20 April 2020

Sistem Proteksi Kebakaran

Sistem Proteksi Kebakaran

Nusantara Traisser – Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-186/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di tempat kerja, peraturan tersebut mengatur tentang cara untuk menanggulangi kebakaran di tempat kerja, yaitu dengan perlu disediakan peralatan proteksi kebakaran, petugas penanggulangan kebakaran yang ditunjuk dan sudah terlatih, serta dilaksanakannya prosedur penanggulangan pada keadaan darurat. Sistem proteksi kebakaran terbagi menjadi dua, yaitu sistem proteksi kebakaran aktif dan sistem proteksi kebakaran pasif, berikut merupakan penjelasan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif :

  • Sistem Proteksi Kebakaran Aktif

Adalah berupa alat atau instalasi yang dapat melakukan deteksi dan atau dapat memadamkan kebakaran. Terdapat beberapa sistem proteksi kebakaran aktif yaitu Smoke Detector, APAR, Fire Sprinkler System, Hydrant System, dll.

Berikut merupakan contoh sarana proteksi kebakaran aktif.

  • Smoke Detector

    adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi segumpalan asap.

    Smoke Detector

  • APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

    adalah alat pemadam api awal yang dapat dilayani oleh satu orang. Masing – masing APAR digunakan untuk memadamkan kebakaran dari bahan bakar yang berbeda.

    APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

  • Fire Sprinkler System

    adalah alat yang dapat mengeluarkan semburan air sehingga dapat memadamkan api secara otomatis ketika suhu ruangan mencapai titik panas tertentu. Sistem sprinkler di Indonesia diatur didalam Standara Nasional Indonesia (SNI) 03-3989-2000 tentang tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkler otomatis untuk pencegahan bahaya pada kebakaran gedung.

    Fire Sprinkler System

  • Hydrant System

    merupakan sistem pemadam kebakaran yang dipasang permanen serta terhubung dengan sumber air yang bertekanan dan mendistribusikan air ke lokasi pemadaman dengan laju yang cukup. Pada umumnya didalam sistem hidran ini terdapat beberapa komponen yaitu hose, nozzle, hydrant box, pump, hydrant pillar, siamise connection.

    Hydrant System

  • Sistem Proteksi Kebakaran Pasif

    Adalah berupa metode, alat ataupun sarana untuk mengendalikan asap, panas maupun gas berbahaya bila saat terjadi kebakaran. Berikut merupakan contoh dari sistem proteksi kebakaran pasif :

  • Sarana evakuasi dan alat bantu evakuasi

    Sarana evakuasi dan alat bantu evakuasi

  • Fire damper

    adalah alat yang dapat mendeteksi adanya panas dari kebakaran dan secara otomatis damper akan menutup dan menghentikan laju udara agar tidak menuju ruangan.

    Fire Damper

  • Sistem kompartementasi

    yaitu melakukan pemisahan bangunan pada bangunan risiko kebakaran tinggi dengan bangunan risiko rendah.

Kesimpulan :

Dari penjabaran diatas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa :

  1. Untuk menanggulangi kebakaran khususnya di tempat kerja diperlukan adanya sistem proteksi kebakaran yang wajib di sediakan oleh pengusaha/pengurus (sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 186 Tahun 1999).
  2. Terdapat dua kategori sistem proteksi kebakaran, yaitu sarana proteksi aktif dan sarana proteksi pasif.

Demikian dengan adanya sedikit pengetahuan diatas semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang sistem proteksi kebakaran. Terima kasih.

Penulis: Muhammad Efendy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *