26 December 2018

Fungsi & Jenis Crane

Fungsi & Jenis Crane

Crane merupakan salah satu pesawat angkat angkut yang memiliki fungsi untuk pengangkat dan pemindah material dengan ketentuan khusus secara aman.

Crane masuk dalam kategori mesin alat berat (heavy equipment) yang memilki bentuk dan kemampuan angkat sesuai spesifikasi kebutuhan produksi. Crane digunakan dalam kegiatan pengangkatan benda dengan beban yang berat, serta digunakan dalam berbagai sector pekerjaan misalnya : pekerjaan  proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dll.

Crane terdiri atas beberapa jenis, Jenis crane tersebut  adalah :

1. Tower Crane

Tower Crane

Tower Crane merupakan alat pengangkat material yang biasanya banyak digunakan pada proyek konstruksi.

Struktur Tower crane yang tinggi menjulang memudahkan pekerja kontruksi untuk menaikan bahan-bahan material untuk proses pembangunan suatu gedung. Selain itu tower crane di lengkapi jib (boom) yang memungkinkan crane dapat menjangkau ke semua sudut bagian atas bangunan.

Dengan berbagai peralatan Tower Crane ini cukup besar, dibutuhkan pula truk untuk melakukan pemindahan komponen dari crane ini. Di samping itu, dalam hal pemasangan/perakitan Crane Tower membutuhkan bantuan dari alat angkat lainnya dan diperlukan pula pondasi konkrit untuk menunjang kekuatan penyangga dari dasar struktur crane.

2. Mobile Crane (Truck Crane)

Mobile Crane

Berbeda dengan Tower Crane yang membutuhkan waktu lama dan susah dibawa kemana mana.

Mobile Crane memiliki mobilitas paling tinggi karena memiliki kelebihan yaitu bisa dibawa kemana mana dalam area kerja dengan cepat.

Secara umum mobile crane sangat efektif untuk melakukan pergerakan pengangkatan. Namun, harus diketahui jika ada beberapa crane yang harus dioperasikan dengan penanganan khusus.

Mobile crane pada umumnya memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksudkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang kaki tersebut dinamakan Outrigger.

3. Crawler Crane

Crawler Crane

Jika sebelumnya Mobile Crane memiliki efisiensi dalam jangkauan wilayah dan pemasangan yang cepat.

Crane ini menggunakan roda rantai (crawler) yang dapat bergerak ketika digunakan  dan digunakan pada berbagai medan tanah.

Untuk menuju lokasi pekerjaan, crawler crane perlu diangkut menggunakan truck trailer ke tempat lokasi, tapi sebelum itu perlu dilakukan dengan membongkar bagian ‘Boom’ menjadi beberapa bagian kemudian dipasang kembali pada lokasi proyek saat akan digunakan.

4. Hidraulik Crane

Hidraulik Crane

Crane dengan system Hidraulik ini biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan dengan struktur yang sederhana saja, seperti misalnya untuk bagian pergudangan, perbengkelan, dan lain sebagainya.

Crane ini biasanya diletakkan pada satu tempat dan tidak untuk dipindah-pindah dan dengan jangkauan tidak terlalu panjang serta putaran yang hanya 180 derajat saja.

Biasanya pada suatu perbengkelan/pergudangan terdapat lebih dari satu Crane.

5. Hoist Crane/Overhead Crane

Overhead Crane

Sama halnya dengan Hidraulik Crane, Hoist crane ini juga tidak untuk dipindah tempatkan. Penggunaan Hoist Crane sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Hidraulik Crane, namun yang membedakan adalah Crane ini hanya bisa digunakan untuk maju mundur saja.

Hoist Crane letaknya berada di langit-langit dan berjalan diatas rel khusus yang dipasangi pada langit-langit tersebut

6. Jip Crane

Jip Crane

Jip Crane bisa dibilang sebagai gabungan dari Hoist Crane dan juga Hidraulik Crane, karena Jip Crane memiliki system kerja dan juga mesin yang sama seperti Hoist Crane, namun memiliki Struktur badan seperti Hidraulik Crane.

Penggunaan Jip Crane sendiri biasanya banyak digunakan untuk wilayah pergudangan dan juga perbengkelan.

Jip Crane sendiri terdiri dari berbagai ukuran dari mulai yang berukuran kecil hingga berukuran besar.