23 April 2021

Tentang Presentasi Efektif

Tentang Presentasi Efektif

Anda baru saja menyampaikan suatu presentasi. Anda merasa puas karena Anda merasa audiens sangat memperhatikan Anda dan sepertinya terpukau dengan penampilan Anda. Namun, rasanya masih ada yang mengganjal. Apakah presentasi yang tadi Anda bawakan tadi sudah efektif?

Bagaimanakah presentasi yang efektif itu? Presentasi dapat dikatakan efektif ketika dibawakan dengan singkat, namun padat informasi. Selain itu, presentasi yang efektif adalah presentasi yang mencapai tujuannya, yaitu ketika audiens melakukan apa yang diharapkan oleh presenter, setelah presentasi disampaikan.

Suatu presentasi bisa dikatakan sebagai presentasi yang efektif ketika:

  • Audiens tidak merasa bosan mendengarkan presentasi tersebut dan mendengarkan presentasi sampai selesai dengan antusias. Ketika banyak audiens yang mengantuk, lebih asyik dengan ponselnya saat mendengarkan presentasi, atau sebentar-sebentar melirik jam tangannya, itu sudah menjadi tanda bahwa presentasi tersebut tidak efektif.
  • Cukup banyak isi presentasi yang diingat oleh para audiens. Itu artinya, audiens benar-benar mendengar dan menyimak presentasi yang disampaikan.
  • Audiens tergerak untuk melakukan apa yang diharapkan oleh presenter yang menyampaikan presentasi. Misalnya, Anda mempresentasikan sebuah produk ponsel baru. Setelah presentasi selesai, para audiens beramai-ramai mengunjungi booth ponsel tersebut atau segera mencari cara untuk mengetahui lebih lanjut tentang ponsel itu, hal itu menunjukkan bahwa presentasi yang Anda bawakan cukup efektif. Buktinya, audiens tergerak untuk semakin mengetahui kelebihan produk itu. Apalagi jika ada audiens yang langsung memesan ponsel itu, berarti presentasi Anda sangat efektif.

Tips Presentasi Efektif

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar bisa menyampaikan presentasi yang efektif:

1. Dibuka Dengan Cerita

Cerita akan selalu menarik perhatian, berapapun usia seseorang. Ini karena cerita adalah sesuatu yang mudah diingat oleh orang yang mendengarkannya. Mungkin di antara Anda sekarang masih ingat dengan cerita yang pernah disampaikan oleh ayah atau ibu, atau bahkan oleh teman-teman Anda dulu.

Dalam menyampaikan presentasi, sebuah cerita yang disampaikan sebagai pembukaan, dapat membuat presentasi menjadi lebih efektif. Hal ini karena cerita dapat membuat audiens menjadi lebih siap untuk memperhatikan presentasi Anda. Tentu saja, cerita itu harus menarik, agar Anda bisa menciptakan harmoni, pengertian dan kepercayaan dari para audiens. Saat ada audiens yang semula ogah-ogahan untuk mendengarkan presentasi, pasti akan langsung tergugah dan mulai fokus ketika mendengarkan cerita.

Cerita tidak perlu panjang. Cerita yang panjang malah bisa membuat presentasi jadi tidak efektif karena audiens akan lebih fokus pada ceritanya daripada isi materi yang sesungguhnya. Di pembukaan, cerita cukup disampaikan antara 1-3 menit. Cerita juga harus yang relevan, agar bisa mengantarkan audiens pada materi presentasi.

2. Jangan Bertele-tele

Suatu materi presentasi akan efektif ketika dia disampaikan dengan sederhana dan mudah dipahami.

Dalam sebuah presentasi, Anda mungkin akan dibantu dengan adanya slide atau video singkat. Untuk slide, buatlah slide yang sederhana, namun mengundang rasa penasaran para audiens. Slide yang baik adalah yang mudah dimengerti maksudnya dalam beberapa detik. Slide adalah alat bantu.

Yang paling diperlukan adalah kemampuan Anda untuk memilih kalimat yang dapat mendukung slide tersebut. Anda harus bisa menyampaikan materi presentasi dengan kalimat yang efektif pula, tidak bertele-tele. Straight to the point! Sesekali diselingi dengan humor akan lebih baik. Tapi jangan sampai Anda keasyikan dengan humor. Walaupun audiens mungkin menikmatinya, tapi bisa membuat presentasi Anda menjadi tidak efektif.

3. Berinteraksi Dengan Audiens

Presentasi akan menjadi efektif ketika presenter mau melakukan interaksi dengan audiens. Cara berinteraksi ini bisa bermacam-macam, seperti melakukan kontak mata, atau sesekali mengajukan pertanyaan kepada para audiens. Pertanyaan itu bisa pertanyaan yang memang harus dijawab oleh audiens, bisa juga pertanyaan retoris yang tidak memerlukan jawaban, tapi justru membuat audiens jadi berpikir.

Interaksi ini dapat membantu audiens untuk merasakan langsung apa yang Anda jelaskan. Dengan begitu, mereka akan termotivasi untuk terus mendengarkan dan memperhatikan presentasi Anda sampai selesai. Jika audiens mengerti pada materi yang Anda sampaikan, itu artinya presentasi Anda sudah efektif.

4. Lakukan The Power of Three

Maksudnya adalah membagi presentasi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian itu adalah pembukaan, isi dan penutup. Dengan tiga bagian ini, presentasi akan lebih mudah dipahami, sehingga menjadi lebih efektif.

Selain ketiga bagian presentasi itu, faktor tiga ini sebaiknya juga Anda terapkan dalam penyampaian materi presentasi. Misalnya, ketika Anda menjelaskan soal latar belakang materi yang akan Anda bahas, pilihlah 3 yang paling penting. Atau ketika Anda menawarkan solusi dari sebuah permasalahan, berikan paling banyak 3 pilihan. Atau waktu Anda mempresentasikan sebuah produk baru, Anda bisa memberikan 3 keunggulan utama dari produk tersebut.

Jika ternyata sebenarnya ada lebih dari tiga hal yang bisa Anda sampaikan, Anda bisa saja memberikannya sebagai tambahan. Tapi, usahakan untuk memilih 3 saja sebagai penjelasan utama.

The power of three ini akan membuat materi presentasi Anda menjadi lebih mudah diingat oleh para audiens. Selain itu, Anda juga belajar untuk bisa menetapkan prioritas, mana yang perlu disampaikan dan mana yang tidak.

5. Jadikan Presentasi Sebagai Panggung Anda

Panggung presentasi adalah pangung pertunjukan Anda. Agar bisa tampil di atas panggung dengan baik, tentu Anda perlu untuk sering berlatih.

Latihlah kemampuan Anda untuk membuat pembukaan presentasi yang menarik, terus pelajari dan perbaiki cara membuat slide presentasi yang menarik, sederhana dan efektif, serta berlatih terus untuk menggunakan bahasa dan gerak tubuh (gesture) untuk memberikan penekanan ketika presentasi. Lalu, yang sama sekali tidak boleh dilupakan adalah melatih vokal Anda, agar suara Anda terdengar jelas oleh audiens.

Sama seperti para penampil yang lainnya, penyanyi atau aktor, menjadi presenter juga membutuhkan ketekunan berlatih dan jam terbang. Semakin Anda rajin berlatih dan semakin Anda sering tampil menyampaikan presentasi, maka kemampuan Anda akan semakin maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *