Meningkatkan Kualitas Pelayanan dalam Bisnis

Meningkatkan Kualitas Pelayanan dalam Bisnis

Kualitas pelayanan yang baik akan sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Setiap pelanggan yang datang pastinya akan senang jika mendapat pelayanan yang baik. Dengan kualitas pelayanan yang baik akan tercipta pelanggan loyal yang biasanya akan merekomendasikan bisnis kepada orang lain, sehingga akan tambah lagi para pelanggan-pelanggan baru.

Tetapi untuk bisa membuat pelayanan yang bagus dalam bisnis tidaklah mudah. Jika ada satu saja pelanggan yang kecewa dengan pelayanan yang Anda diberikan, maka efeknya bisa menjadi besar yaitu membuat stigma negatif bahwa pelayanan dalam bisnis Anda jelek kepada orang-orang. Jadi sebagai pemilik bisnis, Anda harus memberikan kualitas pelayanan yang membuat bisnis Anda berkembang. Berikut cara tepat yang harus Anda lakukan.

Pelayanan Cepat & Tanggap

Sebagian besar pelanggan pastinya ingin dilayani dengan cepat dan tanggap. Tanggap maksudnya adalah apa yang Anda sampaikan harus sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pelanggan. Jangan asal cepat tetapi tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pelanggan. Jika memang terjadi banyak antrian, maka solusinya Anda bisa memberikan nomor antrian yang rapi, tempat nyaman, dan beberapa hiburan lainnya agar pelanggan tidak bosan saat menunggu antrian.

Miliki Call Center atau Red Desk

Pelanggan yang menghubungi lewat telepon harus diprioritaskan terlebih dahulu, karena pelanggan seperti ini biasanya memiliki urusan yang lebih penting. Jika hanya urusan sepele, pastinya pelanggan akan lebih memilih untuk menghubungi lewat akun social media, sms, atau email. Untuk itu pastikan ada seseorang yang tugasnya untuk mengangkat telepon layanan call center yang bisa diandalkan.

Dengarkan Keluhan Pelanggan

Mendengarkan adalah salah satu kegiatan yang cukup sulit untuk dilakukan. Tetapi ini sebagai salah satu poin dalam meningkatkan pelayanan bisnis. Terkadang pelanggan yang banyak bicaranya sebagian dari mereka hanya ingin didengarkan, maka tugas Anda adalah mendengarkan pelanggan tersebut dengan penuh perhatian agar mereka merasa dihargai dan diharapkan. Setelah pelanggan selesai menyampaikan keluhannya, cobalah berikan tanggapan yang baik dan solusi yang menjawab keluhan mereka.

Menjaga Kesabaran

Kesabaran memang ada batasnya, tetapi Anda tetap harus menghadapi situasi yang menguras kesabaran Anda. Jangan sampai Anda terpancing emosi sehingga mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas untuk didengar. Hal inilah yang nantinya akan memperburuk keadaan menjadi lebih rumit, sehingga membuat nilai pelayanan menjadi buruk. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, cobalah hadapi pelanggan dengan pikiran yang jernih, karena dengan pemikiran yang jernih nantinya akan menghasilkan suatu hal yang positif.

Menjaga Kesopanan

Pelanggan ibarat seorang raja, maka sudah sepantasnya Anda melayaninya dengan baik. Komunikasi dengan pelanggan harus dilakukan dengan sikap yang sopan agar mereka merasa nyaman dengan pelayanan yang Anda berikan. Kesopanan harus selalu di kedepankan, walaupun yang dihadapi adalah pelanggan yang membuat Anda kesal. Jika perlu adakan training terutama untuk mengajarkan nilai-nilai kesopanan terhadap semua pegawai, terutama yang terlibat langsung dengan pelanggan.

Mencari Solusi Tepat

Pelanggan yang melakukan komplain pastinya menginginkan suatu penyelesaian masalah. Komplain yang datang dari pelanggan biasanya datang karena pelanggan merasa ada yang dirugikan atau merasa tidak puas dengan kualitas pelayanan yang Anda berikan. Oleh karena itu, Anda harus bisa memberikan solusi yang baik kepada pelanggan sehingga kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan baik materil maupun non materil.

Akui Kesalahan

Sesukses apapun bisnis Anda pastinya pernah mengalami kesalahan, baik kesalahan besar maupun kecil. Oleh karena itu, Anda harus bisa menerima kesalahan tersebut. Jika ada pelanggan yang merasa dirugikan, maka segeralah berikan solusi. Justru dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada pelanggan, Anda dapat mengembalikan kepercayaan bisnis Anda.

Tepati Janji

Jika memang Anda tidak bisa menepati janji kepada pelanggan, maka lebih baik Anda jujur saja jika tidak mampu. Karena jika Anda sampai memberikan janji palsu kepada pelanggan, kepercayaan pelanggan terhadap bisnis akan hilang, sehingga pelanggan akan berpaling mencari bisnis lain yang lebih baik dari bisnis Anda.

Latih Karyawan Anda

Pastikan karyawan Anda sudah terlatih sebelum mulai bekerja, agar mereka mengetahui tugas serta kewajibannya. Jika perlu, agendakan training atau pelatihan secara rutin setiap beberapa bulan sekali, agar mereka lebih memahami lagi tentang tugas dan kewajibannya. Untuk karyawan baru, sebaiknya dilakukan masa-masa training minimal sebulan, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

Minta Feedback dari Pelanggan

Feedback memiliki peran yang penting dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Dengan adanya feedback, Anda bisa mengetahui sejauh mana pelayanan yang sudah Anda berikan kepada pelanggan, apakah sudah baik atau masih ada kekurangan. Mintalah pelanggan memberikan feedback atas pelayanan yang telah diberikan oleh Anda.

Manfaat dan Fungsi Pelayanan Prima

Manfaat dan Fungsi Pelayanan Prima

Manfaat dan Tujuan Pelayanan prima

Manfaat dari pelayanan prima adalah sejatinya sebagai dasar dan tolak ukur untuk megembangkan dan menyusun standar pelayanan. Adapun tujuan pelayanan prima adalah sebagai berikut:

  • Memberikan kepuasan dan kepercayaan kepada konsumen.
  • Sebagai upaya menjaga loyalitas dan tingkat retensi konsumen.
  • Membantu konsumen dalam mengambil keputusan saat bertransaksi
  • Mempermudah konsumen untuk memahami produk yang dijual
  • Menghindari adanya penyalahgunaan wewenang kepada konsumen.

Fungsi Pelayanan Prima

Adapun fungsi pelayanan prima atau excellent service sejatinya adalah bagaimana membangun kepercayaan dan juga meningkatkan kualitas brand di mata konsumen. Adapun fungsi pelayanan prima adalah:

  • Sebagai fungsi komunikasi – artinya pelayanan prima adalah upaya menyampaikan informasi produk terkait nilai dan manfaat yang didapat konsumen ketika membeli atau menggunakan barang dan jasa.
  • Sebagai fungsi ekonomi – artinya dengan pelayanan yang baik, maka bisnis akan semakin untung karena telah dipercaya oleh konsumen.
  • Sebagai fungsi penilaian – dengan pelayanan terbaik maka konsumen akan menilai kecakapan dalam melayani konsumen sehingga mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih layanan.
  • Sebagai fungsi persaingan – pelayanan prima juga dapat berfungsi sebagai tolak ukur persaingan. Bahkan beberapa ada yang mengandalkan kualitas pelayanan dibanding dengan kualitas produk itu sendiri.

 

Tolak Ukur Pelayanan Prima

Dalam melakukan pelayanan prima, maka ada tolak ukur yang harus digunakan untuk mengukur seberapa prima layanan yang diberikan kepada konsumen. Lalu apa saja tolak ukur yang dapat digunakan?

  • Transparansi – Pelayanan yang terbuka, mudah diakses, dan juga mudah dimengerti. Artinya konsumen mengetahui apa yang mereka dapat dan perusahaan mengetahui segala proses pelayanan yang terjadi.
  • Tanggungjawab –  Pelayanan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan etika, perundang-undangan, dan standar operasional pelayanan.
  • Kondisi –  Pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan (konsumen) dengan prinsip efisien dan efektif.
  • Partisipatif – Artinya pelayanan harus bersifat dua arah dimana memperhatikan pelanggan dan lingkungan sekitar.
  • Kesamaan Hak –  Pelayanan harus bersifat adil. Artinya pelayanan tidak memandang suku, agama, ras, golongan, dan status sosial.
  • Adil – Pelayanan harus bersifat adil baik bagi pemberi pelayanan maupun penerima layanan.

 

Tips Menerapkan Pelayanan Prima

Dalam kondisi apapun, pelayanan prima merupakan hal penting yang harus dikedepankan oleh perusahaan. Berikut tips menerpakan pelayanan prima pada bisnis Anda.

Ketahui Produk dan Konsumen

Hal yang pertama dalam menerapkan pelayanan prima adalah mengetahui produk dan penerima layanan atau konsumen. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pelayanan pada produk jasa dan barang akan sangat berbeda. Excellent service pada produk layanan biasanya mengedepankan aspek keramahtamahan sedangkan pada produk barang lebih mengedepankan aspek kualitas barang dan juga layanan purnajual.

Mystery Shopper

Bagi sebagian orang masih terasa asing apa itu mystery shopper. Pembeli misterius atau mystery shopper adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk melakukan audit atau pemeriksaan langsung di lapangan terhadap pelayanan.

Biasanya, perusahaan akan menyewa seseorang untuk mendatangi gerai, membeli produk, atau hanya sekedar berinteraksi dengan perusahaan yang dimiliki oleh penyewa mystery shopper ini. Mystery Shopper akan memberikan penilaian kepuasan, prosedur, kualitas pelayanan dan produk yang disajikan yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi oleh perusahaan.

Respon Cepat

Menurut Forrester, 66% konsumen memiliki pendapat bahwa waktu adalah hal terpenting ketika bertransaksi di platform manapun baik online maupun offline. Oleh karena itu, pemilik usaha harus mempercepat respon konsumen saat bertransaksi.

Hal yang perlu diingat adalah ada perbedaan antara seberapa lama Anda menghabiskan waktu dalam proses produksi dan seberapa cepat Anda menyelesaikan masalah. Konsumen akan lebih jeli terhadap seberapa cepat Anda menyelesaikan masalah seperti pengiriman atau merespon pembelian.

Lakukan Pelayanan Personal

Ingat, tidak semua layanan dapat mengandalkan chatbot. Pelayanan prima terutama tetap harus mengandalkan orang untuk memahami kebutuhan secara personal. Perlakukanlah konsumen sesuai dengan masalah mereka pribadi mereka.

Jaga SIkap Positif

Seperti yang dikatakan Flavio Martins, VP Operasional dan Customer service Digicert, Sikap positif pelayananan dapat mengubah sikap negatif konsumen menjadi positif. Misalnya saja tetap tersenyum dan menggunakan metode sandwich. Yaitu metode dengan menenangkan konsumen di bagian awal dan akhir, dan menerangkan inti permasalahan di tengahnya.

Apabila pelayanan dilakukan secara online, Anda mungkin sering menemui misinterpretasi dan konsumen bisa saja beranggapan bahwa Anda ketus dan tidak ramah. Oleh karena itu, Anda juga tidak perlu sungkan untuk menambah emoji, menggunakan kata-kata yang lebih luwes, dan tidak perlu terlalu formal.

Aktif Mendengarkan pada Kanal Apapun

Saat ini pelayanan antara perusahaan dan konsumen seperti tidak ada batasan semenjak adanya media sosial. Apalagi dengan adanya instagram dan twitter.

Tetaplah aktif mendengarkan keluhan konsumen melalui kanal media sosial. Selain Anda dianggap memiliki pelayanan prima. Otomatis brand perusahaan Anda pun juga ikut terimbas positif.

Itulah serba-serbi terkait pelayanan prima mulai dari unsur-unsurnya hingga tips untuk melakukannya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pelayanan prima yang baik adalah pelayanan yang cepat. Pelayanan yang cepat pun harus didukung dengan sistem otomasi misalnya saja menghimpun pembeli yang ingin bertransaksi menggunakan aplikasi atau mencatat transaksi menggunakan software akuntansi.

Pengertian Tentang Pelayanan Prima

Pengertian Tentang Pelayanan Prima

Pernahkah kalian bertanya-tanya, kenapa di beberapa jenis industri terutama jasa seringkali kita menemui berbagai macam karyawannya yang sangat ramah dan beretika, contohnya saja adalah ketika kalian memasuki pelayanan bank BCA misalnya ataupun hotel, Perlakuan-perlakuan tersebut adalah merupakan salah contoh dari pelayanan prima.

Apa itu Pelayanan Prima?

Pelayanan Prima atau bisa juga disebut dengan excellent service adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh instansi, organisasi, atau penyedia barang dan jasa menyampaikan informasi, pelayanan, dan produk itu sendiri kepada Konsumen dengan sebaik-baiknya sehingga kepuasan konsumen dapat tercapai.

Pelayanan prima sejatinya harus dapat menjawab keinginan dan pertanyaan konsumen dengan etika dan juga berdasarkan asas komunikasi bisnis yang baik. Bahkan dalam bukunya Manajemen Pelayanan Prima yang diterbitkan tahun 2013, Nina Rahmayanty menjelaskan bahwa pelayanan prima mampu menjawab perkembangan kebutuhan pelanggan setiap saat secara konsisten, akurat dan berstandar tinggi.

Pelayanan prima juga erat kaitannya dengan produk yang Anda sediakan kepada konsumen. Misalnya saja Anda menjual mobil, berbeda cara pelayanannya dengan orang yang memiliki usaha hotel atau pelayanan perbankan. Karena selain memberi kepuasan, pelayanan prima juga harus dapat menyampaikan nilai produk atau apa yang Anda jual kepada konsumen.

Konsep Dasar Pelayanan Prima: 7A + S

Konsep excellent service sendiri didasari dengan konsep tiga A yaitu; attitude, attention, dan action. Namun sejatinya, konsep Excellent Service yang baik sebenarnya didasari dengan 7A + S. Konsep 7A + S diyakini menjadi konsep lengkap dimana tujuan dan implementasi pelayanan prima atau excellent service dapat tercapai. Lantas, apa saja itu?

Attitude

Attitude atau sikap yang harus diterapkan ketika menemui pelanggan. SIkap ramah, penuh perhatian, sopan, berpikir sehat, berpikir positif, dan juga membuat nyaman bagi konsumen. Sikap merupakan penilaian terdepan dari penerapan excellent service. Konsumen akan memberi kesan pertama terhadap perusahaan melalui sikap dan perilaku karyawan terdepannya.

Attention

Dalam melakukan pelayanan, para customer service juga harus memperhatikan dan mencermati apa yang diinginkan oleh konsumen. Taruh perhatian lebih pada apa yang dipilih dan ingin ditanyakan oleh konsumen. Jika konsumen sudah menunjukkan niat untuk membeli bahkan hanya untuk bertanya-tanya, maka sikap yang harus ditunjukkan adalah memberikan perhatian.

Anda dapat mengucapkan salam, dan bertanya, “ada yang bisa kami bantu?”. Di sini pelayan harus memahami produk yang dijual jangan sampai konsumen bertanya, Anda tidak mengetahui apa pun dan hal ini menunjukkan sikap yang tidak perhatian terhadap konsumen.

Action

Action meliputi berbagai tindakan nyata yang harus dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Misalnya saja mencatat pesanan konsumen, melakukan pengiriman dengan rapi dan tepat waktu, menyediakan jasa atau barang terbaik yang dimiliki, dan juga jangan lupa untuk berterima kasih kepada konsumen.

Ability

Meski pada awalnya bukan konsep dasar, namun di era yang semakin berkembang para pelayan konsumen harus memiliki kemampuan (ability). Artinya, pelayan konsumen harus memiliki kemampuan untuk melayani konsumen misalnya komunikasi, kemampuan menjual (selling), kemampuan memecahkan masalah dengan cepat, manajemen kecemasan, hingga hal-hal yang lebih praktis misalnya penggunaan teknologi seperti Excel, software transaksi, dan juga mesin kasir.

Appearance

Jika Anda ingin menggunakan jasa konsultasi Fashion namun orang yang melayani Anda urakan dan tidak berpenampilan selayaknya seorang konsultan fashion. Pasti Anda mempertanyakan kredibilitas pelayanannya bukan? Begitulah appearance atau penampilan sangat mempengaruhi pelayanan prima.

Penampilan juga bukan hanya penampilan luar,, namun penampilan non-fisik misalnya saja kewarasan dan gaya bicara. Contohnya jika usaha Anda bergerak di bidang pelayanan, maka usahakan menggunakan penampilan yang rapi menggunakan setelan. Berbeda dengan pelayanan jasa teknis dimana Anda harus meyakinkan konsumen dengan membawa kelengkapan alat.

Accountability

Konsep dasar excellent service lainnya adalah tanggungjawab. Anda sebagai pelayan konsumen harus memiliki  rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan pelayanan. Hal ini sebenarnya menjadi dasar tiap pekerjaan. Namun seringkali, banyak perusahaan yang melalaikan tanggung jawab pelayanan prima dan lebih berfokus pada keuntungan semata.

Affirmation

Sebagai pelayan konsumen, Anda harus memiliki sikap afirmatif. Artinya, sebagai pelayan, Anda harus membuat diri Anda berfikir positif dan menegaskan diri Anda pada hal-hal yang positif.

Hal ini membantu Anda untuk menyingkirkan hal-hal bersifat emosional dan lebih profesional ketika menjalankan sebuah usaha atau sedang melayani konsumen. Dengan afirmasi, Anda dapat menjadikan Anda lebih percaya diri dan tidak mudah tertekan dengan keluhan konsumen.

Sympathy

Hal terakhir yang menjadi konsep dasar excellent service adalah rasa simpati. Kadang kita sudah secara profesional melakukan pelayanan prima namun terkadang karena kurangnya simpati yang dimiliki, proses pelayanan pun tidak berjalan dengan baik.

Simpati sendiri adalah sikap dimana Anda bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Contohnya saja ketika dalam melakukan pelayanan konsumen di bidang jasa pembuatan KTP dan menemui ibu-ibu yang sedang hamil. Jika Anda memiliki simpati, maka pembuatan KTP pun dapat menyesuaikan dengan tingkat prioritas dan dilakukan dengan cepat.

Pelatihan dan Sertifikasi K3 Teknisi Listrik April 2021

Pelatihan dan Sertifikasi K3 Teknisi Listrik April 2021

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi K3 Teknisi Listrik Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam Bidang K3 Teknisi Listrik agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja menjadi lebih terjamin di Area Kerja nantinya.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Perundang – undangan dan Peraturan K3
  • Dasar – dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Dasar – dasar Teknisi Instansi Listrik
  • Identifikasi Bahaya Listrik
  • Sistem Pengaman
  • Persyaratan Instalasi Listrik Ruang Khusus
  • Sistem Proteksi Bahaya Petir
  • Klasifikasi Pembebanan
  • Pengukuran Listrik
  • Pertolongan Pertama Kecelakaan Listrik
  • Evaluasi Teori & Praktek

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 5.500.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 5 Hari ( 05 – 10 Apr 2021 )

 

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601

Pelatihan dan Sertifikasi Auditor SMK3 April 2021

Pelatihan dan Sertifikasi Auditor SMK3 April 2021

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor SMK3 Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam Bidang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja menjadi lebih terjamin di Area Kerja nantinya.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Peraturan Perundangan
  • Kebijakan SMK3
  • Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Prinsip Dasar dan Penerapan SMK3
  • Mekanisme dan Teknik Audit SMK3
  • Interpretasi Elemen Audit SMK3
  • Simulasi Audit SMK3
  • Evaluasi
  • Diskusi dan Penutup

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 5.200.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 5 Hari ( 12 – 16 Apr 2021 )

 

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601

Mengenal Tentang Resiko Kerja

Mengenal Tentang Resiko Kerja

Pengertian Kecelakaan Kerja

Kecelakaan karena kerja ialah sebuah peristiwa yang tidak disangka, tidak diinginkan serta dapat mengakibatkan kerugian baik jiwa ataupun harta benda (Rachman, 1990).

Menurut Suma’mur (1989), kecelakaan karena kerja ialah kecelakaan yang terkait dengan kerja pada perusahaan, berarti jika kecelakaan kerja berlangsung dikarenakan oleh pekerjaan atau pada saat melakukan pekerjaan.

Menghambat resiko dalam pekerjaan

Semua orang yang bekerja di industri beresiko mengalami kecelakaan kerja. Begitu banyak bahaya dapat muncul dari sekeliling tempat kita bekerja. Salah satu langkah untuk menghambat kecelakaan kerja yaitu dengan mengambil keputusan prosedur pekerjaan serta melatih para pekerja untuk dapat menggerakkan prosedur itu. Dalam membuat prosedur pekerjaan bahaya yang akan timbul telah di identifikasi serta di siapkan

Beberapa hal yang dapat dikerjakan jika kita ingin menghambat resiko keselamatan kerja. Salah satunya ialah 3,yakni:

1. Kaji resiko dari setiap pekerjaan yang akan dikerjakan. Hal seperti ini dapat dikerjakan dengan membuat JSA(Job Safety Analisys) atau analisis keselamatan kerja. Yang membuat JSA tentunya ialah orang yang ikut serta langsung pada pekerjaan itu(contoh supervisor ). Sesudah JSA dibikin, serta di setujui oleh orang yang berwenang, tentunya mesti disosialisasikan pada kebanyakan orang yeng ikut serta pada pekerjaan itu, supaya mereka benar2 memahami akan resiko dari pekerjaan barusan dan tahu langkah untuk menghilangkan/ kurangi resiko pekerjaan itu.

2. Stop pekerjaan yang berbahaya. Tujuan stop di tempat ini bukan berarti berhenti total bekerja, namun bila JSA telah dikerjakan dengan baik, masih ada bahaya yang muncul karena perkembangan kerja, serta tidak terdeteksi pada JSA, karena itu sebaiknya stop sejenak pekerjaan, diskusikan hal itu sampai diperoleh solusi agar pekerjaan dapat tetap berjalan dengan aman.

3. Laporkan setiap kecelakaan yang berlangsung, peristiwa hampir celaka(near miss) sekecil apa pun pada orang yang berwenang( contoh safety officer, supervisor). Dengan memberikan laporan setiap peristiwa meskipun itu kecil, karena itu kita dapat mengurangi/menghila ngkan kekuatan bahaya yang muncul sebelum itu jadi kecelakaan yang fatal.

Langkah Menghambat Kecelakaan kerja

Setelah menyimak sebab-sebab terjadinya kecelakaan ditempat kerja, karena itu dalam prakteknya, mencegah kecelakaan kerja bisa dikerjakan dengan dua kegiatan dasar yakni:

Kurangi kondisi kerja yang tidak aman.

Kurangi kondisi kerja yang tidak aman jadi posisi depan perusahaan atau laboratorium dalam menghambat kecelakaan kerja. Penanggungjawab keselamatan kerja harus membuat tugas sedemikian rupa untuk menghilangkan atau kurangi bahaya fisik. Pakai risk assesment atau checklist pengawasan alat untuk mengidentifikasi serta menghilankan bahaya-bahaya yang mungkin.

Kurangi tindakan karyawan yang tidak aman.

Tindakan-tindakan karyawan yang tidak aman (atau tidak sesuai prosedur kerja) bisa dikurangi dengan berbagai kegiatan/ langkah, yakni:

1) seleksi serta penempatan

2) propaganda, kampanye, atau tentang keselamatan kerja

3) pelatihan tentang prosedur kerja serta keselamatan kerja sera dorongan positif (positive reinforcement)

MANAJEMEN RISIKO

Penerapan Kesehatan serta keselamatan kerja (K3) ditempat kerja adalah upaya utama dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman serta sehat dan membuat perlindungan serta meningkatkan pemberdayaan pekerja yang sehat, selamat serta bekerja tinggi. Sebatas tahu serta mengerti arah yang akan diraih, tiada melakukan tindakan nyata dalam faktor higiene perusahaan, ergonomi, kesehatan serta keselamatan kerja, bukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi kemungkinan terjadinya karena negatif ditempat kerja.

Terkait dengan uraian di atas, kiat penerapan manajemen resiko sebenarnya sangatlah diperlukan dalam mencapai serta menjaga keunggulan suatu organisasi. Berbagai pendekatan seringkali dikerjakan dalam menghadapi resiko dalam organisasi atau perusahaan contohnya:

a. Mengabaikan resiko sama sekali, karena dianggap adalah hal yang di luar kendali manajemen. Saran itu, adalah langkah pendekatan yang tidak tepat, karena tidak semua resiko ada di luar jangkauan kendali organisasi / perusahaan.

b. Hindari semua pekerjaan atau proses produksi yang mempunyai resiko. Hal seperti ini adalah suatu yang mustahil dikerjakan, karena semua kegiatan di tempat kerja sampai tingkat spesifik tetap mengandung resiko.

c. Mengaplikasikan Manajemen Resiko, dalam artian umum, resiko tinggi yang dihadapi sebenarnnya adalah suatu rintangan yang perlu diatasi serta melalui satu pemikiran positif diharapkan akan memberi nilai lebih atau imbalan hasil yang tinggi juga.

Faktor ekonomi, sosial serta legal adalah banyak hal yang terkait dengan penerapan manajemen resiko. Dampak finansial karena peristiwa kecelakaan kerja, gangguan kesehatan atau sakit karena kerja, kerusakan atau kerugian aset, biaya premi asuransi, moral kerja dan lain-lain, sangatlah mempengaruhi produktivitas. Demikian pula faktor sosial serta keselarasan penerapan ketentuan perundang undangan yang tercermin pada segi kemanusiaan, kesejahteraan serta keyakinan masyarakat membutuhkan penyelenggaraan manajemen resiko yang dikerjakan melalui partisipasi pihak terkait.

Pada prinsipnya manajemen resiko adalah upaya kurangi dampak negatif resiko yang menyebabkan kerugian pada asset organisasi baik berbentuk manusia, material, mesin, metoda, hasil produksi ataupun finansial. Dengan sistematik dikerjakan pengendalian kekuatan bahaya dan resiko dalam proses produksi melalui aktivitas :

a. Identifikasi potensi bahaya
b. Penilaian resiko sebagai akibat manifestasi potensi bahaya
c. Penentuan langkah pengendalian untuk menghambat atau kurangi kerugian
d. Aplikasi teknologi pengendalian
e. Pemantauan serta pengkajian selanjutnya

Mengenal Tentang Bahaya Pekerjaan

Mengenal Tentang Bahaya Pekerjaan

Pada pembahasan kali ini Admin akan membahas tentang term Bahaya secara general, Bahaya adalah hal yang mungkin terjadi dalam menjalankan tugas pekerjaan, misalnya kecelakaan kerja (occupational hazard).

Apa Itu Bahaya Pekerjaan?

Bahaya pekerjaan adalah resiko penyakit atau kecelakaan yang bisa terjadi di tempat dimana kita bekerja.

Bahaya pekerjaan adalah sesuatu yang diderita seseorang akibat melakukan pekerjaannya, dan memiliki resiko jangka panjang dan jangka pendek yang berkaitan dengan lingkungan pekerjaan.

Risiko jangka pendek dapat mencakup cedera fisik, sementara risiko jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit berat seperti kanker atau penyakit jantung.

Jenis-jenis Bahaya Pekerjaan

1. Bahaya Kimia

Bahaya kimia adalah bahaya akibat pekerjaan yang disebabkan karena paparan bahan kimia di tempat kerja. Korban dapat menderita efek kesehatan negatif akut atau jangka panjang.

2. Bahaya Biologis

Bahaya biologis atau biohazards mengacu pada zat biologis yang mengancam kesehatan manusia dan organisme hidup lainnya. Jenis bahaya ini dapat termasuk sampel racun dari sumber biologis, virus, atau mikroorganisme. Secara khusus, sampel yang membahayakan kesehatan manusia.

3. Bahaya Fisik

Bahaya fisik dapat menjadi faktor atau keadaan yang dapat menyebabkan bahaya tanpa atau dengan adanya kontak. Biasanya bahaya fisik diklasifikasikan sebagai bahaya lingkungan atau pekerjaan. Radiasi, tekanan panas dan dingin, getaran, dan kebisingan, misalnya, adalah jenis bahaya fisik.

Bahaya fisik menyebabkan cedera dan penyakit di beberapa industri. Di beberapa industri, seperti pertambangan dan konstruksi, bahaya fisik tidak dapat dihindari. Namun, seiring waktu, prosedur dan metode keselamatan sudah dikembangkan kami telah untuk meminimalkan risiko bahaya fisik di tempat kerja.

4. Bahaya Psikososial

Bahaya psikososial adalah bahaya pekerjaan yang mempengaruhi kesehatan psikologis karyawan. Bahaya ini mempengaruhi kemampuan mereka untuk berbaur dalam lingkungan kerja dengan rekan kerja lainnya.

Bahaya psikososial terkait dengan bagaimana pekerjaan itu dirancang, diorganisir, dan dikelola. Bahaya ini juga terkait dengan konteks sosial dan ekonomi pekerjaan. Kekerasan di tempat kerja dan tekanan kerja misalnya, adalah bahaya psikososial.

Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Umum

Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Umum

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Umum (AK3U) Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam Bidang Keselamatan dan Kesehatan Umum agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja menjadi lebih terjamin.

Tujuan dari Pelatihan adalah untuk memenuhi peraturan perundangan yang telah disyaratkan, bahwa sebagaimana pelaksanaan ketentuan pasal 1 ayat (6) dan pasal 5 ayat (2) Undang – Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, perlu adanya keberadaan seorang ahli Keselamatan dan Kesehatan kerja di tempat kerja.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Kebijakan K3
  • Prinsip Dasar K3
  • Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan
  • Sistem Manajemen K3
  • Audit Sistem Manajemen K3
  • Manajemen Resiko
  • Pengawasan K3 Pesawat Uap
  • Pengawasan K3 Bejana Tekan
  • Pengawasan K3 Mekanik
  • Pengawasan Kesehatan Kerja
  • Pengawasan Lingkungan Kerja
  • Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan
  • Pengawasan K3 Listrik
  • Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran
  • Analisa Kecelakaan Kerja
  • Statistik dan Laporan Kecelakaan
  • Asosiasi Ahli K3
  • Praktek Kerja Lapangan
  • Seminar
  • Pre Test & Post Test

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 5.900.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

 

Durasi Pelatihan : 13 Hari ( 05 – 17 Apr 2021 )

 

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601

Pelatihan dan Sertifikasi Operator Wheel & Track Loader Maret 2021

Pelatihan dan Sertifikasi Operator Wheel & Track Loader Maret 2021

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Operator Wheel & Track Loader Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam menangani dan juga mempergunakan Track Loader agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja penggunaan alat tersebut menjadi lebih terjamin.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Peraturanc dan Perundangan
  • Keselamatan Kerja Pengoperasian Wheel & Track Loader
  • Pengantar Mekanik Fluida Dasar dan Dasar Penggerak Sistem
  • Pengantar Motor Diesel dan Minyak Pelumas
  • Perlengkapan Pesawat dan Penggerak Pesawat
  • Penanganan dan Pengoperasian Pesawat
  • Perawatan dan Pemeriksaan
  • Praktek Lapangan
  • Evaluasi Teori

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 4.200.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 4 Hari ( 29 Mar – 01 Apr 2021 )

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601

Pembinaan dan Sertifikasi Operator Forklift Kelas 2 Maret 2021

Pembinaan dan Sertifikasi Operator Forklift Kelas 2 Maret 2021

Nusantara Traisser akan mengadakan Pelatihan Operator Forklift Kelas 2 Sertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didalam menangani dan juga mempergunakan Forklift agar dapat digunakan secara optimal dan keselamatan kerja penggunaan alat tersebut menjadi lebih terjamin.

Metodologi Pelatihan :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Simulasi / Studi Kasus
  • Praktek

 

Materi Pelatihan : 

  • Peraturan Perundangan
  • Keselamatan Kerja Pengoperasian Forklift
  • Pengetahuan Forklift Beserta Faktor yang Terkait
  • Memperkirakan Berat, Aba – Aba, dan Simbol Barang
  • Pengukuran Kapasitas dan Daftar Beban Forklift
  • Pemeliharaan dan Pemeriksaan Forklift
  • Prinsip Kerja dan Perlengkapan System Hidraulic
  • Prosedure dan Pengoperasian yang Aman
  • Penggerak Bagian Bawah ( Power Train )
  • Tanggung Jawab Operator
  • Praktek Lapangan
  • Evaluasi Teori

 

Jumlah Investasi & Include Perlengkapan : Rp. 3.500.000,- / Orang

  • E-Materi
  • Sertifikasi & Lisensi KEMNAKER RI

Durasi Pelatihan : 3 Hari ( 16 – 18 Mar 2021 )

Contact Person : 

Bagus : 0812-9124-8969

Mita     : 0811-3185-601