • Gangguan Psikologis
  • Gangguan Fisiologis
  • Gangguan Pada Komunikasi
  • Gangguan Pada Bagian Pendengaran

 

Proteksi Terhadap Bising

Pada bagian ini kita akan membahas tentang cara bagaimana agar kita bisa mengurangi resiko dari kebisingan yang terjadi pada area kerja, penjelasan ini akan dibagi menjadi 3 bagian:

  • Sumber
  • Medium
  • Pekerja

Pada Sumber:

  • Mengganti peralatan yang menjadi sumber bising dengan yang lebih tenang.
  • Memasang peredam pada sumber.
  • Mengisolir sumber bising

Pada Medium:

  • Menambah jarak antara orang dengansumber.
  • Mengurangi durasi paparan
  • Memasang barrier antara sumber dengan

Pada Pekerja:

  • Menggunakan pelindung pendengaran pada pekerja di area bising
  • Pelindung pendengaran di tempat kerja berupa ear plug atau ear muff

 

Mari kita jaga fungsi tubuh kita dengan baik mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang.

JENIS BAHAYA DALAM K3

JENIS BAHAYA DALAM K3

Nusantara Traisser – Dalam dunia Safety (K3) terkadang kita sering mendengar tentang Hazard, namun tahukah kalian apa itu Hazard ?

Hazard adalah semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja (PAK).

Hazard dapat berupa bahan – bahan kimia, bagian – bagian mesin, bentuk energi, metode kerja atau situasi kerja.

KONSEP BAHAYA DALAM K3

Jenis Bahaya K3

Secara umum terdapat 5 (lima) faktor bahaya K3 di tempat kerja, antara lain : faktor bahaya biologi(s), faktor bahaya kimia, faktor bahaya fisik / mekanik, faktor bahaya biomekanik serta faktor bahaya social – psikologis.

  1. Biomechanical Hazard ( Bahaya Ergonomi )

Jenis bahaya ini berasal dari ketidak sesuaian desain layout kerja /  mesin, gerakan yang berulang serta postur / posisi kerja yang dapat mengakibatkan adanya gangguan kesehatan seperti musculoskeletal disorders (MSDs), carpal turner syndrome (CTS), badan menjadi mudah pegah dan lelah serta gangguan lainnya

.

  1. Physical Hazard ( Bahaya Fisik )

Bahaya fisik merupakan potensi bahaya yang dapat menyebabkan gangguan – gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar secara terus menerus oleh faktor fisik.

Faktor fisik adalah faktor di dalam tempat kerja yang bersifat fisika antara lain kebisingan, penerangan, getaran, iklim kerja, gelombang mikro dan sinar ultra ungu. Faktor – faktor ini mungkin berasal dari bagian tertentu yang dihasilkan dari proses produksi atau produk samping yang tidak diinginkan.

Contoh kasusnya adalah mesin las, speaker, atau suara kendaraan yang sudah di modifikasi sehingga mengeluarkan suara yang terlalu bising diatas nilai ambang batas yang memekakan telinga. Jika terlalu lama terpapar oleh bising, pekerja dapat mengalami gangguan pendengaran seperti penurunan pendengaran hingga tuli.

Contoh kasus kedua adalah memegang peralatan yang bergetar sering mempengaruhi tangan dan lengan pengguna sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan sirkulasi di tangan. Sebaliknya, mengemudi traktor di jalan bergelombang dengan kursi yang dirancang tidak sesuai dengan antoprometri pekerja sehingga menimbulkan getaran ke seluruh tubuh dapat mengakibatkan nyeri punggung bagian bawah.

  1. Chemical Hazard ( Bahaya Kimia )

Bahaya kimia adalah bahaya yang berasal dari bahan bahan kimia dari mulai yang ber substansi cair, padat, ataupun juga gas yang berada di tempat kerja.

Risiko kesehatan timbul dari pajanan berbagai bahan kimia. Banyak bahan kimia yang memiliki sifat beracun dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh dan organ lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara utama yaitu :

  • Inhalasi (menghirup) : Dengan bernapas melalui mulut atau hidung, zat beracun dapat masuk ke dalam paru-paru. Seorang dewasa saat istirahat menghirup sekitar lima liter udara per menit yang mengandung debu, asap, gas atau uap. Beberapa zat, seperti fiber / serat, dapat langsung melukai paru – paru. Lainnya diserap ke dalam aliran darah dan mengalir ke bagian lain dari tubuh.
  • Pencernaan (menelan) : Bahan kimia dapat memasuki tubuh jika makan makanan yang terkontaminasi, makan dengan tangan yang terkontaminasi atau makan di lingkungan yang terkontaminasi. Zat di udara juga dapat tertelan saat dihirup, karena bercampur dengan lendir dari mulut, hidung atau tenggorokan.
  • Penyerapan ke dalam kulit atau kontak invasif : beberapa diantaranya adalat zat yang melewati kulit dan masuk ke pembuluh darah, biasanya melalui tangan dan wajah.

 

 

  1. Biological Hazard ( Bahaya Biologi )

Bahaya biologi adalah bahaya yang berasal dari tanaman, binatang, organisme atau mikro organisme yang kemudian masuk kedalam tubuh kita yang dapat mengancam kesehatan serta dapat juga dari pekerja yang menderita penyakit tertentu yang dapat menularkan virusnya kepada pekerja lain seperti TBC, Hepatitis A/B.

 

  1. Psychosocial Hazard ( Bahaya psikologi )

Jenis bahaya ini dari beberapa ahli menyebutnya sebagai bahaya dalam pengorganisasian pekerjaan, merupakan bahaya yang berasal dari konflik batin dengan lingkungan yang ada di tempat kerja, baik itu dengan rekan kerja maupun dengan fasilitas yang ada di lingkungan kerja dimana kemudian dapat menganggu aspek psikologis pekerja sehingga dapat menyebabkan produktivitas pekerja menurun.

Contohnya: aksi bullying, kekerasan, pelecehan, pengucilan, tekanan dan himpitan pekerjaan, tuntutan deadline pekerjaan, persaingan kerja tidak sehat, pekerjaan yang monoton, jenjang karir tidak bagus, alat bantu kerja yang tidak memadai dan lainnya.

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3 Di Perusahaan

Peran K3

Nusantara Traisser – K3 memiliki 3 aspek berbeda yang juga saling berhubungan 3 aspek tersebut yaitu Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan. Tugas K3 tidak jauh dari 3 aspek tersebut, sementara pekerja K3 di dalam perusahaan biasa di sebut dengan HSE, SHE, EHS, OHS, SAFETY OFFICER, safety Man dll.

Keselamatan kerja merupakan usaha dari HSE (Health Safety Environment) untuk menghindarkan pekerja dari kecelakaan atau Accident. Kecelakaan ini dalam dunia K3 disebut potensi bahaya / lebih dikenal dengan Hazard, potensi bahaya terdiri atas 88% kelalaian manusia, 8% faktor alam, 8% mesin, dan 2 % dari kehendak Tuhan atau nasib.

Kita akan fokus pada presentase tentang betapa besarnya kelalaian manusia, dalam presentase angka tersebut kita melihat bahwa Manusia adalah penyumbang tertinggi dalam factor accident / Hazard.

Manusia adalah tempatnya lalai dan juga salah, dalam peranan ini maka K3 sangat dibutuhkan untuk para Pekerja, tujuannya adalah untuk mengurangi potensi bahaya yang mengancam para Pekerja, untuk pengurangan potensi bahaya bisa dilakukan dengan berbagai macam hal, contohnya adalah dengan Hierarki Pengendalian Resiko:

  • Eliminasi
  • Substitusi
  • Rekayasa Engineering
  • Administrasi
  • APD

 

Kesehatan kerja meliputi faktor-faktor yang mengancam kesehatan pekerja. Di antaranya:

  1. Faktor Biologis : hewan bakteri virus dll
  2. Faktor Fisika : panas, suhu udara, kelembaban dll
  3. Faktor Kimia : debu fum partikulat
  4. Faktor Psikilogis : mental pekerja, beban kerja dll
  5. Gizi Pekerja

Tujuan K3 dalam aspek ini adalah untuk menyehatkan pekerja dengan program dan usaha yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan. Contoh dengan memberi usulan kepada atasan di Perusahaan mengenai gizi yang baik untuk pekerja, adanya pemeriksaan rutin kesehatan pekerja dll. Yang ketiga adalah lingkungan, baik lingkungan perusahaan maupun dampak lingkungan akibat proses, produk dan layanan yang mempengaruhi lingkungan hidup.

Contohnya adalah HSE yang berusaha meminimalkan dampak limbah akibat proses produksi, sosialisasi warga sekitar Perusahaan mengenai cara hidup sehat, menanam pohon di area lingkungan, membuat sistem tanggap darurat dll. Tentunya 3 aspek tersebut sangat sulit di lakukan oleh hanya satu orang saja, maka dari itu dalam sebuah Perusahaan sering membentuk P2K3 atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang tujuannya untuk melaksanakan sistem manajemen K3, Sistem manajemen lingkungan dan upaya lain mengenai Keselamatan dan Kesehatan kerja.

ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

FUNGSI ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

NT - ALAT PELINDUNG DIRI

Nusantara Traisser – Alat Pelindung Diri adalah sebuah peralatan yang “ WAJIB “ digunakan, tujuan dari APD ini adalah untuk melindungi dan juga untuk menjaga keselamatan Pekerja di tempat yang memiliki resiko dalam pekerjaan mereka.

Tujuan lainnya adalah untuk meminimalkan dampak dan juga potensi bahaya terhadap Pekerja di tempat kerja.

Alat Pelindung Diri dapat dibagi menjadi 3 Bagian yaitu :

  1. Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass (Kacamata Pengaman), Masker, Ear Plugs / Ear Muff (Penutup Telinga).
  2. Pelindung Badan antara lain : Coverall
  3. Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).

 

Helmet

Safety Helmet

Helmet atau Topi Pelindung digunakan untuk melindungi Kepala dari paparan bahaya seperti kejatuhan benda ataupun paparan bahaya aliran listrik.

Pemakaian Topi Pelindung (Safety Helmet) harus sesuai dengan lingkar kepala sehingga nyaman dan efektif melindungi pemakainya.

 

Safety Glass ( Kacamata Pelindung )

Safety Glassses

Safety Glass adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari cahaya matahari yang langsung masuk ke mata atau bahaya loncatan benda tajam, partikel-partikel kecil, debu, mengurangi sinar yang menyilaukan serta percikan bahan kimia.

Safety Glass terdiri dari 2 Jenis yaitu :

  1. Safety Spectacles, berbentuk Kacamata biasa dan hanya dapat melindungi mata dari bahaya loncatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil dan mengurangi sinar yang menyilaukan. Biasanya dipakai pada Proses menyolder dan Proses pemotongan komponen.
  1. Safety Goggles, Kacamata yang bentuknya menempel tepat pada muka. Dengan Safety Goggles, mata dapat terlindung dari bahaya percikan bahan kimia, asap, uap, debu dan loncatan benda tajam. Biasanya dipakai oleh Teknisi Mesin Produksi.

 

Ear Muff ( Penutup Telinga )

Ear Muff

Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk melindungi telinga dari berbagai macam Intensitas Suara yang tinggi.

Ear Muff dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan busa sehingga dapat melindungi bagian luar telinga (daun telinga).

 

Ear plug ( Penyumbat Telinga )

Ear Plug

Ear plug adalah alat yang digunakan untuk melindungi telinga dari berbagai macam Intensitas Suara yang tinggi.

Digunakan untuk melindungi alat pendengaran yaitu telinga dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat dikurangi hingga 10 ~ 15 dB. Ear Plug  digunakan oleh Pekerja yang bekerja di daerah produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount Technology) ataupun Mesin Produksi lainnya.

 

Masker ( Penutup Hidung )

Masker Safety

Masker digunakan untuk melindungi saat kita bernafas atau lebih tepatnya untuk melindungi alat pernafasan kita.

Seperti misalnya jika kita bekerja di tempat yang cukup berdebu kita akan kesulitan bernafas karena banyak partikel yang masuk ke hidung kita, maka masker digunakan untuk memfilter partikel tersebut.

 

Coverall

Coverall

Fungsi Coverall umumnya untuk melindungi tubuh dari hal yang dapat membahayakan atau mengakibatkan kecelakaan saat bekerja, Tingkat perlindungan yang diberikan pun beragam sesuai dengan kebutuhan.

Selain berfungsi sebagai alat pelindung, Coverall kerja juga mempunyai fungsi lain yaitu sebagai identitas. Fungsi identitas bertujuan untuk menyeragamkan pekerja dan menunjukkan identitas jabatan. Misalkan pakaian kerja dengan warna berbeda antara pekerja las dengan pekerja elektrik.

 

Handglove ( Sarung Tangan )

Coverall

Sarung Tangan adalah APD yang berfungsi untuk melindungi tangan dari kontak bahan kimia, sengatan listrik dan goresan benda runcing atau tajam.

Sarung tangan memiliki beberapa jenis dan spesifikasi sebagai berikut :

  1. Sarung Tangan Katun (Cotton Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  2. Sarung Tangan Kulit (Leather Gloves), digunakna untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.
  3. Sarung Tangan Karet (Rubber Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan bahan kimia seperti Oli, Minyak, Perekat dan Grease.
  4. Sarung Tangan Electrical, digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan arus listrik yang bertegangan rendah sampai tegangan tinggi.

 

Safety Shoe ( Sepatu Safety )

Safety Shoe

Sepatu Pelindung atau Safety Shoes adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda, benda-benda tajam seperti kaca ataupun potongan baja, larutan kimia dan aliran listrik. Sepatu Pelindung dilengkapi baja diujungnya dengan dibalut oleh karet.

Tentang K3 Dan Tujuannya

Tentang K3 Dan Tujuannya

Tentang K3

K3

NUSANTARA TRAISSER – K3 atau yang sering disebut dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja / Occupational Health and Safety (OHS) adalah sebuah filosofi dasar yang digunakan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaanya melalui  upaya – upaya pengendalian potensi bahaya yang ada di tempat kerja untuk meminimalisir adanya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja.

Terwujudnya K3 di tempat kerja dapat menciptakan kondisi lingungan kerja yang aman, sehat dan efisien untuk mendorong produktivitas kerja.

K3 Safety First Sign

Definisi / Pengertian K3

K3 Adalah sebuah kondisi yang WAJIB diwujudkan di setiap tempat kerja dengan berbagai macam upaya dan juga harus sesuai dengan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk melindungi para pekerja dan juga lingkungan ataupun peralatan bekerja yang digunakan.

Aturan K3 ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar menjadi budaya kerja yang sesuai dengan Perundanga dan standar yang berlaku di perusahaan di tempat kita bekerja.

Secara etimologis, K3 adalah memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi perlu dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.

Secara Filosofi, K3 adalah suatu konsep berfikir dan upaya nyata untuk menjamin kelestarian tenaga kerja dan setiap insan pada umumnya beserta hasil karya dan budaya dalam upaya mencapai adil, makmur dan sejahtera.

Secara Keilmuan, K3 adalah suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapan yang mempelajari tentang cara pencegahan penanggulangan kecelakaan di tempat kerja.

Target / Sasaran K3

  • Menjamin keselamatan para pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja
  • Menjamin keamanan dari peralatan yang digunakan saat bekerja
  • Menjamin terjadinya proses produksi yang aman dan efisien
  • Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja disemua lapangan pekerjaan ketingkat yang setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun kesejahteraan sosial
  • Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan / kondisi lingkungan kerjanya seperti kecelakaan akibat kerja

Norma Tentang K3

  • Aturan berkaitan dengan keselamatan dan juga kesehatan kerja
  • Digunakan untuk melindungi para pekerja
  • Resiko kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan

Dasar Hukum tentang K3

  • UU No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan Kerja
  • UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • PP No. 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 

Apa Itu Rigger

Apa Itu Rigger

Apa Itu Rigger

Selamat siang pembaca Nusantara Traisser, pada materi ini saya akan menjelaskan tentang APA ITU RRIGGER / JURU IKAT.

Apa Itu Rigger / Juru Ikat

Rigger atau istilah bahasa indonesianya Juru ikat adalah seorang Tenaga Kerja yang memiliki & mempunyai kemampuan secara khusus dalam melakukan sebuah kegiatan pengikatan.

Selain memiliki keahlian dalam pengikatan, Rigger juga harus ikut membantu dalam kelancaran operasi pengangkatan barang / benda yang diangkat.

Untuk alat sendiri Rigger / Juru ikat biasanya menggunakan Sling , Sling serat alam ataupun sling serat sintetik , dan juga sling rantai atau sling baja.

Tugas Rigger / Juru Ikat

Tugas Rigger

Dilansir dari Peraturan Menteri PER.09/MEN/VII/2010 , Juru ikat ( Rigger ) dimaksud dalam pasal 18 Ayat 2 harus melengkapi persyaratan sebagai berikut:

 

  • Minimal memiliki pendidikan SLTP / Sederajat.
  • Sudah memiliki pengalaman sebagai Helper Rigger selama 1 Tahun.
  • Kondisi Fisik sehat dari keterangan Dokter.
  • Umur minimal 19 tahun.
  • Sudah memiliki Lisensi K3 dan Buku Kerja

Seorang Rigger juga memiliki tugasnya tersendiri , Pekerjaan rigger dalam area pengangkatan memiliki resiko yang cukup tinggi bagi para pekerja di area tersebut.

Jika terjadi kesalah sedikit saja dalam kegiatan rigging , maka bisa dipastikan dapat menyebabkan adanya kecelakaan dalam kerja entah itu beresiko kecil atau besar.

Kerugian yang ditanggung pun tidak kecil , bisa saja terjadi kerusakan alat , atau waktu yang terbuang , tapi yang paling berbahaya adalah jika terjadinya kecelakaan pada pekerja tersebut.

Jika luka ringan mungkin masih bisa disembuhkan , namun bagaimana jika luka yang dialami cukup parah bahkan menyebabkan kematian ? itu bukan hal yang di inginkan.

Dalam Industri khususnya pada area Migas ( Minyak Bumi & Gas ) hal tersebut dapat menyebabkan banyak kerugian secara materi.

Kecelakaan kerja bisa kita hindari jika para pekerja menerapkan dasar K3 dalam pekerjaan mereka dan mereka bisa bekerja sama dengan baik.

Kita dapat mengurangi resiko bekerja dalam keadaan berbahaya , dan perlu dihindari bekerja dalam keadaan sendirian untuk dapat memperkecil resiko kecelakaan kerja.

Standar Kompetensi Rigger / Juru Ikat

Standar Kompetensi Rigger

SKKNI ( Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ) sudah memberikan standar dalam melakukan kegiatan pengikatan beban.

Saat mempersiapkan beban ada beberapa hal utama yang perlu kita perhatikan:

  • Beban yang diangkat.
  • Identifikasi Materi.
  • Kondisi & Berat beban yang diangkat.

Dengan semua informasi didapatkan maka kita bisa meneruskan ke langkah selanjutnya , yaitu pemilihan alat yang tepat untuk digunakan yaitu , Hook , Sling , Shackle , maupun teknik pengikatan apa yang akan digunakan.

Kewajiban Rigger / Juru Ikat

Kewajiban Rigger

Selain tugas di atas , Rigger juga memiliki kewajiban lainnya yang harus mereka laksanakan saat melakukan pekerjaan.

  • Melakukan maintenance / Perawatan terhadap alat bantu angkat.
  • Melakukan Cek kondisi pengikatan saat melakukan kegiatan pengangkatan.
  • Melakukan pemilihan alat bantu angkat yang sesuai dengan kapasitas beban kerja aman.
  • Ikut mematuhi peraturan dan melakukan tindakan pengamanan yang sudah ditetapkan pada area kerja masing masing.
  • Melakukan pelaporan dengan mengisi buku kerja dengan kegiatan pekerjaan yang sudah dilakukan.

 

Untuk informasi lebih mendalam tentang Rigger bisa mengunjungi Link dibawah ini.

Pelatihan Rigger Sertifikasi KEMNAKER RI

Apa Itu Signalman

Apa Itu Signalman

Apa Itu Signalman

Apa Itu Signalman

Nusantara Traisser – Selamat Sore Sahabat Nusantara Traisser, kali ini Admin akan membahas tentang Signalman.

APA ITU SIGNALMAN?

Signalman merupakan orang yang bertanggung jawab dalam setiap proses pekerjaan / pengangkatan yang melibatkan tentang alat berat.

Alat berat tersebut apa saja ? bisa jadi Crane Mobile, Forklift, Trailler, Overhead crane dan berbagai macam jenis alat berat lainnya.

TUGAS SIGNALMAN?

Seorang Signalman memiliki peran penting dalam pekerjaannya, dikarenakan Signalman adalah penentu apakah pekerjaan bisa dilakukan dengan aman atau tidak.

Berikut adalah tugas utama dari seorang signalman

  • Mengatur / memberi aba aba kepada operator + Rigger ( Alat angkat, Alat berat, Crane, Forklift, Trailer, dll. )
  • Mengkoordinasi jalannya suatu pekerjaan pengangkatan.

 

MEDIA SIGNAL

Seorang Signalman diwajibkan untuk mengerti tentang Signal dan juga mengerti dalam penyampaiannya.

Ada beberapa media yang bisa Signalman gunakan untuk memberikan aba aba signal.

Apa saja media tersebut?

  • Tangan
  • Radio

Media nya biasanya ada 2 seperti yang sudah dijelaskan, dan setiap media memiliki kode signal tersendiri.

Jadi seorang Signalman juga harus paham tentang signal yang diberikan jangan sampai terjadi salah komunikasi saat pengangkatan dimulai.

STANDARD HAND SIGNAL

Hand Signal ANSI Hand Signal ANSI 2 Hand Signal ANSI 4

APA ITU SLING

APA ITU SLING

APA ITU SLING

Apa Itu Sling

Selamat pagi Sahababat Nusantara, post kali ini saya akan membahas tentang alat bantu angkat yaitu “Sling”.

Sling adalah sebuah alat bantu angkat, khususnya barang yang besar dan berat diberbagai industri.

Karakteristik dari sling ini adalah salah satu atau kedua ujungnya diterminasi atau dibuat menjadi mata untuk digunakan sebagai sarana mengaitkan aksesoris yang digunakan untuk membantu aplikasi pengangkatan seperti Hook, Masterlink, dan lain lain, selain itu sling ada berbagai macam jenis, tergantung fungsi, kondisi lapangan dan juga aplikasinya.

JENIS – JENIS SLING

Jenis sling yang digunakan diberbagai macam industry khususnya industry berat macam-macamnya adalah :

  • Wire Rope Sling
  • Chain Sling
  • Webbing Sling
  • Round Sling

Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan yang ada, kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri.

Saya akan bahas yang pertama yaitu tentang wire rope sling.

1. Wire Rope Sling

Wire Rope Sling

Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin untuk membentuk sebuah STRAND, lalu nantinya beberapa strand tersebut akan dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah wire rope.

Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat menjadi mata.

Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang (Lifting), menarik (Towing), menambat kapal (Mooring), mengikat Lashing (choker) dan juga masih banyak kelebihan lainnya.

Pembuatan wire rope sling sendiri ada ketentuannya, yang pertama ada yang sudah ter standarisasi, dan yang kedua sifatnya customized, Artinya wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan tempat kita bekerja.

Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan costumized atau pesanan user, maka biasanya diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut.

Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :

  • Spesifikasi Wire Rope itu sendiri misalnya (Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing)
  • Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
  • Untuk terminasi mata : (Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring).
  • Berapa panjang yang diminta oleh user.
  • Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
  • Berapa set sling yang dibutuhkan.

 

2. Chain Sling

Chain Sling

Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling, Dalam artiannya menurut Wikipedia rantai adalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam.

Sebuah rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.

Kegunaan dari rantai yaitu :

  • Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan sesuatu.
  • Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller mesin).

Sedangkan Chain Sling adalah sebuah rantai yang nantinya pada bagian ujungnya diberikan aksesoris sebagai alat bantu angkat (Masterlink, Hammerlock dan Hook).

Kegunaan dari Chain sling sendiri kebanyakan digunakan untuk aplikasi mengangkat dan menarik.

Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan agar chain sling yang dipesan customer nantinya tidak terjadi salah ukurannya ataupun aksesoris yang salah digunakannya atau faktor lain, Data-data yang dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :

  • Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.
  • Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
  • Panjang jadi chain sling.
  • Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada chain sling (Hook, Ring, Masterlink, Shackle, dll)

 

3. Webbing Sling

Webbing Sling

Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling, Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).

Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :

  • Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
  • Lebih flexible.
  • Tidak berkarat.
  • Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
  • Mudah dilakukan inspeksi.

 

4. Round Sling

Round Sling

Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling, Round Sling adalah Synthetic Sling yang dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic dan dibentuk melingkar.

Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :

  • Lebih tahan lama.
  • Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna. Gambar webbing sling diatas terdapat contoh mengangkat secara choker.
  • Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan dibandingkan dengan dengan Synthetic Sling yang lain.