Tips Identifikasi Potensi Karyawan

Tips Identifikasi Potensi Karyawan

Dalam setiap perusahaan pasti selalu ada sumber daya manusia yang turut mendukung di berbagai proses bisnis perusahaan. Dan dari sekian banyaknya karyawan tersebut, mereka memiliki potensi karyawan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dan untuk bisa menemukan serta memetakan potensi tersebut inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Dalam pengelolaannya, perusahaan biasanya membuat satu departemen khusus yang bertugas untuk mengawasi, mengontrol serta mengembangkan sumber daya manusia pada perusahaan. Namun sayangnya hal tersebut belum cukup. Masih banyak perusahaan yang belum benar-benar memahami bagaimana cara mengidentifikasi, mengembangkan serta mempertahankan potensi karyawan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana cara yang tepat untuk mengidentifikasi serta mengelola potensi karyawan yang benar.

  1. Langkah pertama dalam mengembangkan potensi karyawan pada perusahaan biasa diawali dengan mendefinisikan potensi yang dimiliki. Secara umum, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendefinisikan potensi karyawan antara lain:
    • By Level – Seorang karyawan dianggap berpotensi apabila dalam waktu tertentu dia dapat di promosikan pada suatu level tertentu. Level yang dimaksud disini berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Maka ada baiknya kita mulai menyusun level yang terdapat pada perusahaan kita sendiri.
    • By Role – Seorang karyawan dapat dianggap berpotensi jika dianggap dapat mengisi peran strategis tertentu dalam waktu tertentu.
    • By Breadth – Seorang karyawan dapat di anggap berpotensi jika dalam waktu tertentu dia dapat bekerja dengan cakupan yang luas.

    Selain dari ketiga definisi diatas, masih banyak definisi lain yang digunakan oleh perusahaan dimana mereka akan mengkombinasikan definisi-definisi tersebut agar sesuai dengan kebutuhan serta visi dan misi perusahaan.

  1. Langkah selanjutnya adalah melakukan penilaian serta pemetaan potensi terhadap karyawan yang ada pada perusahaan. Pada umumnya, penilaian karyawan dilakukan melalui evaluasi kinerja pada pertengahan dan akhir tahun yang dilengkapi dengan proses coaching dan mentoring dalam pekerjaan sehari-hari. Dan hasil evaluasi inilah yang akan digunakan untuk memetakan potensi yang dimiliki karyawan.
    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar proses evaluasi dan penilaian potensi karyawan dapat berjalan optimal.

    • Mendefinisikan talenta potensi karyawan secara spesifik dan mencakup beberapa potensi.
      Ingat potensi tidak hanya di ukur dari kesanggupannya untuk naik jabatan atau tidak.
    • Ukur penilaian kinerja secara akurat.
      Penilaian kinerja tidak hanya terkait dengan indikator kinerja kunci seperti target penjualan dan laba, tetapi juga bagaimana karyawan memiliki kompetensi fungsional dan kepemimpinan.
    • Menilai potensi masa depan dengan tepat.
      Potensi masa depan tidak hanya dilihat dari kinerja masa lampau saja. Namun kita juga dapat melihat bagaimana kemampuan karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar. Pengukuran yang paling umum dilakukan adalah dengan menilai kompetensi kepemimpinan karyawan antara lain bagaimana mereka dapat memotivasi, mengikat, dan mengembangkan orang lain.

Ide Rekruitmen Kreatif untuk Perusahaan

Ide Rekruitmen Kreatif untuk Perusahaan

Recruitment atau proses merekrut karyawan terkadang menjadi suatu hal yang sulit dilakukan oleh sebuah perusahaan, karena perusahaan tersebut tidak memiliki cara rekrutmen yang benar-benar membantu perusahaan dalam menemukan talenta terbaik bagi mereka.

Gamification

Gamification adalah sebuah metode untuk menerapkan konsep dari game terhadap suatu hal yang konteksnya sama sekali jauh berbeda dengan game. Beberapa perusahaan telah menggunakan metode ini untuk branding perusahaan dan juga untuk merekrut karyawan baru. Jika perusahaan Anda menerapkan metode gamification yang kreatif, ini dapat menarik minat dari applicant untuk bergabung dengan perusahaan Anda dan mengerti lebih jelas mengenai skill dan tugas-tugas apa yang akan dibutuhkan untuk lowongan tersebut.

Salah satu contoh perusahaan yang telah menerapkan metode gamification adalah Google, google membuat Google Code Jam, sebuah software-writing competition untuk merekrut karyawan baru di perusahaannya. Google menuliskan bahwa mereka akan memberikan hadiah $50,000 untuk siapapun yang memenangkannya, tetapi sebenarnya hadiah yang sebenarnya adalah Google akan merekrut siapapun yang memenangkan kontes game tersebut.

Social Media

Di era sekarang, hampir tidak mungkin ada seseorang yang tidak memiliki satupun akun social media. Lalu mengapa Anda tidak memanfaatkan hal ini melakukan perekrutan karyawan baru Anda? Perusahaan dapat mempercepat waktu perekrutan dengan hal ini. Social media dapat digunakan sebagai media untuk promosi terbaik atau bahkan media untuk menemukan talenta terbaik bagi perusahaan Anda.

Social media seperti LinkedIn akan sangat membantu Anda untuk menemukan talenta terbaik Anda, Anda dapat melihat riwayat singkat mereka dengan mudah dan bahkan Anda dapat langsung menghubunginya melalui pesan di LinkedIn, selain itu social media lain seperti Facebook juga dapat membantu Anda mengenai hal ini.

Software ATS (Applicant Tracking System)

Software ATS atau Applicant Tracking System adalah sebuah software aplikasi dimana perusahaan dapat mengontrol seluruh kegiatan rekrutmen secara digital. Sekarang, sudah banyak ATS yang berbasis cloud, dimana Anda dapat mengakses kapan saja dan dimana saja selama Anda memiliki koneksi intenet di sekitar Anda.

Software ATS dapat mengontrol kegiatan rekrutmen mulai dari tahap seleksi sampai tahap offering, bahkan jadwal interview dapat diatur dengan sangat mudah melalui software ATS ini. Sudah banyak software ATS berbasis cloud yang dapat Anda gunakan, seperti workable, recuriterbox, atau Urbanhire. Biaya yang diperlukan untuk software ini termasuk terjangkau, dan Anda bisa menghemat waktu proses perekrutan menjadi sangat efektif dan efisien,

Sistem Rekruitmen Referal

Sistem referral pasti sudah tidak asing bagi Anda, tapi apakah Anda tahu bahwa sistem referral dapat digunakan sebagai salah satu cara kreatif dalam merekrut karyawan? Beberapa perusahaan di Amerika telah sukses menggunakan sistem referral untuk merekrut karyawan, karena pada dasarnya karyawan mengerti talenta seperti apa yang memang dibutuhkan dan memang cocok dengan budaya perusahaan.

Anda hanya perlu untuk memberikan incentives bagi karyawan Anda yang berhasil untuk menemukan talenta baru bagi perusahaan Anda, bahkan sekarang Anda tidak perlu lagi repot untuk mengurus sistem rekrutmen referral karena sudah terdapat beberapa cloud software untuk membantu Anda, seperti Zao.com. Sistem referral sendiri terbukti dapat merekrut karyawan yang nantinya akan bersifat long-term bagi perusahaan Anda.

Datangi Mereka

Apa sih yang dimaksud dengan datangi mereka? Yang kami maksud adalah Anda harus mengunjungi talenta yang Anda butuhkan ke tempat dimana mereka sering berkumpul. Contohnya jika Anda merupakan perusahaan Startup dan Anda mencari developer-developer handal, maka cobalah untuk berpartisipasi dalam event yang melibatkan banyak developer yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Tidak ada salahnya bukan? Bergabung dengan beberapa event atau komunitas dapat membantu Anda menemukan talenta yang Anda butuhkan dengan sangat mudah.

Karyawan Mengalami Penurunan Performa ?

Karyawan Mengalami Penurunan Performa ?

Karyawan buruk pastinya akan menurunkan performa perusahaan. Tetapi bukan berarti jika Anda memiliki karyawan buruk Anda tidak dapat mendapatkan karyawan yang bagus. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak bisa membuat mereka melakukan hal-hal yang Anda butuhkan demi peningkatan performa perusahaan?. Jika terdapat karyawan yang buruk, Anda tidak boleh untuk langsung menyalahkan tim Anda.

Terdapat sebuah pepatah yang mengatakan “Anda mendapatkan pegawai yang layak Anda dapatkan”. Karyawan dapat dikatakan sebagai cerminan dari diri Anda, jika Anda merasa karyawan Anda memiliki performa yang buruk, maka Anda harus dapat melakukan evaluasi tentang hal ini dan mencari tahu apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini. Berikut adalah 3 alasan utama mengapa hal ini bisa terjadi, dan apa saja hal yang harus Anda lakukan terkait hal ini:

  1. Anda Mempekerjakan Orang yang Salah atau Menaruh Mereka Di Posisi yang Salah.

    Menggunakan test profil kepribadian dapat membantu Anda mengukur kualitas kandidat sebelum mereka dipekerjakan. ActionCOACH, Business Consulting Firm, telah menggunakan profil DISC dan VAK (Visual, Auditori, dan Kinestetik) untuk membantu mencari orang yang tepat untuk posisi tertentu.

    Profil DISC akan mengukur kecenderungan perilaku asli seseorang (ketika sedang tidak bekerja) dan pada saat beradapatasi (di tempat kerja). Pengerjaan test profil ini memerlukan waktu sekitar 10 menit, dan akan memperlihatkan petunjuk-petunjuk  yang berguna mengenai kekuatan seseorang, seberapa besar kemungkinan untuk berkembangnya, dan hal-hal apa yang  memotivasi mereka.

    Faktanya jarang ditemukan “karyawan yang buruk”  yang disebabkan ketidakmampuannya dalam bekerja. Biasanya hal ini disebabkan karena nilai-nilai yang dipegangya tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Anda harus mempekerjakan karakter terlebih dahulu, setelah itu Anda dapat mempekerjakan dari kemampuan karyawannya.

    Seorang karyawan jika diletakkan pada posisi yang salah juga akan mendorong timbulnya performa buruk dari karyawan tersebut. Anda harus paham akan deskripsi pekerjaan dan karakter serta kemampuan karyawan yang sesuai demi terciptanya performa terbaik karyawan.

  2. Masalah Dapat Timbul Karena Proses Pelatihan,  Pengukuran,  dan Evaluasi yang Tidak Mencukupi.

    Masalah karyawan buruk juga dapat timbul karena kurangnya performa di proses pelatihan, pengukuran, dan evaluasi karyawan yang tidak mencukupi. Apakah Anda ingat kapan Anda sudah melakukan evaluasi pekerjaan karyawan Anda? Apakah masing-masing karyawan sudah mencapai KPInya?

    Anda harus melakukan pertemuan tim secara teratur dan coba untuk mengevaluasi pekerjaan mereka secara rutin. Dalam pertemuan ini Anda juga dapat menanyakan mengenai Apa yang dapat Anda lakukan untuk mendukung performa mereka? Pelatihan, pengukuran, dan evaluasi harus secara rutin yang dilakukan oleh Anda kepada karyawan Anda. Biaya staf yang keluar masuk di perusahaan pastinya akan sangat besar karena Andah arus mengulang pelatihan, produktivitas, dan lain lain. Oleh karena itu, Anda harus dapat menciptakan pelatihan yang baik dan memberikan dampak bagus bagi karyawan Anda.

  3. Pemimpin Tidak Tahu Apa yang Dia Lakukan,  Maka Demikian Juga Dengan Tim-nya.

    Untuk memiliki para pengikut yang hebat, harus ada seorang pemimpin yang hebat. Mengapa demikian? Karena karyawan adalah cerminan dari pemimpinnya. Apakah Anda tipe seorang pemimpin yang ingin diikuti oleh karyawannya? Kalau begitu Anda harus paham apa yang Anda lakukan, dan anda harus memberikan contoh baik bagi karyawan Anda.

    Mulailah dengan komunikasi Anda – Apakah Anda berkomunikasi dengan jelas dan teratur dengan karyawan Anda? Apakah Anda konsisten dalam pernyataan-pernyataan dan perilaku Anda? Apakah Anda melakukan hal yang Anda katakan? Selain itu Anda juga harus menggali informasi dari karyawan terhadap Anda dan pekerjaannya. Buat survey bagi karyawan Anda, dan cari tahu informasi lebih lanjut untuk meningkatkan performa karyawan di perusahaan Anda.

Resiko Sumber Daya Manusia yang Kurang Memadai

Resiko Sumber Daya Manusia yang Kurang Memadai

Setiap perusahaan selalu melakukan yang terbaik untuk mendapatkan omset sebanyak mungkin.

Dalam hal ini, divisi sales dan marketing kemungkinan besar akan didorong paling keras untuk memeras otak.

Bukannya hal tersebut salah, tetapi sebaiknya Anda tidak lantas mengabaikan divisi-divisi lain, salah satunya HRD.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) juga berperan sama pentingnya dalam menguntungkan perusahaan.

Jika tidak diterapkan dengan baik, maka berbagai risiko manajemen sumber daya manusia mungkin akan terjadi di perusahaan Anda

Efektivitas dan Efisiensi Menurun Drastis

Jika struktur organisasi saja sudah tidak jelas dan karyawan tidak dipekerjakan sesuai keahliannya, bagaimana bisa perusahaan memberikan performa yang efektif dan efisien? SDM lah yang berperan dalam mengenali kompetensi setiap karyawan di perusahaan, mengingat bahwa mereka lah yang “membawa” mereka sejak proses rekrutmen. Jika dirasa ada kesalahan peletakan posisi, MSDM pulalah yang akan melakukan pengaturan atau penempatan ulang. Tujuannya tentu saja agar semua SDM di perusahaan dapat bekerja pada jabatan atau pekerjaan sesuai kemampuan demi memberi kontribusi maksimal bagi perusahan. Efektivitas dan efisiensi ini adalah risiko manajemen sumber daya manusia pertama yang mungkin Anda temui jika MSDM perusahaan buruk.

Tidak Ada Struktur Organisasi yang Jelas

Salah satu tugas paling dasar yang umumya dilakukan oleh tim MSDM adalah merancang struktur organisasi beserta tugas masing-masing pihak. Hal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan karena tim MSDM harus melakukannya berdasarkan keterampilan dan kompetensi masing-masing karyawan. Dengan begitu, mereka bisa menempatkan karyawan di divisi yang tepat. Saat ini, mungkin Anda merasa telah menempatkan karyawan di tempat yang sesuai, tetapi benarkah demikian? Adanya struktur organisasi tertulis dari MSDM tentu akan sangat membantu Anda dalam memberikan pekerjaan kepada masing-masing karyawan. Sebaliknya, struktur organisasi yang buruk dapat menjadi risiko manajemen sumber daya manusia lain yang akan Anda hadapi.

Pengeluaran Perusahaan Membengkak

Sebuah perusahaan pasti memiliki alasan tertentu untuk merekrut karyawan baru. Namun, sebelum itu, tim MSDM pasti akan terlebih dulu melakukan perombakan di dalam SDM sesuai peraturan yang berlaku, misalnya melaksanakan promosi, pemindahan jabatan, pensiun, hingga memberhentikan karyawan lama. Dengan melakukan perombakan, biaya-biaya yang berhubungan dengan pengadaan karyawan pun dapat ditekan. Jika perombakan tersebut dilakukan dengan tepat, bukan tidak mungkin perusahaan tidak akan membutuhkan karyawan baru. Bayangkan jika MSDM Anda kacau. Kondisi finansial mungkin akan ikut terganggu karena harus berulang kali menutupi pengeluaran tidak terduga.

Kesejahteraan Karyawan Akan Terganggu

Umumnya, tim MSDM juga bertanggung jawab mengelola pemberian gaji dan bonus untuk karyawan. Tim MSDM jugalah yang akan dituju apabila karyawan memiliki pertanyaan seputar gaji dan bonus. Misalnya, seorang karyawan sakit dan tidak paham bagaimana asuransi kesehatan dari perusahaan bisa digunakan. Maka kemungkinan besar ia akan bertanya ke tim MSDM. Ketika ada karyawan yang tidak mendapat gaji dengan jumlah sesuai, ia juga pasti akan bertanya ke tim MSDM. Nah, apabila tidak ada MSDM yang baik dan karyawan merasa diabaikan, hal tersebut bisa menimbulkan efek negatif pada kesejahteraan karyawan sehingga kinerjanya pun menurun.

Sistem Pengelolaan Masalah yang Kacau

Merekrut karyawan baru berarti Anda juga harus siap dengan segenap risiko yang mengikutinya, mulai dari perbedaan pendapat hingga kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. Tim MSDM lah yang bertanggung jawab menangani hal-hal tersebut. Cara penanganan MSDM dapat berpengaruh pada kondisi finansial, yang masih berhubungan dengan dampak pada poin nomor tiga. Misalnya, seorang karyawan melayangkan komplain tentang isu keselamatan karena ia baru saja mengalami kecelakaan kerja. Jika MSDM Anda buruk, bisa jadi karyawan tersebut akan menuntut perusahaan Anda.

Efek Positive SDM yang bagus

Efek Positive SDM yang bagus

People development sangat erat kaitannya dengan hasil kinerja SDM disuatu perusahaan. People development bertujuan untuk agar para karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan. Pelatihan dan pengembangan SDM yang tepat, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan. Untuk itu perlu dilakukannya people development ini.
Berikut beberapa dampak positif people development:

1. Bagi karyawan:

  • Karyawan memahami seluk beluk pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam.
  • Karyawan dapat memahami perkembangan perusahaan.
  • Karyawan dapat memahami sasaran yang akan dicapai perusahaan.
  • Karyawan mengerti akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Karyawan dapat mudah memahami Informasi yang disampaikan perusahaan.
  • Karyawan dapat memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan.
  • Karyawan mampu melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan.
  • Karyawan mampu memahami kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
  • Karyawan mampu memahami sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas perusahaan.
  • Karyawan mampu memahami dan menerapkan perilaku yang mendukung dan dituntut perusahaan.


2. Bagi perusahaan:

  • Perusahaan akan berkemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan sekarang.
  • Perusahaan akan mempunyai SDM yang selalu tampil meyakinkan dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Perusahaan akan mampu menjawab tantangan perkembangan keadaan masa depan.
  • Perusahaan dapat meningkatkan prestasi karyawan secar individual maupun kelompok
  • Mekanisme perusahaan lebih fleksibel dan tidak kaku dalam menggunakan teknologi baru.
  • Perusahaan dapat mempersiapkan karyawan-karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Jadi, pelatihan dan pengembangan SDM di sebuah perusahaan merupakan sebuah keharusan dalam memaksimalkan manajemen SDM di perusahaan tersebut. Peran HR di perusahaan sangatlah penting bagi perkembangan perusahaan. Jangan biarkan HR Anda menghabiskan waktu hanya untuk mengurusi bagian administrasi saja.

Cara Meningkatkan Kemampuan SDM

Cara Meningkatkan Kemampuan SDM

Pada era sekarang ini, pengembangan sumber daya manusia menjadi hal yang penting dan krusial. Pasalnya, di dalam pengembangan SDM tersebut terdapat pembentukan personal yang kualitasnya baik dalam hal keterampilan, loyalitas kerja, hingga kemampuan individu dalam bekerja.

Perusahaan yang memiliki kualitas SDM yang baik, maka juga akan berdampak pada performa dan kemajuan perusahaan. Sehingga pengembangan SDM harus selalu dilakukan dan diprioritaskan.

Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan

Ada banyak cara atau strategi lainnya yang bisa dilakukan dalam pengembangan sumber daya manusia ini. Berikut ini beberapa cara atau strategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan SDM di suatu perusahaan tertentu:

1. Dengan Melakukan Pelatihan

Dalam mengembangkan SDM seorang pekerja atau karyawan di suatu perusahaan maka bisa dilakukan pelatihan bagi orang tersebut. Tujuannya adalah untuk mengembangkan individu, dalam hal meningkatkan pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, serta sikap individu tersebut.

Sebuah perusahaan tidak akan berkembang dengan baik apabila karyawannya tidak memiliki minat pada pekerjaannya, dan tidak mempunyai keterampilan secara khusus. Melalui pelatihan itu juga, perusahaan bisa menggali potensi para karyawannya dengan cara mengembangkan karyawan tersebut. Setiap perusahaan biasanya akan menerapkan suatu pelatihan khusus, supaya kualitas karyawannya meningkat.

2. Pendidikan
Cara mengembangkan SDM yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah dengan pendidikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja, yang artinya suatu pengembangan yang sifatnya formal dan berhubungan langsung dengan karir mereka sendiri.

Para karyawan di suatu perusahaan juga membutuhkan pendidikan, yang nantinya akan membantu mereka dalam mengatasi segala masalah yang terjadi di pekerjaan mereka. Karena di dalam pendidikan itu sendiri, ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Pembinaan

Cara melakukan pembinaan para karyawan di suatu perusahaan bisa dengan mengatur serta membina mereka yang menjadi subsistem organisasi, dengan melalui beberapa program penilaian dan juga perencanaan. Hal-hal seperti itu juga bisa menjadi salah satu strategi yang tepat dalam mengembangkan sumber daya manusia di sebuah perusahaan tertentu, sehingga SDM yang dihasilkan dari pembinaan ini akan lebih berkualitas.

Pembinaan terhadap sumber daya manusia pada suatu perusahaan selain bertujuan untuk mengembangkan kemampuan karyawan, juga agar para karyawan tersebut mengerti tentang mengapa mengapa dalam sebuah perusahaan ada aturan yang berlaku, termasuk bagaimana cara karyawan mematuhi SOP perusahaan.

4. Recruitment
Melakukan rekrutmen pada suatu perusahaan untuk mendapatkan sumber daya manusia, bisa dilakukan dengan menyesuaikan klasifikasi kebutuhan perusahaan tersebut yang nantinya akan menjadi alat organisasi dalam hal pengembangan dan juga pembaharuan. Biasanya strategi recruitment ini dilakukan oleh perusahaan pada saat mereka menilai calon pekerja yang melamar di perusahaan mereka.

5. Mengadakan Perubahan Sistem

Dalam menyesuaikan sistem serta prosedur organisasi di dalam suatu perusahaan, bisa dilakukan dengan cara merubah sistem yang sudah ada dengan tujuan yang lebih baik. Tujuan utamanya adalah sebagai antisipasi jika muncul suatu ancaman sekaligus peluang yang berasal dari faktor eksternal.

Sistem di dalam suatu perusahaan biasanya akan mendukung aktivitas dan operasional perusahaan, agar berjalan dengan lebih baik lagi. Untuk membuat suatu sistem yang bagus di dalam perusahaan, terkadang para pebisnis perlu bantuan konsultan bisnis agar sistem yang akan dibuat dapat berjalan secara maksimal.

6. Kesempatan

Beri kesempatan pada setiap karyawan untuk menyalurkan ide atau gagasan mereka, yang akan memajukan perusahaan tersebut. Sehingga karyawan di dalam perusahaan itu akan memiliki kontribusinya masing-masing bagi perusahaan. Hal itu juga akan membuat karyawan menjadi merasa lebih dihargai sekaligus membuat mereka menjadi lebih berkembang lagi.

7. Penghargaan

Beri juga penghargaan pada karyawan yang memiliki prestasi secara khusus di dalam perusahaan. Hal itu juga bisa menjadi salah satu cara dalam pengembangan sumber daya manusia, yang membuat mereka menjadi lebih termotivasi dan dampaknya cukup besar bagi perusahaan.

Sumber daya manusia menjadi hal yang tidak bisa diabaikan pentingnya pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki strategi pengembangan sumber daya manusia yang tepat, maka perusahaan bisa berjalan ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, jangan pernah luput untuk melakukan usaha pengembangan SDM.

Pentingnya Peningkatan SDM

Pentingnya Peningkatan SDM

Pengembangan SDM merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk personal yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja, dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi.

SDM yang berkualitas akan membantu perusahaan untuk lebih berkembang dan mencapai tujuan perusahaan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa didapatkan jika Anda melakukan pengembangan SDM pada Bisnis.

Produktifitas Kerja

Dengan pengembangan SDM, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas dan kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill (keterampilan teknik), human skill (keterampilan karyawan), dan managerial skill (keterampilan manajer) karyawan akan semakin baik.

Efisiensi

Pengembangan SDM juga dapat meningkatkan efisiensi tenaga, waktu, bahan baku, dan mengurangi ausnya mesin-mesin. Dengan begitu pemborosan akan berkurang, sehingga biaya produksi relatif kecil dan daya saing perusahaan semakin besar.

Kerusakan

Dengan pengembangan SDM, karyawan akan menjadi semakin ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan begitu kerusakan barang, produksi, dan mesin-mesin akan semakin berkurang.

Kecelakaan Kerja

Mengembangkan SDM juga mampu mengurangi tingkat kecelakaan karyawan, sehingga jumlah biaya pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang.

Pelayanan

Pengembangan SDM juga penting untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dari karyawan kepada konsumen atau rekan perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik merupakan daya tarik yang sangat penting bagi rekanan-rekanan perusahaan yang bersangkutan.

Moral

Dengan pengembangan SDM yang tepat, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian dan keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka antusias untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Karir

Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karir karyawan semakin besar, karena keahlian, keterampilan, dan produktivitas kerjanya lebih baik. Promosi ilmiah pun biasanya didasarkan kepada keahlian dan produktivitas kerja seseorang.

Konseptual

Dengan pengembangan, manejer semakin cakap dan cepat dalam mengambil keputusan yang lebih baik, karena technical skill, human skill, dan managerial skill lebih baik.

Leadership

Dengan pengembangan, kepemimpinan seorang manajer akan lebih baik, komunikasinya lebih luwes, motivasinya terarah sehingga pembinaan kerjasama vertikal dan horizontal semakin harmonis.

Konsumen

Pengembangan karyawan akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat atau konsumen karena mereka akan memperoleh barang atau pelayanan yang lebih bermutu.

Itulah beberapa hal yang bisa didapatkan dengan melakukan pengembangan SDM. Bagaimanapun dan apapun bisnis Anda, karyawan adalah aset perusahaan yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Selain karyawan, Anda juga harus bisa mengelola keuangan jika ingin bisnis Anda terus berkembang.